Kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso

Kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso – Kulit putih bersih dengan paras yang cantik bermata lentik tajam menarik setiap hati yang memandang dengan rambut hitam terurai lurus. Wanita yang penuh keanggunan dengan harga diri yang tak mudah tergoyahkan, dengan hati yang takmudah ditaklukan oleh laki-laki segagah dan sesakti Bandung Bondowoso. Dialah Roro Jonggrang, wanita cantik dalam sebuah cerita legenda yang ada di tanah jawa.

Kerajaan Pengging dan kerajaan Boko, dua kerajaan besar yang bersebalahan atau bertetangga. Kerajaan pengging dengan Raja yang bijaksana yaitu Prabu Damar Maya dengan putranya, satria gagah perkasa dan sakti bernama Bandung Bandawasa. Kerajaan yang subur dan makmur.

Lain dengan kerajaan Boko. Kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Boko raja dari bangsa raksasa atau denawa pemakan manusia. Kerajaan Boko juga memiliki patih seorang raksasa bernama patih Gupala. Seperti yang diketahui, Roro Jonggrang adalah gadis yang cantik jelita. Namun gadis cantik jelita itu adalah putri dari Prabu Baka raja denawa.

Candi Sewu Roro JonggrangDengan hasrat haus akan kekuasaan, Prabu Baka berniat untuk menguasai kerajaan Pengging. Balatentara dilatih dan dibiayai untuk perang yang diperoleh dari menarik pajak rakyat. berbekal kesiapanya prabu Baka dan patih Gupala beserta Blatentara menyerang kerajaan pengging. Pertempuran hebatpun terjadi antara kerajaan Pengging dan kerajaan Boko. Bandung Bondowoso dikirim kemedan pertempuran oleh Prabu Damar Moyo untuk mengalahkan Prabu Baka.

Perkelahian antara Prabu Baka dan Bandung Bandawasa begitu hebat. Perkelahian tersebut dimenangkan oleh Bandung Bandawasa dan prabu Baka mati ditangannya dengan kesaktian yang dimiliki Bandung Bandawasa. Patih Gupalapun mundur dan kembali ke kerajaan Boko dan mengabarkan berita tersebut kepada putri Roro Jonggrang.

Pangeran Bandung Bandawasa mengejar patih guapala hingga sampai kekerajaan Boko dan menyerang masuk kekerajaan Boko beserta balatentaranya. Disanalah Bandung Bandawasa melihat wanita cantik dan memikat hatinya, yaitu putri Roro Jonggrang yang bersedih meratapi kematian ayah handanya prabu Baka. Bandung Bandawasa jatuh cinta kepada Putri Roro Jonggrang dan melamar untuk mejadi istrinya pada saat itu juga. Atas cintanya kepada ayah dan negaranya, Roro Jonggrang menolak lamaran Bandung Bandawasa, orang yang telah membunuh raja Baka dan penjajah negaranya.

Karena bujukan yang terus menerus dari Pangeran Bandung Bandawasa, akhirnya Putri Roro Jonggrang pun menerima lamaran tersebut dengan dua permintaan yang harus dikabulkan oleh Bandung Bandawasa. Permintaan yang berat dan mustahil dikabulkan. Putri Roro Jonggrang meminta dibuatkan sumur yang dinamakan sumur Jalatunda. Syarat kedua putri Roro Jonggrang meminta dibangunkan seribu candi oleh Bandung Bandawasa. Syarat yang sulit bahkan mustahil itupun disanggupi oleh Bandung Bandawasa karena rasa cintanya yang begitu kuat kepada putri Roro Jonggrang.

Sumur jalatunda dengan segera telah diselesaikan oleh Bandung Bandawasa. Bandung Bandawasa dibujuk dan berusaha diperdaya oleh putri Roro Jonggrang untuk turun ke dasar sumur. Setelah Bandung Bandawasa sampai ke dasar sumur, sumur tersebut ditutup, diruntuhkan dan Bandung Bandawasa dikubur hidup-hidup di dalam sumur oleh Patih Gupala yang disuruh oleh Putri Roro Jonggrang. Namun, karena kesaktiannya sang Pangeran menjebol reruntuhan dan keluar dari dasar sumur tersebut.

Tentu saja merasa di hianati, pangeran marah kepada putri Roro Jonggrang, tapi kemarahan itu tidak bertahan lama karena kecantikan dan bujuk rayu sang putri yang meredakan kemarahan sang pangeran. Syarat kedua yang harus dilakukan sang Pangeran adalah membangun Seribu candi dalam waktu semalam. Tentu saja hal tersebut tidak mungkin untuk diselesaikan hanya dengan waktu semalam.

Bandung Bandawasa memanggil bala bantuan makhluk halus, jin setan dan dedemit yang berhasil menyelesaikan 999 candi. Putri Roro Jonggrang berusaha menggagalkan tugas sang pangeran dengan memerintahkan dayang istana, para perempuan desa untuk mulai menumbuk padi dan membakar jerami disisi timur untuk menandakan pagi telah tiba. Para makhluk halus kembali bersembunyi mengira matahari telah terbit dan akhirnya hanya selesai 999 candi.

Bandung Bandawasa sangat murka setelah mengetahui ditipu oleh Roro Jonggrang untuk kedua kalinya. Untuk melengkapi 999 candi menjadi seribu candi, Roro Jonggrang dikutuk menjadi batu oleh Bandung Bandawasa. Arca terindah untuk melengkapi seribu candi yang masih berdiri hingga saat ini yang terletak di ruang utara candi utama Prambanan yaitu arca Durga. Istana Prabu Baka yang terletak di dekat Prambanan. Semua masih berdiri hingga saat ini, dan dikenal dengan sebutan candi Sewu.

Untuk mengetahui cerita, mitos dan misteri Candi Sewu dan Roro Jongrang lebih lagi, anda bisa melihatnya di ” Roro Jonggrang “.

 

1,875 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Comments

comments