Karimunjawa, Sejarah dan Asal Usul Hingga Jadi Destinasi Wisata dan Tempat Ziarah

Karimunjawa, Sejarah dan Asal Usul Hingga Jadi Destinasi Wisata dan Tempat Ziarah – Berbicara mengenai Karimun Jawa, kita tentu ingat sebuah lokasi wisata yang begitu memukau. Pantai yang indah, awan yang membiru dan banyak sekali destinasi wisata di sana. Pulau yang terletak di dekat kota Jepara Jawa Tengah ini menjadi salah satu lokasi paling diburu saat liburan tiba. Namun pernahkah anda mencari tahu sejarah Karimun Jawa? Berikut cerita kisah asal usul Pulau Karimunjawa sebagai tempat wisata yang juga menjadi tempat ziarah wali.

Adalah Sunan Nyamplungan, seorang putra dari Sunan Muria yang memberikan nama Pulau Karimunjawa tersebut. Sunan Nyamplungan dengan nama asli Amir Hasan sangat dimanjakan oleh ibunya, Dewi Sujinah hingga tumbuh menjadi anak yang agak nakal. Tentu sebagai ayah Sunan Muria tidak setuju dengan pola didik memanjakan yang diberikan Dewi Sujinah pada anaknya tersebut. Oleh karenanya Amir Hasan kecil dititipkan pada pamannya, Sunan Kudus yang tidak lain adalah kakak Sunan Muria.

Asal Usul Nama Pulau Karimunjawa dan Gelar Sunan Nyamplung

Bersama pamannya itu Amir Hasan banyak mengalami perubahan positif,  yang tentu membuat Sunan Muria sangat bangga. Untuk membuktikan pengetahuan Islam putranya, ia lalu menyuruh Amir Hasan pergi ke sebuah pulau terisolasi yang samar-samar terlihat dari puncak gunung Muria. Pergi ke Pulau kremun-kremun dari Gunung Muria itu, Amir Hasan dibekali dengan 2 lembar pohon nyamplung. Perjalanan panjang dengan berlayar di laut luas, akhirnya berakhir di pulau ini bertujuan. Amir Hasan memutuskan untuk tinggal di pulau itu.

Di pulau yang kremun-kremun nampak dari Gunung itulah Amir Hasan menanam banyak pohon Nyamplung untuk memperindah pulau itu hingga pohonnya tumbuh dan berkembang begitu banyak. Pulau yang samar-samar terlihat dari puncak Gunung Muria milik wilayah Jawa ini kemudian diberinya nama “KarimunJawa”. Dan Amir Hasan sendiri kemudian diberi nama “Sunan Nyamplung” atau Sunan Nyamplungan.

Makhluk Astral dan Benda Bertuah Penjaga Sunan Nyamplung di Karimunjawa

Ada beberapa benda bertuah dan makhluk ghaib yang menjaga pulau Karimunjawa yang juga menjadi benda bertuah peninggalan Sunan Nyamplung. Beberapa diantaranya yaitu :

Lele Dumbo Tanpa Patil

Ketika Dewi Sujinah istri Sunan Muria tak kunjung menemukan anaknya, dia bertanya kepada suaminya di mana perginya Hasan Amir. Sunan Muria menjawab bahwa anaknya diminta untuk pergi ke pulau terpencil yang kremun-kremun nampak dari Gunung di utara pulau Jawa. Dewi Sujinah memutuskan untuk menemui anaknya, Amir Hasan. Dia membawa makanan kesukaan Amir Hasan yaitu “Pecel lele”. Sayangnya dia tak kunjung menemui Amir Hasan. Sehingga dia melemparkan makanan tersebut ke laut. Sangat ajaib, makanan tersebut ternyata sampai kepada Amir Hasan (Sunan Nyamplung). Ikan lele di pulau ini disebut Legon Lele, daerah ini terletak dan bagian paling ujung dari Karimunjawa. Sehingga sampai sekarang ikan lele di daerah ini sama sekali tak punya patil.

Siput Bolong

Selain membawakan Pecel lele, Dewi Sujinah juga membawakan pepes siput (besusul dalam bahasa Jawa) kesukaan Amir Hasan yang lain. Rasa kecewa Nyai Sunan Muria yang tidak berhasil menyusul putranya yang berangkat menuju Karimunjawa dilampiaskan beliau dengan melemparkan pecel lele dan makanan siput tersebut ke laut. Sama halnya dengan masakan pecel lele maka masakan siput ini juga terdampar di perairan Karimun jawa yaitu di legon lele ini memiliki ciri khas yaitu punggungnya bolong (berlubang) dan terkenal dengan nama “SIPUT BOLONG”.

Kayu Dewa Daru

Di daerah Karimunjawa juga dikenal adanya “KAYU DEWA” dimana kayu ini dipercaya bisa menjadi sarana spiritual perlindungan diri dari segala marabahaya. Barang siapa mau menyimpan kayu tersebut di rumah, ia akan terhindar dari ancaman pencuri atau niat jahat seseorang. Kayu dewadaru ini jika anda letakkan di air, tidak terapung seperti jenis kayu pada umumnya, namun kayu tersebut bisa tenggelam. Namun sayangnya banyak orang tidak berani membawa kayu dewadaru keluar pulau Karimunjawa, karena takut akan bahaya yang akan menimpa di perjalanan. Biasanya orang orang khusus yang mampu membawa pulang, seperti halnya Kang Masrukhan seorang pakar ilmu Spiritual.

Ular Buta

Diriwayatkan, suatu ketika saat Sunan Nyamplung sedang berjalan ternyata ada seekor ular yang bertubuh pendek berwarna dengan bisa yang berbahaya. Ular tersebut mencoba untuk menggigit beliau dan ternyata tidak mempan. Akibat dari peristiwa itu Sunan Nyamplung menjadi marah dan mengutuk ular tersebut menjadi buta. Sampai saat ini jenis ular yang dikenal dengan nama “ULAR EDOR” matanya buta, umumnya tidak mampu untuk bergerak di siang hari.

Kayu Kalimasada

Selain kayu Dewadaru, masih ada jenis kayu lain yang juga memiliki tuah dan legenda yang dinamai dengan kayu Kalimasada. Memang pada masa keberadaan Sunan Nyamplung di Karimunjawa, begitu banyak kejadian/ peristiwa mitos yang sulit dipahami dengan akal dan pikiran layaknya manusia biasa. Ada yang berpendapat bahwa kayu tersebut juga dapat digunakan oleh orang-orang pintar dengan cara memasukan do’a/mantra sesuai dengan keinginan masing – masing.

Kayu Setigi

Selain kayu Dewadaru dan Kayu Kalimasada juga ada satu lagi jenis kayu unik di karimunjawa, yaitu Katu Setigi. Pada saat itu Karimunjawa masih berupa hutan belantara yang belum pernah dijamah oleh manusia. Banyak terdapat berbagai tanaman yang tumbuh dan hewan/ binatang liar yang ganas dan salah satunya adalah jenis ular edor. Konon pernah dikisahkan bahwa ketika Amir Hasan (Sunan Nyamplungan) mengadakan perjalanan di hutan, di tengah-tengah perjalanan beliau digigit seekor ular berbisa, namun ternyata gigitan ular tersebut tidak mampu melemahkan kekuatan Sunan Nyamplungan. Setelah terkena gigitan itu Sang Sunan menjadi marah dan bersabda sambil menunjuk ke arah ular dengan memegang tongkat kayu setigi. Akibat dari sabda Sunan, sang ular menjadi rabun. Kayu Setigi ini akan tenggelam jika dimasukkan ke air dan dapat menyerap bisa ular/binatang beracun lainnya.

 

1,795 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Comments

comments