Tag: pantai parangkusumo gumuk pasir

Pantai Parangkusumo, Gerbang Gaib Masuk Kerajaan Ratu Pantai Selatan

pantai parangkusumo gerbang gaib

Pantai Parangkusumo, Gerbang Gaib Masuk Kerajaan Ratu Pantai Selatan – Pantai Parangkusumo adalah salah satu objek wisata di Jogja yang menjadi unggulan. Cukup terkenalnya pantai ini, membuat cukup banyak wisatawan yang berkunjung ke sana. Selain itu, Pantai Parangkusumo juga dikeramatkan oleh warga setempat. Bahkan, Batu Cempuri yang berada di pantai tersebut menyimpan misteri dan nuansa mistis dengan aura gaib yang sangat kental.

Pantai Parangkusumo menjadi tonggak peradaban Nusantara setelah runtuhnya Kerajaan Pajang yang dipimpin Raden Hadiwijaya. Konon, Batu Cepuri itulah pendiri Kerajaan Mataram, Raden Danang Sutawijaya bergelar Panembahan Senopati mengadakan pertemuan dengan penguasa Laut Selatan, Ratu Kidul. Panembahan Senopati melakukan semedi di sana, dan Ratu Pantai Selatan menemuinya melalui pintu gerbang gaib. Lantas, Ratu Pantai Selatan merestui Danang Sutowijaya membangun kerajaan baru dengan syarat Panembahan Senopati mau menjadi suami secara gaib sampai anak cucunya.

Pantai Parangkusumo dikenal oleh masyarakat setempat sebagai gerbang masuk istana Kerajaan Ratu Pantai Selatan. Ambarwati, Mahapatih dari Kerajaan Laut Selatan saat muncul dalam hasil mediumisasi pada Pak Kusumo Nur Baktu menyampaikan, Batu Cempuri adalah pintu gerbang dari istana keraton. Bertemu cahaya luhur, cahaya suci dari cempuri itu. Jadi diberi nama cempuri. Lalu menuju arah selatan, kelihatan cahaya berkilauan seperti emas dan intan.

Indah Ananta seorang presenter Dua Dunia yang dibuka mata batinnya oleh Ki Kusumo Nur Bakti mengaku melihat gerbang kerajaan gaib pantai selatan dengan samar-samar. Gerbang tersebut sangat megah dan menjulang. Awalnya terlihat kecil kemudian lama kelamaan menjadi besar Panjang, berwarna putih dan menyilaukan.

Karena Pantai Parangkusumo dikenal sebagai gerbang gaib masuk Istana Kerjaan Ratu Pantai Selatan, maka masyarakat sekitar menyarankan pengunjung untuk tidak memakai pakaian warna hijau karena dipercaya sebagai warna kesukaan sang Ratu dan orang yang memakainya akan diseret ombak dan dibawa ke kerajaan Pantai Selatan.

374 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini