Kisah dan Cara Menyebarkan Agama Islam Sunan Kudus

mesjid menara kudus sunan kudusSunan kudus adalah Salah Satu Wali dari Sembilan Wali yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Di Jawa dikenal dengan sebutan Walisongo yang bearti Sembilan Wali. Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan adalah nama asli Sunan Kudus yang merupakan putra dari Raden usman Haji atau sunan Ngudung. Sunan kudus lahir pada tahun 1500 Masehi di daerah Jipang Panolan sebelah utara kota Blora. Sunan Kudus memang bukanlah asli orang kudus, tapi beliau merupakan tokoh yang menyebarkan agama islam di kudus, dimana masyarakat kudus pada masa itu berkebanyakan beragama Hindu dan Budha.

Sunan Kudus mendirikan masjid di kota kudus pada tahun 956 Hijriyah bertepatan dengan 1549 Masehi yang diberi nama Masjid Menara Kudus yang masih berdiri hingga sekarang. Sunan Kudus mengajarkan toleransi beragama karena pada saat itu di kudus beberapa masyarakat yang sudah beragama Islam. Sunan kudus mengajarkan toleransi beragama agar tercipta kerukunan umat beragama. Sunan Kudus menyembelih kerbau dan tidak menyembelih sapi untuk menghormati umat hindu pada hari Qurban sehingga hal itu membuat umat hindu tersentuh dan tertarik masuk ke agama Islam.

Sunan Kudus juga menarik simpati umat budha dengan membuat pancuran atau padasan wudhu dengan arca diatasnya yang berjumlah delapan buah, dimana jumlah tersebut adalah jumlah ajaran Asta Sanghika Marga yang merupakan delapan ajaran agama Budha. Setelah beliau Menjelaskan tentang agama Islam yang sebenarnya dan melihat hal tersebut, umat budha berbondong-bondong datang ke masjid dan memeluk agama Islam.

Sunan Kudus juga tidak langsung menentang adat istiadat masyarakat yang melenceng dari ajaran islam, menabur bunga di sisi jalan, perempatan jalan ataupun menaruh sesajen di kuburan. Beliau mengarahkan agar fungsi sesajen yang berupa makanan lebih baik diberikan kepada orang yang butuh makan, orang yang kelaparan dan berdoa bukan kepada nenek moyang tetapi bedoa dan memohon hanya kepada Allah SWT agar adat tersebut tidak melenceng dari ajaran. Sunan Kudus selalu membacakan surat Al Baqarah, dalam bahasa Indonesia berarti sapi yang membuat umat Hindu lebih tertarik untuk mendengarkan.

Itulah sepenggal Kisah dari Sunan Kudus. Untuk lebih mendalami tentang cerita Sunan Kudus dan ingin tahu beberapa hal yang berkaitan dengan Sunan Kudus, anda bisa kunjungi ” Sunan Kudus “. Semoga kisah tersebut menjadikan anda lebih baik untuk menjaga kerukunan umat beragama seperti halnya yang dilakukan Sunan Kudus, dan lebih mendalami agama Ilsam untuk umat muslim.

 

2,197 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Comments

comments