[FAKTA MENGERIKAN] 7 Jenazah Pahlawan Revolusi Setelah Diotopsi

[FAKTA MENGERIKAN] 7 Jenazah Pahlawan Revolusi Setelah Diotopsi – Banyak desas desus dan kabar miring tentang bagaimana meninggalnya 7 Jenderal Perwira Tinggi Angkatan Darat korban kekejaman Gerakan 30 September (G30S) PKI pada tahun 1965. Selama puluhan tahun fakta sejarah hasil otopsi 7 jenazah para jenderal yang dimasukkan di Lubang Buaya ini disembunyikan. Tak banyak yang tahu tentang fakta medis penyebab tewasnya korban kekejaman G30S PKI. Akibatnya, muncul berbagai versi tentang misteri kematian Pahlawan Revolusi Indonesia.

Adanya film bersejarah G30S PKI tidak mencerminkan proses dan kejadian pembantaian massal yang terjadi pada 1965 lalu. Film yang dibuat di era Orde Baru wajib diputar di televisi, secara jelas menginformasikan para korban disilet. Cerita “pencungkilan” mata dan “pemotongan” penis sejatinya sudah terlebih dahulu terdengar di masyarakat sekitar. Padahal fakta tentang 7 Jenazah Pahlawan Revolusi masih belum dapat diungkapkan.

Oleh sebab itulah Intisari September 2009 dalam judul “Saksi Bisu dari Ruang Forensik” mencoba mengurai dan mengungkap fakta-fakta yang tersembunyi di balik bangsal-bangsal forensik. Hasil otopsi 7 jenazah Pahlawan Revolusi menunjukkan tak ada tanda tanda penyiksaan berupa pencongkelan mata dan pemotongan penis para Jenderal.

Hasil Otopsi 7 Jenazah Jenderal Revolusi

Hasil Otopsi : Jenazah Jenderal Ahmad Yani

Dari hasil forensik menujukkan adanya Luka Tembak masuk yaitu 2 di dada kiri, 1 di dada kanan bawah, 1 di lengan kanan atas, 1 di garis pertengahan perut, 1 di perut bagian kiri bawah, 1 perut kanan bawah, 1 di paha kiri depan, 1 di punggung kiri, 1 di pinggul garis pertengahan.

Sedangkan Luka tembak keluar 1 di dada kanan bawah, 1 di lengan kanan atas, 1 di punggung kiri sebelah dalam. Sementara Kondisi lainnya yaitu sebelah kanan bawah garis pertengahan perut ditemukan kancing dan peluru sepanjang 13 mm, pada punggung kanan iga ke delapan teraba anak peluru di bawah kulit. Sungguh mengerikan penyiksaan yang dilakukan PKI pada sang Jenderal Revolusi setelah jasa yang beliau persembahkan berupa kemerdekaan untuk Indonesia.

Hasil Otopsi : Jenazah Letjen R. Soeprapto

Jenazah Pahlawan Revolusi, Letjen R. Soeprapto ditemukan Luka tembak masuk yaitu 1 di punggung pada ruas tulang punggung keempat, 3 di pinggul kanan (bokong), 1 di pinggang kiri belakang, 1 di pantat sebelah kanan, 1 di pinggang kiri belakang, 1 di pantat sebelah kanan, 1 di pertengahan paha kanan. Luka tembak luar yaitu 1 di pantat kanan, 1 di paha kanan belakang sedangkan Luka tidak teratur ada 1 di kepala kanan di atas telinga, 1 di pelipis kanan, 1 di dahi kiri, 1 di bawah cuping kiri. Kondisi lainnya, tulang hidung patah, tulang pipi kiri lecet.

Hasil Otopsi : Jenazah Mayjen M.T Haryono

Jenazah Pahlawan Revolusi yang disiksa oleh PKI pada 1965 ini ditemukan di Lubang Buaya. Kondisi tubuh sang Mayor Jenderal waktu itu sangat mengerikan. Hasil otopsi menunjukkan adanya Luka tidak teratur yaitu 1 tusukan di perut, 1 di punggung tangan kiri, 1 di pergelangan tangan kiri, 1 di punggung kiri (tembus dari depan). Fakta ini ditemukan dan sungguh terjadi pada tubuh para pahlawan pejuang bangsa kita tercinta.

Hasil Otopsi : Jenazah Mayjen Soetojo Siswomiharjo

Jenazah Pahlawan Revolusi berikutnya yang ditemukan pada Lubang Buaya yaitu jenazah dari Mayjen Soetojo Siswomiharjo. Hasil otopsi menunjukkan adanya Luka tembak masuk sebanyak 2 di tungkai kanan bawah, 1 di atas telinga kanan. Sedangkan Luka tembak keluar berjumlah 2 di betis kanan, 1 di atas telinga kanan. Luka tidak teratur sejumlah 1 di dahi kiri, 1 di pelipis kiri, 1 di tulang ubun-ubun kiri,  di dahi kiri dan tulang tengkorak remuk. Juga terdapat penganiayaan benda tumpul berjumlah empat jari kanan. Meyjen Soetojo bisa jadi banyak dianiaya oleh antek PKI sehingga tengkorak dahinya remuk.

Hasil Otopsi : Jenazah Letjen S. Parman

Letjen S. Parman ditemukan sebagai salah satu jenazah pahlawan Revolusi, dimana hasil otopsi menunjukkan adanya Luka tembak masuk berjumlah1 di dahi kanan, 1 di tepi lekuk mata kanan, 1 di kelopak atas mata kiri, 1 di pantat kiri, 1 paha kanan depan. Adapun Luka tembak keluar ada1 di tulang ubun-ubun kiri, 1 di perut kiri, 1 di paha kanan belakang.

Untuk Luka tidak teratur ada 2 di belakang daun telinga kiri, 1 di kepala belakang, 1 di tungkai kiri bawah bagian luar, 1 di tulang kering kiri. Beliau juga mengalami kekerasan tumpul pada tulang rahang atas dan bawah.

Hasil Otopsi : Jenazah Letjen D.I Pandjaitan

Jenazah Pahlawan Revolusi dari Letjen D.I Panjaitan ditemukan dalam keadaan sangat miris. Luka tembak masuk ada 1 yaitu di alis kanan, 1 di kepala atas kanan, 1 di kepala kanan belakang, 1 di kepala belakang kiri. Luka tembak keluar: 1 di pangkal telinga kiri. Adapun Kondisi lain yaitu punggung tangan kiri terdapat luka iris. Luka iris ini tentu menyeramkan. Tetapi, tidak dijelaskan apakah luka itu diiris menggunakan silet atau senjata tajam lainnya.

Hasil Otopsi : Jenazah Kapten Pierre Tendean

Luka tembak masuk pada jenazah Kapten Pierre Tendean ada 1 di leher belakang sebelah kiri, 2 di punggung kanan, 1 di pinggul kanan. Luka tembak keluar berjumlah 2 di dada kanan. Adapun Luka tidak teratur ditemukan juga berjumlah 1 di kepala kanan, 1 di tulang ubun-ubun kiri, 1 di puncak kepala dan Kondisi lai yaitu lecet di dahi dan pangkal dua jari tangan kiri.

Apapun itu, sungguh keji orang orang yang telah tega melakukan gerakan massal dan pembantaian massal para Perwira Tinggi Angkatan Darat yang sudah berjuang demi kemerdekaan bangsa ini. G30SPKI menjadi salah satu goresan tinta hitam dalam sejarah Indonesia. Semoga Allah selalu menjaga TENTARA TENTARA INDONESIA, Demi keutuhan BANGSA INI. Salam Kemerdekaan!

 

2,381 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Comments

comments