Tag: 7 bidadari

Rahasia Curug 7 Bidadari, Ada Goa Penebus Dosa

Rahasia Curug 7 Bidadari, Ada Goa Penebus Dosa – Semarang memang menjadi salah satu tempat wisata favorit di Jawa Tengah. Dipenuhi dengan wisata alamnya, salah satu wisata yang cukup diminati adalah Curug 7 Bidadari atau Air Terjun Bidadari. Namun tidak banyak yang mengetahui wisata alam seperti Curug 7 Bidadari memiliki rahasia. Terletak di Desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, tempat ini memang cukup dekat dengan  kota Bandungan. Suasana yang dingin dan segar bisa dijelajahi hanya dengan biaya beberapa ribu saja.

Sesuai namanya, Curug 7 Bidadari ini memang sangat identik dengan cerita rakyat tentang bidadari. Dikenal bahwa dahulu kala ada bidadari yang terkenda kutukan. Kemudian bidadari tersebut Bersama 6 bidadari lainnya turun ke curug atau air terjun. Mereka mandi di curug untuk menghilangkan kutukan. Sehingga curug tersebut diberi nama Curug 7 Bidadari.

Rahasia yang tidak banyak diketahui masyarakat, di Curug 7 Bidadari terdapat sumber mata air bertuah. Bentuk sumber air ini tidak bulat simetris dan cenderung lonjong seperti batu yang cekung. Air itu keluar dari batu dan dipercaya dapat menyembuhkan segala macam penyakit, mempercantik wajah hingga awet muda, memperlancar usaha, dan ketentraman batin. Mata air ini juga bisa digunakan untuk mencari jodoh.

Mata Air Kedung Wali ini dipercaya sebagai tempat pengambilan air wudhu Kyai Mandung, sesepuh Desa Keseneng. Makan Kyai Mandung dimakamkan di Gumuk Sejati dan setiap dua tahun sekali diselenggarakan selamatan. Pada acara selamatan tersebut masyarakat akan menyembelih Kambing Kendhit.  Jalan menuju makam Kyai Mandung dan area makam sekitar 200 meter dari tempat parkir. Kemudian harus melalui jalan setapak berundak berjumlah 85 anak tangga. Di area makam terdapat 4 makam dan  Makam kyai Mandung dikelilingi dengan pagar bambu. Area makam diatas bukit ini kira-kira seluas 150 meter persegi.

Rahasia lain mengenai Curug 7 Bidadari ini, beberapa kilometer dari desa Keseneng terdapat pula curug Pangleburgongso. Konon, pada air terjun setinggi kurang lebih 4 meter ini berhubungan dengan cerita Ramayana tentang Aditya Kumbokarno yang diusir Rahwana kemudian bertapa di Goa Pangleburgongso atau Goa Penebus Dosa.

Dan memang persis di kanan bawah air terjun ini terdapat goa yang terlihat masih perawan dengan pintu masuk kecil yang ditutupi oleh gundukan tanah. Menurut warga Desa Keseneng untuk masuk ke dalamnya memang harus digali terlebih dulu tanahnya karena goa cukup tertutupi, kemudian harus merangkak kali pertama masuknya, setelah itu baru bisa berdiri.

Goa Penebus Dosa ini diprediksi dalamnya mencapai ratusan meter dan terdapat ukiran-ukiran kuno di dinding goa. Goa tersebut sering dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk bertapa di dalamnya pada hari-hari tertentu. Pohon aren di dekat Curug Pengleburgongso, konon sering membuat orang-orang bingung dan tersesat.

51 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Kisah Cinta Jaka Tarub dan Nawang Wulan

Kisah Cinta Jaka Tarub dan Nawang Wulan – Jaka Tarub dan Nawang Wulan – Dahulu kala, hidup seorang laki-laki yang hidup sendiri di sebuah desa. Laki-laki ini adalah Jaka Tarub. Dulu jaka tarub hidup dengan ibu angkatnya yaitu Mbok Randa Tarub. Sebelum ibu angkatnya meninggal, jaka tarub adalah anak yang rajin. Menggarap sawah dan melakukan pekerjaannya untuk sang ibu. Mbok Randa begitu menyayangi Jaka Tarub seperti anak kandungnya sendiri. Namun, setelah Mbok Randa meninggal, Jaka Tarub merasa bimbang dan sedih. Sedih di tinggal oleh Ibunya, sedih hidup sendiri dan bingung untuk siapa dia bekerja. Tidak ada seseorang lagi yang menikmati hasil kerjanya.

Jaka tarub tidak lagi bersemangat bekerja sehingga sawahnya terbengkalai. Suatu hari jaka tarub pergi berburu daging rusa. Dia sangat berselera untuk memakan daging rusa, karena dimalamnya dia bermimpi memakan daging rusa. Setengah hari sudah Jaka Tarub berburu, tapi tak ada seekorpun rusa yang ditemuinya. Lelah mencari kesana-kesini, jaka tarub beristirahat di bawah pohon. Bersama semilir angin, Jaka Tarub mendengar suara tawa canda di telaga. Diapun menghampiri dengan rasa penasarannya. Continue reading “Kisah Cinta Jaka Tarub dan Nawang Wulan”

5,280 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini