Makna Dan Mitos Dibalik Sesajen Jawa, Sudah Tahu?

Makna Dan Mitos Dibalik Sesajen Jawa, Sudah Tahu?

Makna Dan Mitos Dibalik Sesajen Jawa, Sudah Tahu? – Masyarakat Jawa memiliki tradisi menghormati alam dan ron leluhur sudah sejak lama, bahkan sejak sebelum agama Hindu, Budha dan Islam masuk. Dapat dikatakan bahwa tradisi yang telah ada di Jawa sudah berumur sangat tua, tetapi masyarakat Jawa masih memegang erat budaya dengan membuat sesajen pada hari – hari tertentu yang di anggap khusus.

Sesajen adalah sajian makanan, buah – buahan atau hewan untuk dipersembahkan kepada leluhur. Menurut kepercayaan yang ada di masyarakat, sesajen mendatangkan keberuntungan dan menangkal hal buruk juga untuk mensyukuri anugerah atau menghormati leluhur atau Tuhan. Hal ini sering dikaitkan dengan hal ghaib atau paranormal, sehingga tidak sedikit yang menggunakan tradisi ini untuk hal musyrik dan menentang nilai agama.

Dalam filsafat hidup Jawa, menghargai, menghormati, dan memperlakukan seluruh benda hidup maupun benda-benda tidak hidup dengan cara adil, welas asih serta bijaksana, adalah hal yang sering di ajarkan. Pada intinya, maksud membuat sesajen adalah sebagai rasa bentuk syukur dan sikap welas asih kepada penghuni jagad raya.

Dibalik bermacam macam jenis sesajen Jawa, ternyata mengandung beberapa simbol dan arti yang indah, dan berikut merupakan penjelasan mengenai apa makna simbolisme  di balik sesajen,

Beberapa Bagian Dan Makna Di Dalam Sesajen Jawa

  • Beras atau nasi atau padi yang dibentuk gunungan (tumpeng), merupakan simbol sumber kehidupan manusia. Di artikan sebagai kesempurnaan atau totalitas. Kemudian tumpeng berasal dari singkatan ‘tumungkulo sing mempeng’ yang artinya ‘ingin selamat, maka beribadahlah’.
  • Urap (hidangan salad yang berupa sayuran yang direbus dan dicampur kelapa parut kemudian di bumbui), merupakan symbol perintah untuk menjadi orang yang berguna dan positif bagi alam sekitar, agama dan Negara.
  • Bubur panca warna (aneka bubur dengan jumlah lima : bubur ketan putih, bubur ketan hitam, bubur beras merah, bubur kacang hijau dan bubur jagung) merupakan simbol elemen alam yaitu air, udara, api, tanah dan angkasa. Biasanya diletakkan di semua arah mata angina, kemudian ada yang diletakkan ditengah sebagai ‘Kiblat’.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :


  • Jajanan pasar merupakan simbol kerukunan.
  • Pisang merupakan simbol cita – cita yang besar dan luhur.
  • Ayam Ingkung merupakan simbol cinta kasih dan pengorbanan.
  • Ikan asin atau ikan bandeng atau ikan berduri banyak, merupakan simbol rejeki yang berlimpah.
  • Telur merupakan simbol asal mula kehidupan.
  • Air dan bunga merupakan simbol kebutuhan manusia sehari – hari (pokok)
  • Kopi tanpa gula merupakan simbol kerukunan dan persaudaraan, karena biasanya di minum ketika ada acara perkumpulan sosial.
  • Kelapa merupakan simbol alam semesta yang terdiri dari tujuh lapisan.

Mitos Mengenai Sesajen Jawa

  • Ayam yang digunakan untuk mempersiapkan sesajen biasanya berwarna hitam legam. Karena terbilang langka,dipercaya bisa mendatangkan rejeki bahkan hingga menangkal sihir
  • Beberapa jajan pasar yang disajikan ketika sesajen, ada satu jajan yang wajib disajikan yaitu apem. Apem ibarat sebuah payung, dipercaya untuk melindungi roh orang yang telah meninggal bahkan menjadi pelebur dosa orang yang sudah meninggal
  • Salah satu alasan kenapa buah pisang dipilih sebagai buah sajian adalah karena pohonnya memiliki keistimewaan tidak mati sebelum berbuah. Yang disimpulkan sebagai persembahan kekayaan alam kepada semesta sebelum mati.
  • Konon sesajen digunakan sebagai pengusir roh jahat agar tidak mengganggu manusia.
  • Sesajen pernah dikenal sebagai ritual penyembuhan penyakit.
  • Larangan mengambil makanan dalam sesajen karena dipercaya akan terjadi musibah karena para leluhur tidak terima dengan perlakuan tersebut.

Demikianlah makna di balik tradisi sesajen Jawa yang sudah sejak lama dipercaya oleh masyarakat Jawa.