Fakta dan Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama dalam Adat Jawa

Fakta dan Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama dalam Adat Jawa – Dalam adat Jawa dikatakan pula bahwa jika ada anak pertama yang nekat menikah dengan anak pertama maka rumah tangganya tak akan berlangsung harmonis. Percaya atau tidak, ternyata mitos ini sudah sangat kuat mengakar pada hati sanubari seluruh masyarakat Jawa. Tak jarang banyak pasangan gagal menikah hanya gara gara mitos ini. Bagi anda yang menjadi anak pertama dalam keluarga dan saat ini hendak menikah dengan pasangan anda yang juga sebagai anak pertama tidak usah khawatir, Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama akan kita bahas lengkap disini. Mitos atau Fakta?

Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama masih menjadi teka teki, tidak semuanya benar karena faktanya banyak yang menganggap jika pernikahan keduanya justru sangatlah baik. Meski begitu, mitos masih memegang tinggi kepercayaan masyarakat. Masyarakat Jawa kadang tak peduli fakta bila mitos sudah berbicara. Karena itulah penting bagi anda untuk tahu bagaimana fakta tentang Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama ini.

7 Fakta tentang Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama

Ada sekitar 7 Fakta yang membuktikan benar atau tidaknya Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama, diantaranya sebagai berikut :

  1. Mitos Mengatakan Pernikahannya Tak Harmonis

Menurut orang Jawa banyak yang berpendapat bahwa apabila tetap menikah dengan sama-sama sulung / sama sama anak pertama, maka yang didapatkan yakni selalu bertengkar, keluarga tak harmonis dan selalu berdebat karena memiliki sifat yang sama.  Jadi akan tetap pada pendapat dan pikiran sendiri, susah untuk saling mengerti. Oleh sebab itu orang Jawa menilai bahwa pernikahan anak pertama dan anak pertama adalah tidak cocok.

  1. Anggapan Negatif Masyarakat

Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama memang mendapatkan sambutan negatif dari masyarakat sekitar dimana mereka mengatakan akan terjadi hal buruk bila tetap memaksakan diri untuk menikah. Bukan berarti pernikahan tersebut berdampak negatif tapi karena masyarakat berpikir bahwa anak pertama memiliki pemikiran yang sama-sama egois. Meskipun demikian, banyak pula masyarakat yang menilai bahwa pemikiran tersebut sangatlah generalis. Mengapa demikian?

Hal ini karena mereka menyamakan sikap dan sifat seseorang hanya karena sama-sama anak pertama. Pemikiran generalis ini juga bisa menimbulkan persepsi bahwa orang jawa begitu, orang sunda begini dan lain sebagainya. Padahal sikap dan sifat seseorang tidak bisa disamakan dari daerah asalnya atau sebagai anak keberapa dia dilahirkan.

  1. Terkenal sama sama Tangguh

Meski banyak berita miring yang menjelekkan adanya Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama namun nyatanya keduanya memiliki sikap yang sama sama tangguh. Anak pertama biasanya diajarkan untuk hidup yang prihatin sebab kondisi keuangan keluarga masih belum stabil dan merintis. Karena pengalaman hidup masa masa sulit di awal kehidupan orang tua merintis usaha itulah anak pertama memiliki sifat dan sikap yang lebih tangguh dibandingkan dengan adik-adinyak. Dengan begitu, saat menjalani pernikahan mereka dan pasangan bisa saling memotivasi agar bisa bertahan dalam menghadapi masalah pernikahan, terutama yang berkaitan dengan finansial / ekonomi.

  1. Sikap Tak Mau Mengalah

Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama dibenarkan pula dengan pernyataan diatas. Sikap keduanya yang katanya tak mau mengalah menjadi salah satu alasan orang tua melarang pernikahan mereka terjadi. Sifat tak mau mengalah ini memang memberikan dampak yang buruk pada pernikahan. Tapi jika mereka berdua bersungguh-sungguh dalam melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, maka sifat egois yang tidak mau mengalah tersebut pastinya bisa diatasi dengan baik. Meski mitos berkata hubungan mereka tak berlangsung harmonis, lawan dan buktikan dengan sikap saling mencintai antara mereka berdua.

  1. Sama Sama Berjiwa Pemimpin

Kedua pasangan yang sama sama anak pertama menjadikan mereka memiliki jiwa yang sama yaitu sebagai pemimpin. Ini berdampak pada mitos anak pertama menikah dengan anak pertama, dimana keduanya akan berebut tampuk kepemimpinan dalam rumah tangga. Meski demikian, hal ini tidak selalu berdampak negatif karena mereka yang memiliki jiwa kemimpinan dapat menyelesaikan masalah dengan baik, dengan kepala dingin. Mereka berdua harus bisa menyelesaikan masalah dengan baik tanpa ada rasa egois. Sebagai perempuan, maka sudah seharusnya menuruti kata-kata suami. Tapi sebagai suami, si suami juga harus menghargai keinginan dan kebutuhan istri.

  1. Bisa menjadi contoh untuk anak-anak nanti

Mitos anak pertama menikah dengan anak pertama juga bisa disangkal dengan fakta bahwa mereka nantinya bisa menjadi contoh untuk anak-anaknya. Anak pertama sudah terbiasa membantu orang tuanya untuk mengurusi adik-adiknya. Karena itulah anak pertama biasanya memiliki perhatian yang tinggi kepada anak-anak. Kualitas Mereka berdua dalam berhubungan baik dengan para adik bisa memperlihatkam bagaimana nantinya dia bisa mengurus anak. Selain itu, anak pertama juga menjadi contoh bagi adik-adiknya. Jika Mereka berdua gagal dalam pernikahan, maka bukan tidak mungkin jika adik-adik akan memiliki penilaian yang negatif terhadap pernikahan.

  1. Analisis Karakter Anak Pertama dan Anak Pertama

Anak pertama memiliki beberapa kecenderungan psikologis seperti memimpin, melindungi, suka mengatur, mandiri, memiliki keputusan sendiri, memiliki empati yang tinggi dan lain sebagainya. Jika semua sifat tersebut bisa Anda dan pasangan antisipasi dengan baik maka pernikahan yang indah dan harmonis bukanlah sekedar impian.

Itulah fakta dan mitos anak pertama menikah dengan anak pertama. Apapun itu yakin saja dengan jodoh anda jika anda berdua memang niat menikah hanya karena ALLAH. Semoga bermanfaat, BARAKALLAH.

 

192 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Artikel Menarik Lainya :

7 Benda Pengusir Makhluk Halus Yang Sakti Ditakuti Makhluk Ghaib
Misteri Nyi Roro Kidul dan Mitos Selendang Hijau di Pantai Selatan
Fakta dan Mitos Nyi Roro Kidul, Ratu Ghaib Penguasa Pantai Selatan
[UNIK] Mitos Angka 13 Menurut Islam dan Menurut Negara Amerika
Mitos Weton Jodoh Ketemu 25 dalam Adat Jawa Sebabkan Kematian, Benarkah?
Misteri Air Terjun Sri Gethuk Gunung Kidul dan Suara Ghaib Gamelan
8 Mitos Gunung Slamet dan Kisah Terbelahnya Pulau Jawa
Pantangan Menikah Adat Jawa, Berani Langgar Demi Cinta?

Comments

comments