Kategori: Walisongo

Tradisi Dandangan Bermula dari Zaman Sunan Kudus

Tradisi Dandangan Bermula dari Zaman Sunan Kudus – Mendekati Bln. Ramadhan tiba, kota kudus jadi ramai pengunjung dari beragam daerah kota kudus serta sekitarnya seperti Pati, Demak serta Jepara yang tumpah ruah penuhi selama jalan dari menara kudus sampai ke alun alun kota kudus. Susana jalan bakal jadi tidak sama, terlihat ramai serta penuh sesak keramaian berikut yang dimaksud dengan Dandangan, Keramaian dalam menyongsong bln. suci Ramadhan ini adalah peninggalan Sunan Kudus yang telah jadi kebiasaan khas orang-orang kudus saat Ramadhan tiba. Continue reading “Tradisi Dandangan Bermula dari Zaman Sunan Kudus”

575 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Mengenal Walisongo dan Kisah Asal Usulnya

Mengenal Walisongo dan Kisah Asal Usulnya – Walisongo merupakan sebuah majelis dakwah yang pertama kali. Kisah Walisongo diawali dari Wali songo yang didirikan oleh Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) pada tahun 1404 Masehi (808 Hijriah). Anggota majelis dakwah Walisongo saat itu antara lain: Maulana Malik Ibrahim sendiri, Maulana Ishaq (Sunan Wali Lanang), Maulana Ahmad Jumadil Kubro (Sunan Kubrawi); Maulana Muhammad Al-Maghrabi (Sunan Maghribi); Maulana Malik Isra’il (dari Champa), Maulana Muhammad Ali Akbar, Maulana Hasanuddin, Maulana ‘Aliyuddin, dan Syekh Subakir. Dari nama para Walisongo tersebut, terdapat sembilan nama yang dikenal masyarakat sebagai anggota Walisongo yang paling terkenal, ialah :

  • Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim – Gapura Wetan, Gresik
  • Sunan Ampel atau Raden Rahmat – Ampeldenta, Surabaya
  • Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim – Tuban
  • Sunan Drajat atau Raden Qasim – Paciran
  • Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq -Kudus
  • Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin – Giri, Gresik
  • Sunan Kalijaga atau Raden Said – Kadilangu, Demak
  • Sunan Muria atau Raden Umar Said – Kolo, Gunung Muria
  • Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah – Gunung Sembung, Cirebon

Maulana Malik Ibrahim merupakan anggota tertua. Sunan Ampel merupakan anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah anak saudara dari Maulana Malik Ibrahim yang merupakan sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak dari Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat dan sekaligus murid dari Sunan Bonang. Sunan Muria anak dari Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid dari Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang sudah lebih dahulu meninggal.

Beliau-beliau menyebarkan agama Islam dengan cara halus dan tidak langsung melarang adat-istiadat jawa yang pada saat itu sebagian berlainan dengan ajaran Islam. Beberapa walisongo mempunyai ilmu-ilmu tertentu. Ilmu-ilmu diperoleh karena taqwa dan keimanan beliau-beliau yang sangat tinggi dan mendekatkan diri selalu kepada Allah SWT. Setiap saat berzikir dan wilid hanya kepada Allah SWT.

Makam-makan Walisongo hingga sekarangpun tidak pernah sepi dari pengunjung dan peziarah. Semoga sejarah tersebut membuat kita lebih ingin selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Sebagai referensi agar selalu ingat kepada-Nya dan lebih rajin beribadah, bisa anda kunjungi >> “ Tasbih Karomah”.

354 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Kisah Sunan Muria dan Pertemuannya dengan Dewi Roroyono

Kisah Sunan Muria dan Pertemuannya dengan Dewi Roroyono – Sunan Muria merupakan anak dari Sunan Kalijaga dan Dewi Saroh. Nama asli Sunan Muria adalah Raden Umar Said. Beliau dipanggil Sunan Muria karena tempat tinggal terakhir Beliau adalah di lereng gunung Muria. Gunung Muria terletak di kota Kudus sebelah utara. Tempat tinggal beliau ada di Colo, yaitu salah satu puncak Gunung Muria.

Sunan Muria masih mempertahankan alat dakwahnya dari seni gamelan dan wayang untuk meyampaikan ajaran Islam. Sinom dan Kinanti adalah salah satu media seni dari hasil dakwah beliau. Sunan Muria juga mengajarkan keterampilan bercocok tanam maupun berdagang saat bergaul bersama masyarakat. Continue reading “Kisah Sunan Muria dan Pertemuannya dengan Dewi Roroyono”

661 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Sunan Kudus

 Kisah dan Cara Menyebarkan Agama Islam Sunan Kudus

mesjid menara kudus sunan kudusSunan kudus adalah Salah Satu Wali dari Sembilan Wali yang menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Di Jawa dikenal dengan sebutan Walisongo yang bearti Sembilan Wali. Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan adalah nama asli Sunan Kudus yang merupakan putra dari Raden usman Haji atau sunan Ngudung. Sunan kudus lahir pada tahun 1500 Masehi di daerah Jipang Panolan sebelah utara kota Blora. Sunan Kudus memang bukanlah asli orang kudus, tapi beliau merupakan tokoh yang menyebarkan agama islam di kudus, dimana masyarakat kudus pada masa itu berkebanyakan beragama Hindu dan Budha.

Sunan Kudus mendirikan masjid di kota kudus pada tahun 956 Hijriyah bertepatan dengan 1549 Masehi yang diberi nama Masjid Menara Kudus yang masih berdiri hingga sekarang. Sunan Kudus mengajarkan toleransi beragama karena pada saat itu di kudus beberapa masyarakat yang sudah beragama Islam. Sunan kudus mengajarkan toleransi beragama agar tercipta kerukunan umat beragama. Sunan Kudus menyembelih kerbau dan tidak menyembelih sapi untuk menghormati umat hindu pada hari Qurban sehingga hal itu membuat umat hindu tersentuh dan tertarik masuk ke agama Islam. Continue reading “Sunan Kudus”

1,198 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Sunan Kalijaga

 Kisah Sunan Kalijaga Menjadi Wali

Sunan_KalijagaSunan Kalijaga merupakan anak dari Tumenggung Wlilatikta atau yang disebut sebagai Raden Suhur keterununan Ranggalawe. Raden suhur sudah beragama Islam pada masa itu, walau keturunan dari Ranggalawe yang beragama Hindu. Sedangkan Nama asli Sunan Kli Jaga adalah Raden Said. Sejak kecil Raden Said sudah mengenal agama Islam. Beliau belajar agama islam dari guru agama Kadipaten Tuban.

Setelah melihat keadaan rakyat jelata yang begitu berlawanan dengan apa yang di bayangkannya, Beliaupun mulai membenci yang telah dilakukan pemerintahan terhadap rakyatnya. Oknum-oknum pejabat yang begitu keras saat meminta upah pajak terhadap rakyat, membuat Raden Said merasa marah dalam hatinya dan mulai memberontak. Beliau melihat kondisi rakyat yang dipersulit, dan dibuat semakin menderita pada musim kemarau yang panjang diharuskan membayar pajak yang tidak sesuai keadaan yang ada. Continue reading “Sunan Kalijaga”

565 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini