Asal Usul Genuk Kemiri Pati yang Dipercaya Sebagai Peramal Rezeki

Asal Usul Genuk Kemiri Pati yang Dipercaya Sebagai Peramal Rezeki

Asal Usul Genuk Kemiri Pati yang Dipercaya Sebagai Peramal Rezeki  – Mitos petilasan sejarah Genuk Kemiri yang terletak di Desa Sarirejo Kecamatan Pati, Kabupaten Pati dipercaya dapat mengukur banyak sedikitnya rezeki seseorang. Situs genuk kemiri dipercaya dalam babad Pati sebagai awal mula berdirinya Kadipaten Pati yang semula bernama Pesantenan. Di sini juga terdapat makam Raden Kembang Joyo, tokoh yang babat alas di wilayah Kemiri.

Menurut cerita yang beredar dari mulut ke mulut, Genuk atau gentong ini merupakan genuk peramal rezeki seseorang. Menurut kepercayaan banyak masyarakat, banyak sedikitnya rejeki bergantung banyak sedikitnya air dalam genuk. Jika yang melihat kedalam genuk itu airnya banyak atau penuh maka diartikan rezeki orang tersebut berlimpah, begitupun sebaliknya.

Konon berdasarkan tuturan cerita dari juru kunci Genuk Kemiri mbah Slamet, Genuk Kemiri itu pada dulunya adalah seorang bakul dawet yang bernama pak Sagolo. Pada jaman itu Raden Kembang Joyo ada acara babas alas Kemiri, pada waktu itu pak Sagolo sebagai penjual dawet, dan sangat dipercayai oleh masyarakat sekitar. Pada saat babas alas  banyak sekali orang kerja dan pak Sagolo bermaksud untuk menawarkan dawetnya itu. Lalu para pekerjapun menikmati dawet tersebut termasuk Raden Kembang Joyo.

Setelah Raden Kembang Joyo merasakan enaknya dawet tersebut lalu dia bertanya kepada pak Sagolo “Apa ini pak? Kok makanan ini enak?” Tanya Raden kembang Joyo. Lalu Pak Sagolo pun mejawab, “Ini dawet Raden. Yang terbuat dari Pati dan Santen.” Kemudian Raden Kembang Joyo berkata, “Kelak jika keraton ini sudah berdiri akan aku namakan Keraton Pesantenan Pati”.

Berhubungan Pak Sagolo berjualan di desa Kemiri dan menetap di desa tersebut Raden Kembang Joyo bermaksud untuk menitipkan barang- barang bawaannya, terutama pusakanya yaitu keris Rambutpinutung yang digunakan untuk babat alas tersebut.

Setelah acara babat alas selesai dan Keraton Pesantenan Pati sudah jadi, pusaka tersebutpun diminta kembali oleh Raden Kembang Joyo. Namun berhubung  Pak Sagolo tahu bahwa pusaka tersebut mempunyai kelebihan yaitu barang siapa yang bisa memiliki pusaka tersebut akan kuat menjadi Raja. Lalu pak Sagolo, setiap ditanya oleh Raden Kembang Joyo atas pusaka yang telah dia titipkan, dia seakan melupakan diri. Hingga Raden Kembang Joyo berujar, “Wong ditekoni kok begegel koyok genuk.” Kemudian Pak Sagolo pun berubah menjadi genuk,d an berhubungan kejadian itu terjadi  di Desa kemiri, lalu Genuk itu dinamakan Genuk Kemiri yang berasal dari Pak Sagolo penjual dawet pada jaman dahulu.

Selain kepercayaan Genuk yang bisa meramal rezeki, air di dalam genuk tersebut dipercaya memiliki khasiat dan bila ingin menerima khasiatnya maka orang tersebut melemparkan koin ke dalam genuk. Akan tetapi kebenaran atas kepercayaan tersbut belum dapat dipastikan. Wallahu A’lam.