7 Keris dan Tombak Pusaka Paling Ampuh Di Nusantara

7 Keris dan Tombak Pusaka Paling Ampuh Di Nusantara – Indonesia merupakan negeri yang kaya akan budaya yang begitu beragam. Budaya hindu budha yang pertama kali masuk di Indonesia dan mulai menyebar di seluruh nusantara ini meninggalkan begitu banyak budaya dan senjata pusaka. Salah satu pusaka yang sampai saat ini dikenal di seluruh Indonesia bahkan manca negara adalah  keris dan tombak. Kedua pusaka ini seakan menjadi simbol bagi negara Indonesia. Lalu, keris dan tombak apa saja yang menjadi pusaka paling ampuh di Nusantara?

Ini Dia, 7 Keris dan Tombak Pusaka Paling Ampuh Di Nusantara

Keris Mpu Gandring

Keris Mpu gandring menjadi salah satu bagian dari sejarah negeri ini. Keris ini merupakan peninggalan kerajaan Singosari. Adalah Ken Arok seorang raja kerajaan Singosari yang memiliki keris Mpu Gandring. Beliau menyuruh Mpu Gandring membuat keris sakti hanya dalam satu malam saja. Sebuah hal mustahil bagi orang biasa, akan tetapi sang Mpu bisa menyelesaikannya.

Akan tetapi ketika Mpu Gandring tengah membuat sarung keris, Ken Arok tiba-tiba datang karena menurut dia waktunya telah 1 hari. Mpu Gandring ditusuk Ken Arok karena dianggap tidak menepati janji untuk menyelesaikan keris dalam waktu 1 malam. Karena kejadian inilah dalam keadaan meregang nyawa, Mpu Gandring mengutuk Ken Arok bahwa suatu saat Keris itulah yang akan membunuh dirinya.

Terbukti, Keris tersebut meminta korban nyawa tujuh turunan dari Ken Arok. Dalam perjalanannya, keris ini terlibat dalam perselisihan dan pembunuhan elit kerajaan Singasari dengan korban Tunggul Ametung, Kebo Ijo, Ken Arok, Anusapati dan Tohjaya. Meski saat ini Keris Mpu Gandring menjadi pusaka paling ampuh di Nusantara.

Keris Kyai Setan Kober

Pemegang keris ini adalah Adipati dari Kadipaten Jipang Panolang yang juga sangat legendaris, Arya Penangsang. Konon, bila dicabut dari warangkanya maka keris ini akan menimbulkan sugesti yang hebat bagi orang orang yang ada disekitarnya. Keris ini akan mengeluarkan angina yang sangat besar dan seperti banyak setan yang berkeliaran. Sarana keris Setan Kober Inilah yang digunakan oleh Arya Penangsang untuk menguasai ilmu kebal.

Konon ceritanya, dari keris Setan Kober inilah muncul tradisi mengalungkan keris dengan rangkaian bunga melati dan sampai sekarang tradisi inipun masih berjalan sampai sekarang. Dulu orang menggunakan usus manusia / hewan untuk mengalungi keris ini sebagai pusaka sakti. Namun sekarang orang Jawa mengalungkan keris keris mereka (entah keris berisi khodam ataupun tidak) dengan roncean / rangkaian bunga melati. Karena itulah keris ini menjadi salah satu pusaka paling ampuh di Nusantara.

Keris Kyai Carubuk

Keris Kyai Carubuk adalah salah satu pusaka paling ampuh di Nusantara. Keris ini adalah peninggalan dari Sunan Kalijaga. Dalam satu legenda dikisahkan Sunan Kalijaga meminta tolong untuk dibuatkan keris coten-sembelih (pegangan lebai untuk menyembelih kambing). Lalu oleh beliau diberikan calon besi yang ukurannya sebesar biji asam jawa. Mengetahui besarnya calon besi tersebut, Mpu Supa sedikit terkejut.

Ia berkata besi ini bobotnya berat sekali, tak seimbang dengan besar wujudnya dan tidak yakin apakah cukup untuk dibuat sebilah keris. Kemudian Sunan Kalijaga berkata bahwa besi itu tidak hanya sebesar biji asam jawa tetapi besarnya seperti gunung. Karena ampuh perkataan Sunan Kalijaga, pada waktu itu juga besi menjelma sebesar gunung. Jadilah keris Kyai Carubuk yang sakti mandraguna.

Pada akhirnya, keris ini menjadi milik Sultan Hadiwijaya, bahkan sanggup mengalahkan Keris Setan Kober milik Arya Penangsang ketika pesuruh Arya Penangsang melakukan percobaan pembunuhan pada Sultan Hadiwijaya dengan memakai keris setan kober.

Tombak Kyai Plered

Pusaka paling ampuh di Nusantara berikutnya yaitu Tombak Kyai Plered. Salah satu tombak koleksi Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat. Setiap tahunnya, di malam 1 Suro keris ini dijamasi / dimandikan. Senjata ini merupakan pegangan Raja Mataram Pertama yang bernama Panembahan Senapati (Nama Asli : Danang Sutawijaya) dan digunakan untuk mengalahkan Bupati Jipang Arya Penangsang dalam perang tanding di pinggir Bengawan Solo.

Tombak Baru Klinting

Berdasarkan legenda, khodam dalam pusaka paling ampuh di Nusantara ini adalah sesosok Naga Baru Klinting. Konon Naga Baru Klinting dihukum oleh ayahnya (Ki Ageng Mangir Wanabaya) karena gagal melingkari gunung merapi. Pusaka sakti berwujud tombak ini sebelumnya adalah pusaka milik Ki Ageng Mangir Wanabaya yang memberontak kepada panembahan Senopati. Keampuhan senjata ini membuat panembahan Senapati terpaksa mengutus Putrinya Nyi Ageng Pembayun untuk mengelabuhi Ki Ageng Mangir. Sekarang tombak ini tersimpan di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat (D.I Yogyakarta) sebagai senjata pusaka pendamping tombak Kanjeng Kyai Plered.

Keris Pusaka Nagasasra Sabuk Inten

Sebenarnya Pusaka Nagasasra Sabuk Inten adalah dua jenis pusaka peninggalan Raja Majapahit, yaitu Keris Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten. Nama Nagasasra merupakan nama salah satu dapur (bentuk) keris luk tiga belas dan ada pula yang luk-nya berjumlah sembilan dan sebelas. Karena itulah penyebutan nama dapur ini harus disertai dengan jumlah luk-nya. Pada keris dapur Nagasasra yang asli, sebagian besar bilahnya diberi kinatah emas, dan pembuatan kinatah emas semacam ini tidak disusulkan setelah wilah ini selesai, tetapi telah dirancang oleh sang Mpu sejak awal pembuatannya. Mpu Ki Nom adalah salah satu pembuat keris Nagasasra paling baik di era Kerajaan Majapahit.

Keris Kyai Sengkelat

Kyai Sengkelat adalah keris pusaka luk tiga belas yang diciptakan di jaman Majapahit (1466 – 1478). Tepatnya yaitu pada masa pemerintahan Prabu Kertabhumi (Brawijaya V). salah satu pusaka paling ampuh di Nusantara ini merupakan karya Mpu Supa Mandagri. Mpu Supa adalah salah satu santri Sunan Ampel. Konon bahan untuk membuat Keris Kyai Sengkelat adalah cis, sebuah besi runcing yang umunya digunakan untuk menggiring onta. Konon, besi tersebut didapat Sunan Ampel ketika sedang bermunajat. Ketika ditanya besi itu berasal darimana, dijawab lah bahwa besi itu milik Rasulullah Muhammad SAW. Maka diberikan lah besi itu kepada Mpu Supa untuk dibuat menjadi sebilah pedang, sebuah pedang sakti yang dinamakan Keris Kyai Sangkelat.

Demikian, 7 Keris dan Tombak Pusaka Paling Ampuh Di Nusantara. Semoga menambah manfaat dan pengetahuan tentang sejarah Indonesia. BARAKALLAH.

 

3,247 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Comments

comments