Menelusuri Goa Tabuhan, Pesona Wisata Penuh Mitos Misteri di Indonesia

Menelusuri Goa Tabuhan, Pesona Wisata Penuh Mitos Misteri di Indonesia

Menelusuri Gua Tabuhan, Pesona Wisata Penuh Mitos Misteri di Indonesia – Indonesia memang negara dengan banyak destinasi  menarik. Jika anda sedang berada di kota Jawa Timur, tidak ada salahnya untuk mampir ke Pacitan. Pacitan dikenal sebagai kota 1001 gua. Satu di antaranya adalah Gua Tabuhan.

Gua ini merupakan  gua cantik yang terbentuk lewat proses alami. Dari sekian banyak gua yang ada di daerah Pacitan, Gua Tabuhan menjadi Gua dengan daya tarik tersendiri untuk dikunjungi.

Bebatuan di Gua Tabuhan bisa digunakan untuk bermain musik atau bisa dibunyikan seperti halnya gamelan jawa. Gua ini memiliki mitos misteri karena ada beberapa sendang di dalam gua yang memiliki nilai magis.

Perjalanan Menuju Gua Tabuhan

Berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Punung, Pacitan, Jawa Timur. Sekitar 30 kilometer ke arah barat Kota Pacitan. Anda akan disuguhkan dengan pemandangan khas daerah kawasan karst berupa jajaran pohon jati di sepanjang perjalanan.

Akses menuju Gua ini mulus beraspal dan hampir tanpa hambatan, sehingga perjalanan terasa nyaman sambil menikmati suasana pedesaan asri di daerah Punung. Jika anda dari luar kota bahkan luar negeri, jangan khawatir mengenai jalur menuju gua ini.

Jika anda menggunakan kendaraan pribadi bisa langsung membuka aplikasi google maps. Namun jika anda memakai bis umum atau angkutan, anda disarankan untuk berhenti di Kecamatan Punung. Lalu melanjutkan perjalanan dengan sarana ojek menuju Desa Wareng hingga ke lokasi objek wisata Gua Tabuhan.

Fakta Tentang Wisata Gua Tabuhan

  • Kata “tabuhan” berasal dari Bahasa Jawa yang berarti membunyikan alat musik. Berdasarkan fenomena bunyi yang keluar oleh stalaktit gua, maka disebut dengan Gua Tabuhan.
  • Awal nama gua ini adalah Gua Tapan karena sering digunakan untuk tempat bertapa. Menurut cerita rakyat ada sebuah tempat pertapaan Sentot Prawirodirjo dalam satu ruangan di ujung lorong gua. Sentot Prawirodirjo merupakan seorang panglima perang pasukan dari Pangeran Diponegoro sekitar tahun 1825-1830.
  • Gua ini menjadi basis pertahanan dan daerah evaluasi untuk konsolidasi kekuatan bala tentara perjuangan dari Raden Mas Sahid Samber Nyowo yang mendapat dukungan dari Raden Banteng Wareng.

Dalam buku “Goa Tabuhan, Obyek Wisata Potensial di Kab. Pacitan”, di informasikan bahwa Goa Tabuhan juga banyak berperan dalam mencetak ksatria patriotik anti penjajah melalui perang diantaranya Perang Diponegoro sampai Perang Kemerdekaan Republik Indonesia.


Baca juga :


  • Konon gua ini ditemukan oleh Kyai Santiko Lelono saat mencari sapinya yang hilang. Kemudian gua dirawat dan dibersihkan oleh Raden Bagus Joko dan Raden Putri, berdasarkan pesan Kyai Santiko.
  • Aroma wewangian kadang tercium saat berada dekat ruang pertapaan. Cukup membuat bulukuduk berdiri ketika memasuki gua ini sendirian.
  • Gua Tabuhan mulai ramai dikunjungi para traveler sejak tahun 1998.
  • Kondisi dalam gua dominan gelap karena kurangnya pencahayaan. Kemudian air dari dinding gua yang merembes di jalan sangatlah licin. Disarankan menggunakan senter sebagai penerang jalan.
  • Gua Tabuhan memiliki bentuk stalaktit dan stalagmit dapat mencapai panjang tujuh meter dan diameter satu meter. Jika dilihat dari luar, bentuk stalaktitnya seperti pilar-pilar yang menjuntai. Jika dilihat dari dalam, seperti jari-jemari tangan.
  • Di gua ini juga ditemukan benda-benda arkeologi dan potongan tulang manusia purba.
  • Gua Tabuhan termasuk dalam daftar gua paling unik di dunia.
  • Bebatuan stalagmit dan stalaktit di gua ini digunakan untuk bermain musik seperti halnya gamelan jawa. Biasanya ada 8 orang yang memainkan peran masing-masing, 1 orang penabuh kendang, 3 orang sinden, dan 4 orang pemukul stalagmit stalagtit.

Keindahan Gua Tabuhan semakin terasa aura mistis penuh misteri ketika musik mulai di mainkan. Walau hanya sekitar 20 menit, katanya ketika tembang mulai di lantunkan, penonton seolah tak mampu beranjak dari tempatnya.