Hari: 14 Februari 2019

Mitos Kucing Hitam, Bulunya Bisa Jadi Jimat

MITOS KUCING HITAM

Mitos Kucing Hitam, Bulunya Bisa Jadi Jimat – Mitos mengenai kucing hitam memang sudah menyebar di berbagai daerah di Indonesia. Mitos yang sudah tidak asing, jika kucing hitam melangkahi mayat maka mayat akan bangkit kembali. Dan kucing hitampun dikenal bisa membawa hal-hal tidak baik seperti musibah yang sering datang bagi pemiliknya. Hal ini membuat kucing hitam menjadi kucing yang dihindari oleh kebanyakan orang.

Kucing hitam berbulu Panjang atau yang disebut Kucing Putrsakajantaka oleh kalangan masyarakat Jawa ini sebenarnya juga memiliki banyak mitos lain, termasuk mitos yang menguntungkan namun belum banyak diketahui masyarakat. Berikut ini mitos-mitos yang banyak dipercaya oleh masyarakat tentang kucing hitam.

Jika seseorang menabrak kucing hitam sampai luka, maka penabrakpun akan mendapat penyakit berat kecuali kucing tersebut diobati. Dan jika kucing hitam sampai mati, maka nasib sial akan menimpa yang menabraknya, kecuali jika kucing tersebut segera dikuburkan. Benar atau tidaknya mitos tersebut, memang lebih baik seseorang bertanggung jawab jika menabrak kucing ya.

Mitos kedua, jika kucing hitam dipukul hingga terluka maka rezeki pemukul dan keluarganya akan berkurang selama 2 bulan berturut-turut. Dan jika kucing hitam dipukuli hingga mati maka akan membuat kesialan selama 3 bulan berturut-turut kecuali jika pemukul segera mandi keramas kembang tujuh rupa.

Kemudian mitos lain tentang kucing hitam, jika ada kucing hitam yang memotong jalanmu maka urusan dan usahamu akan sia-sia. Dan jika melihat kucing hitam hendak menyebrang jalan namun tidak jadi artinya urusan yang sedang kita laksanakan akan mengalami kebuntuan atau tidak selesai.

Selain mitos-mitos buruk tentang kucing hitam, ternyata banyak juga mitos baik tentang kucing hitam. Untuk keberuntungan, terdapat saran agar memelihara kucing hitam dengan pola putih di keningnya. Ini dimaknai agar membawa pengaruh baik dalam mencari nafkah. Bulu kucing hitampun yang sudah dikeringkan bisa disimpan sebagai jimat dan dipercaya bisa menang dalam berjudi. Lalu jika menemukan kucing hitam beranak tujuh di sekitar rumah, maknanya adalah si pemilik rumah akan menjadi orang kaya.

Mitos lain, jika datang kucing hitam yang tidak memiliki majikan lalu kucing tersebut betah tinggal di rumah adalah pertanda si pemilik rumah akan beruntung. Lalu jika seekor kucing hitam beranak empat dengan pola bulu belang-belang berada di sekitar rumah, menandakan si pemilik rumah akan selamat sejahtera.

Nah, hal-hal di atas adalah mitos kucing hitam, mulai dari membawa sial hingga mitos kucing hitam yang bulunya bisa menjadi jimat. Kebenaran mitos kucing hitam tentu belum terjamin, namun bukan berarti kita bisa mengabaikan kepercayaan masyarakat tentang mitos-mitos tersebut.

269 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Rahasia Curug 7 Bidadari, Ada Goa Penebus Dosa

Rahasia Curug 7 Bidadari, Ada Goa Penebus Dosa – Semarang memang menjadi salah satu tempat wisata favorit di Jawa Tengah. Dipenuhi dengan wisata alamnya, salah satu wisata yang cukup diminati adalah Curug 7 Bidadari atau Air Terjun Bidadari. Namun tidak banyak yang mengetahui wisata alam seperti Curug 7 Bidadari memiliki rahasia. Terletak di Desa Keseneng, Kecamatan Sumowono, tempat ini memang cukup dekat dengan  kota Bandungan. Suasana yang dingin dan segar bisa dijelajahi hanya dengan biaya beberapa ribu saja.

Sesuai namanya, Curug 7 Bidadari ini memang sangat identik dengan cerita rakyat tentang bidadari. Dikenal bahwa dahulu kala ada bidadari yang terkenda kutukan. Kemudian bidadari tersebut Bersama 6 bidadari lainnya turun ke curug atau air terjun. Mereka mandi di curug untuk menghilangkan kutukan. Sehingga curug tersebut diberi nama Curug 7 Bidadari.

Rahasia yang tidak banyak diketahui masyarakat, di Curug 7 Bidadari terdapat sumber mata air bertuah. Bentuk sumber air ini tidak bulat simetris dan cenderung lonjong seperti batu yang cekung. Air itu keluar dari batu dan dipercaya dapat menyembuhkan segala macam penyakit, mempercantik wajah hingga awet muda, memperlancar usaha, dan ketentraman batin. Mata air ini juga bisa digunakan untuk mencari jodoh.

Mata Air Kedung Wali ini dipercaya sebagai tempat pengambilan air wudhu Kyai Mandung, sesepuh Desa Keseneng. Makan Kyai Mandung dimakamkan di Gumuk Sejati dan setiap dua tahun sekali diselenggarakan selamatan. Pada acara selamatan tersebut masyarakat akan menyembelih Kambing Kendhit.  Jalan menuju makam Kyai Mandung dan area makam sekitar 200 meter dari tempat parkir. Kemudian harus melalui jalan setapak berundak berjumlah 85 anak tangga. Di area makam terdapat 4 makam dan  Makam kyai Mandung dikelilingi dengan pagar bambu. Area makam diatas bukit ini kira-kira seluas 150 meter persegi.

Rahasia lain mengenai Curug 7 Bidadari ini, beberapa kilometer dari desa Keseneng terdapat pula curug Pangleburgongso. Konon, pada air terjun setinggi kurang lebih 4 meter ini berhubungan dengan cerita Ramayana tentang Aditya Kumbokarno yang diusir Rahwana kemudian bertapa di Goa Pangleburgongso atau Goa Penebus Dosa.

Dan memang persis di kanan bawah air terjun ini terdapat goa yang terlihat masih perawan dengan pintu masuk kecil yang ditutupi oleh gundukan tanah. Menurut warga Desa Keseneng untuk masuk ke dalamnya memang harus digali terlebih dulu tanahnya karena goa cukup tertutupi, kemudian harus merangkak kali pertama masuknya, setelah itu baru bisa berdiri.

Goa Penebus Dosa ini diprediksi dalamnya mencapai ratusan meter dan terdapat ukiran-ukiran kuno di dinding goa. Goa tersebut sering dimanfaatkan orang-orang tertentu untuk bertapa di dalamnya pada hari-hari tertentu. Pohon aren di dekat Curug Pengleburgongso, konon sering membuat orang-orang bingung dan tersesat.

286 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini