Kategori: Mitos

Mitos Jumlah Neptu Yang Tidak Boleh Menikah Menurut Primbon Jawa Kuno

Mitos Jumlah Neptu Yang Tidak Boleh Menikah Menurut Primbon Jawa Kuno – Dalam adat Jawa, sebelum kedua orang melangsungkan pernikahan maka ada beberapa proses yang harus dilakukan yaitu salah satunya yang paling penting adalah perhitungan weton. Weton kedua mempelai harus dihitung dan dicocokkan, mengapa? Hal ini ternyata menurut adat Jawa sangat berpengaruh pada kelangsungan rumah tangga keduanya juga berpengaruh pada hubungan kedua keluarga. Nah, mitos yang beredar ternyata ada jumlah neptu yang tidak boleh menikah.

Mitos tentang jumlah neptu yang tidak boleh menikah inilah yang kadang membuat kedua mempelai takut melangkah ke pelaminan. Kadang, ada dua insan yang siap menikah dan saling mencintai namun pernikahan mereka terhalang oleh hitungan weton. Hal inilah yang kadang menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Entah percaya atau tidak yang pasti ada beberapa jumlah neptu yang tidak boleh menikah dalam adat Jawad an terbukti membawa nasib buruk jika dilanggar.

jumlah neptu yang tidak boleh menikah itu berapa saja sih? Dalam artikel ini akan kami bahas secara lengkap untuk anda. Mari baca seterusnya!

Jumlah Neptu Yang Tidak Boleh Menikah

Ada beberapa jumlah neptu yang tidak boleh menikah yang ada dalam primbon Jawa Kuno, dan berikut adalah jumlah neptu tersebut :

Jumlah Neptu 25

Ternyata jika kedua mempelai wetonnya dijumlah dan ketemu 25 maka pernikahan ini dilarang dalam adat Jawa. Jika hal ini dilanggar dan kedua pasangan tetap menikah maka salah satu orang tua akan meninggal. Percaya tak percaya tapi mitos ini sudah terlanjur dipercaya masyarakat dan banyak yang sudah membuktikannya. Meski pada beberapa kasus mitos ini tidak terjadi.

Jumlah neptu yang tidak boleh menikah ini menjadi tantangan bagi kedua pasangan pengantin untuk mencari solusi terbaik. Biasanya jika keduanya yakin tak akan terjadi dan pasrah pada yang Maha Kuasa justru mitos menakutkan ini tak terjadi. Bahkan ada sebuah solusi mudah yaitu melakukan ruwatan pengantin untuk menghindari sengkala / kesialan karena jumlah weton terlarang ini.

Misalnya weton pasangan ketemu 25 adalah Minggu Kliwon – Senin Kliwon, Minggu Wage – Kamis Kliwon, Senin Wage – Minggu Kliwon, Jumat Legi – Sabtu Legi, Minggu Legi – Jumat Pahing, Jumat Pon  – Selasa Pahing, Rabu Wage – Sabtu Legi dan masih banyak lagi weton jodoh yang ketemu 25 jika dijumlahkan.

Jumlah Neptu 26

Jumlah neptu yang tidak boleh menikah beriktunya adalah 26. Bila kedua calon pengantin memiliki neptu weton yang bertemu 26 jika dijumlah maka mitos Jawa Kuno mengatakan bahwa pernikahan keduanya sangatlah berat. Akan mengalami rintangan yang teramat berat dari segi apapun. Perjalanan terjal akan menghiasai keluarga mereka ke depannya.

Untuk jumlah neptu 26, istilahnya adalah Satrio Penantang, atau Beddu dan banyak istilahnya, yang menyatakan bahwa apapun alasannya pernikahan dengan jumlah neptu 26 adalah TIDAK BOLEH menurut adat Jawa. Jumlah neptu yang tidak boleh menikah ini misalnya antara weton Kamis Wage – Jumat Kliwon, Minggu Legi – Rabu Pahing, Minggu Wage – Kamis Pahing, Sabtu Wage – Jumat Pon, Jumat Legi – Jumat Pahing, Rabu Kliwon – Senin Pon, Kamis Pahing – Senin Legi, Selasa Kliwon – Kamis Pon, dan lain sebagainya.

Weton Wage Pahing

Selain Jumlah neptu yang tidak boleh menikah, jenis pasaran dari hari kelahiran juga dilarang untuk menikah dalam adat Jawa. Misalnya, pasaran Wage dan Pahing. Dalam adat jawa dikatakan pernikahan wage pahing selalu dihiasi dengan perdebatan. Keluarga mereka tak akan harmonis karena sering bertengkar.

Banyak sekali pasangan yang gagal menikah hanya karena weton mereka yang berseberangan. Weton Wage dan Pahing adalah weton terlarang menikah karena dipercaya kedua weton tersebut memiliki prinsip berseberangan sehingga akan terus mengalami cek cok jika dipaksakan untuk menikah. Keduanya akan saling berbeda pendapat, tidak ada yang mau mengalah dan maunya menang sendiri.

Entah benar atau tidak mitos ini, namun ada seorang paranormal yang mengatakan bahwa pernikahan keduanya antara wage dan pahing ternyata sangatlah bagus.

“Wage adalah lambang kekuatan, sedang pahing adalah lambang dari kemasyuran. Ketika kombinasi ini diletakkan pada tempat yang tepat, dari mereka akan terlahir pemimpin – pemimpin besar revolusi. Kerjasama antara matahari dengan samudra salah satunya mampu “menjadikan” hujan. Jika wage pahing dapat memaksimalkan diri, dari mereka akan dapat menumbuhkan kembali kehidupan”, Ujar Kang Masrukhan (Sumber : www.Parapsikologi.Co.Id)

Itulah Jumlah neptu yang tidak boleh menikah, anda boleh percaya boleh tidak karena semua ini hanyalah prediksi manusia. Semua ada di tangan Tuhan / Allah SWT. Namun lebih amannya saya sarankan anda untuk menghindari balak atau kesialan dengan cara perbanyak berdoa, lebih mendekatkan diri kepada-NYA atau melakukan pembersihan diri / ruwatan. Dengan berbagai cara bisa dengan bantuan orang pintar untuk memberkahi anda berdua dengan doa ataupun dengan melakukan tirakat batin / spiritual sendiri.

Demikian semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.

173 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Pantangan Menikah Adat Jawa, Berani Langgar Demi Cinta?

Pantangan Menikah Adat Jawa, Berani Langgar Demi Cinta? – Pernikahan sejatinya adalah penyatuan dua hati antara pria dan wanita. Namun dalam adat Jawa sendiri ada beberapa hal yang pasti harus diperhatikan. Bahkan adat Jawa menyatakan ada beberapa pantangan sebelum orang melangsungkan pernikahan. Mitos pernikahan adat jawa ini biasanya menjadi satu halangan cinta kedua manusia, karena meski saling mencintai namun pernikahan mereka terhalang oleh mitos pernikahan adat Jawa. Pantangan menikah adat Jawa ini apa saja? Mari perhatikan 6 Mitos berikut ini!

Mitos Pernikahan Jilu (Siji karo Telu)

Pantangan menikah adat Jawa yang pertama adalah pernikahan Jilu atau pernikahan Siji karo Telu. Khususnya di Jawa Timur, pernikahan Jilu sangat sangat dilarang. Pernikahan Jilu adalah pernikahan antara anak pertama dengan anak ketiga. Baik pihak wanita yang anak pertama dan pria anak ketiga juga pihak pria anak pertama dan wanita anak ketiga sama sama tidak boleh menikah menurut adat Jawa.

Dalam kepercayaanya jika pernikahan ini tetap dilangsungkan maka akan mendatangkan sial bagi rumah tangganya kelak. Entah mitos ini benar atau tidak yang pasti kepercayaan ini sangat melekat di masyarakat hingga mereka banyak yang percaya bahwa pernikahan Jilu benar benar tak bisa dilangsungkan.

Mitos Menikah di Bulan Suro

Bulan Suro dianggap sebagai pantangan menikah adat Jawa, karena dianggap bulan keramat dan membuat malapetaka datang. Padahal dalam pandangan Islam, bulan Suro adalah bulan suci dan dinamakan Bulannya Allah. Lalu mengapa dianggap sebagai bulan penuh kesialan? Entah dari mana mitos ini bermula yang pasti sampai saat ini masyarakat Jawa tak mau melangsungkan pernikahan kala Bulan Suro tiba.

Pada bulan Suro ini masyarakat jawa banyak yang percaya tentang mitos terkait ratu pantai selatan atau yang lebih di kenal dengan nama ” Nyi Roro Kidul” tengah melangsungkan hajatan. Hingga jika acara pernikahan tetap di langsungkan pada bulan ini, akan menimbulkan balak bagi rumah tangga dan keluarganya kelak. Itulah asal usul mitos pernikahan bulan Suro dilarang dalam adat Jawa.

Rumah Berhadapan di Larang Menikah dalam Adat Jawa

Pantangan menikah adat Jawa berikutnya yaitu pernikahan yang mana Rumah mempelai berdua saling berhadapan. Para orang tua khususnya di Jawa banyak yang masih percaya mitos pernikahan tersebut. Entah apa yang mendasari mitos ini sebab jika mitos ini di langgar mereka percaya keluarga sang mempelai dari kedua belah pihak juga akan mengalami hal buruk di kemudian hari. Benar atau tidak masih menjadi teka teki tapi yang pasti banyak yang membuktikan mitos ini benar terjadi.

Posisi Rumah Ngalor Ngulon Dilarang Menikah

Sering kita mendengar bahwa menikah yang memiliki arah ke barat laut ataupun sering di sebut arah ngalor ngulon merupakan hal yang menjadi pantangan. Namun ada juga yang menganggap bahwa pernikahan arah ngalor ngulon di larang merupakan mitos belaka. Tidak tahu alasan yang pasti mengapa hal ini terus dipercaya turun temurun meskipun sudah memasuki era modern. Khususnya pada masyarakat yang tinggal di pedesaan, mitos ini sangat kental.

Orang tua keluarga Jawa sangat percaya dengan tradisi primbon dan weton mereka, sehingga sulit bagi mereka melepaskan diri dari kungkungan tradisi. Yang penting bagi generasi muda adalah jangan sampai mempercayai tradisi yang bertentangan dengan syariah Islam. Namun kembali lagi Pantangan menikah adat Jawa ini sudah terlanjur dipercaya dan biasanya akan terbukti karena keyakinan tersebut.

Pernikahan Siji Jejer Telu ( Satu Berjajar Tiga )

Berbeda dengan “Jilu” siji jejer telu maksutnya jika pasangan yang akan menikah sama-sama anak pertama serta salah satu orang tua dari pasangan juga merupakan anak pertama, sehingga jika disusun dalam angka menjadi 111 ( satu berjajar tiga). Sebagian orang jawa masih mempercayai jika hal ini di langgar maka rumah tangga pasangan tidak akan sejahtera. Entah benar atau tidak, yang pasti Pantangan menikah adat Jawa ini sangat diyakini masyarakat.

Larangan Menikah Jawa – Sunda

Pantangan menikah adat Jawa Sunda ini sudah terkenal sejak dahulu. Sebagian masyarakat Jawa masih juga ada yang mempercayai mitos tersebut. Yang mana jika hal ini dilanggar maka hidupnya akan sengsara. Sejarah dari munculnya mitos ini berasal dari kisah jaman dahulu yaitu terjadinya perang babat antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda. Sehingga antara Jawa dan Sunda dinilai tak pernah bisa akur bahkan meski dengan cara pernikahan sekalipun.

Itulah mitos pantangan menikah adat Jawa yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.

 

 

 

176 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

8 Mitos Gunung Slamet dan Kisah Terbelahnya Pulau Jawa

8 Mitos Gunung Slamet dan Kisah Terbelahnya Pulau Jawa – Gunung Slamet merupakan sebuah gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Gunung yang terletak di lima kabupaten sekaligus ini, yaitu kabupaten Banyumas, Brebes, Tegal, Purbalingga, dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia ini menjadi gunung kedua paling tinggi di Tanah Jawa. Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.428 mdpl (11.247 kaki). Banyak para pendaki yang datang ke gunung ini untuk menaklukkan ketinggiannya. Selain keindahannya yang memukau dengan pemandangan alamnya yang penuh pesona, ternyata banyak cerita tentang mutos Gunung Slamet yang begitu mengerikan.

Mitos Gunung Slamet yang paling mengerikan adalah dijadikannya gunung ini sebagai tanda terbelahnya pulau jawa. Tak hanya itu saja, bahkan ada 7 mitos mengerikan tentang gunung berapi ini. Dalam mendaki puncak gunung slamet tentu para pendaki dapat melewati beberapa jalur diantaranya, jalur guci, jalur bambangan, jalur baturaden, ataupun jalur dukuhliwung. Adapun mitos dan misteri Gunung Slamet yang cukup membuat bulu kita merinding adalah sebagai berikut!

8 Mitos Gunung Slamet yang Mengerikan

Ada sekitar 8 mitos Gunung Slamet yang tak banyak orang tau. Mitos tersebut diantaranya :

Terdapat Makhluk Kecil

Mengenai mitos dan misteri Gunung Slamet yang satu ini, konon kabarnya ada seorang manusia tersesat dan tidak dapat kembali kerumahnya. Dia bertahan hidup dengan cara memakan daun-daunan disana. Hingga pada akhirnya seiring dengan kebiasaan seperti hewan tersebut dia kehilangan jati dirinya sebagai manusia normal. Apabila ada pendaki sedang lewat, makluk kecil itu lari ketakutan dan bersembunyi. Tak heran apabila orang melewatinya tidak mengetahui tentang keberadaan mahkluk tersebut. Seperti hewan, jika ada seorang pendaki atau pengunjung datang ke gunung ini secara buru-buru ia akan bersembunyi untuk mengamankan diri sehingga mereka tidak mengetahui keberadaannya.

Lokasi Gunung Angker

Gunung Slamet dikenal sebagai salah satu gunung angker yang ada di Jawa. Mitos ini sudah beredar di berbagai daerah bahwa gunung slamet dikenal sebagai tempat angker dalam arti banyak jin, hantu ataupun demit bergentayangan. Jadi jangan kaget apabila anda sedang berfoto disana tidak sengaja merekam penampakan.

Sebagai Pintu Kerajaan Ghaib

Tak hanya di pantai selatan saja yang menjadi pintu gerbang kerajaan gaib, ternyata Gunung Slamet juga menjadi pintu gerbang kerajaan gaib. Salah satu jalur pendakian, yaitu jalur Bambangan. Jalur ini dikenal angker, sehingga usut punya usut jalur ini menjadi pintu gerbang kerajaan ghaib. Di jalur ini anda akan melihat 2 pohon besar yang layaknya sebuah pintu gerbang yang amat besar. Ada sebuah mitos yang masih dipercaya hingga kini, ialah mitos tentang pos samarantu. Pos inilah yang kabarnya cukup angker dan terdapat banyak hantu tidak terlihat. Cocok dengan nama pos tersebut, SAMARANTU yang juga berarti hantu.

Pos Samarantu

Mitos Gunung Slamet mengenai pos samarantu masih dipertanyakan hingga kini. Banyak yang percaya meski tak banyak yang mampu membuktikan keberadaan tempat ini. Salah satu pos yang cukup dibilang angker yakni pos bernama samarantu, konon pos tersebut banyak sekali hantu ataupun demit bergentayangan. Walaupun banyak yang gentayangan penting tidak mengganggu saja.

Terdapat Pasar Hantu

Selain di Gunung Merapi, ternyata mitos Gunung Slamet juga menceritakan adanya pasar hantu atau pasar gaib. Konon, kabarnya dahulu ada orang yang mendengar suara birisik di punggung bukit saat malam hari. Tentu suara tersebut bukan dari angin bertiup kencang melainkan suara tersebut layaknya seperti suasana pasar. Kemudian orang setempat menyatakan daerah punggung bukit ini sebagai daerah pasar setan atau pasar hantu. Sebab suara berisik itu layaknya suasana pasar yang tidak dapat terlihat namun suaranya dapat didengar.

Air Terjun Guci

Mitos Gunung Slamet selanjutnya adalah tentang adanya air terjun Guci. Air terjun Guci yang terletak di lereng gunung slamet Yakni tepatnya di kota slawi adalah air terjun yang cukup populer hingga saat ini sebagai objek wisata. Konon kabarnya air tersebut memiliki khasiat dan manfaat dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit, selain itu air tersebut juga mampu untuk meningkatkan daya tarik lawan jenis sensual untuk kaum perempuan.

Sebagai Tempat Pesugihan

Selain Gunung Kemukus, Gunung Slamet menjadi tempat mendapatkan pesugihan. Pesugihan ini tepatnya ada di Air Terjun Guci. Selain mampu menyembuhkan bermacam penyakit kulit, konon kabarnya air terjun guci tersebut juga dapat sebagai tempat pesuihan dan terdapat siluman yang menyebutnya warna disana ialah naga cerek.

Gunung Pembelah Pulau Jawa

Walaupun hanya cerita mitos Gunung Slamet saja, tetapi sungguh mengerikan. Mitos ini menceritakan jika Gunung Slamet mengalami erupsi, meletusnya gunung slamet akan mampu membelah pulau jawa menjadi dua bagian. Tidak terbayang jika memang benar gunung slamet benar benar meletus, sebab gunung slamet merupakan gunung kedua tertinggi pulau jawa. Tentu sekitar wilayah tersebut masuk dalam jangkuan terkena semburan awan panas.

Itulah mitos Gunung Slamet yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk anda. BARAKALLAH.

 

405 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Mitos Dan Solusi Pernikahan Ngalor Ngulon Yang Terlarang Dalam Adat Jawa

Mitos Dan Solusi Pernikahan Ngalor Ngulon Yang Terlarang Dalam Adat Jawa – Begitu banyak mitos dan larangan dalam pernikahan adat Jawa. Mulai dari larangan weton, misalnya weton Wage dan Pahing. Kemudian masalah posisi rumah atau letak rumah kedua mempelai / calon pengantin yang dikatakan pernikahan ngalor ngulon juga ternyata terlarang. lalu bagaimana jika keduanya mantap menikah? Apakah harus pindah rumah lebih dahulu? Dalam artikel ini akan kami bahas mengenai mitos dan solusi pernikahan ngalor ngulon yang ternyata dilarang dalam kepercayaan adat Jawa.

Kepercayaan adat Jawa memang sangat kental dan begitu diyakini kebenarannya. Mitos tentang pernikahan ngalor ngulon katanya menyebabkan ketidak harmonisan, menyebabkan bencana bagi kedua pengantin dan banyak terjadi hal hal buruk dalam pernikahannya. Namun jika dipikirkan dengan logika dimana hubungannya antara letak atau posisi rumah dengan hal hal yang terjadi sepanjang pernikahan? Ya, itulah mitos Kejawen. Apapun alasannya, entah logis atau tidak namun sudah menjadi kepercayaan yang mengakar pada diri masyarakat Jawa. Lalu, bagaimana juga solusi pernikahan ngalor ngulon? Baca selengkapnya!

Alasan Mitos Pernikahan Ngalor Ngulon

Sebelum mengetahui solusi pernikahan ngalor ngulon. Mengapa ada larangan melangsungkan pernikahan jika rumah calon pengantin memenuhi kondisi posisi rumah Ngalor Ngulon?

Seperti yang dikisahkan oleh seorang paranormal asal Kudus – Jawa tengah bernama Kang Masrukhan dimana arah ngalor itu adalah arah orang mati yang dikuburkan. Arah ngulon itu arah wajah orang mati yang dikuburkan. Jadi ngalor ngulon itu sama seperti orang mati dikuburkan. Kepercayaan yang muncul akibat ngalor-ngulon ini adalah nantinya kehidupan berumah tangga akan seperti orang mati. Rasanya seperti kematian. Bencana besar sehingga menyebabkan rumah tangga seperti mati. Bahkan sampai kepercayaan yaa anggota keluarga baik suami atau istri akan mati jika melanggar perhitungan ngalor-ngulon ini. Filosofinya pernikahan ngalor ngulon menurut orang Jawa adalah seperti itu.

Solusi Pernikahan Ngalor Ngulon Menurut Islam

Meski dalam Islam tidak ada larangan seperti ini namun solusi pernikahan ngalor ngulon dalam Islam adalah tetap berpegang pada kepercayaan Islam, percaya pada hidayah dan karunia ALLAH. Yakinlah bahwa Allah adalah yang menentukan, kematian, jodoh dan rezeki seseorang. Niat baik seperti menikah adalah niat yang diridhoi Allah sehingga tak ada yang menghalangi selama niat baik itu anda laksanakan sebagai mana mestinya.

Tetapi mitos pernikahan ngalor ngulon ini adalah sebuah kebenaran bagi penganut kepercayaan kejawen. Ada orang yang sudah mengerti ajaran islam, tetapi mati-matian mempertahankan ajaran kejawennya. Ada pula orang yang marah dan tersinggung ketika disampaikan padanya tentang ajaran islam mengenai ilmu ketuhanan yang benar benar bersih tanpa campur tangan adat istiadat. Bahkan ada orang yang dengan logikanya tetap membenarkan kedua ajaran ini dan memakai keduanya.

Solusi Pernikahan Ngalor Ngulon Versi Kejawen

Dalam adat jawa, solusi pernikahan ngalor ngulon ini adalah dengan melakukan ruwatan ghaib. Untuk membuang pengaruh negatif dari mitos yang ada. Dengan melakukan ruwatan ghaib ini insya ALLAH pernikahan ngalor ngulon yang tetap dilangsungkan ini akan tetap selamat. Kedua pengantin akan langgeng hingga mau memisahkan. Hanya Allah yang berhak mematikan seseorang.

Ruwatan ini dilakukan dengan tata cara adat Jawa yang biasanya dilakukan oleh orang pintar atau paranormal. Mendatangi paranormal menurut adat Jawa buaknlah sikap syirik atau musyrik selama paranormal ini berkiblat pada ajaran Islam, pada doa doa, wirid dan energi spiritual.

Itulah solusi pernikahan ngalor ngulon dan mitosnya yang sangat kental di kalangan masyarakat Jawa. Semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.

 

206 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Misteri Air Terjun Sri Gethuk Gunung Kidul dan Suara Ghaib Gamelan

Misteri Air Terjun Sri Gethuk Gunung Kidul dan Suara Ghaib Gamelan – Selain Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu, ada sebuah air terjun yang tak kalah popular yang sangat ramai dikunjungi banyak orang. Air terjun tersebut sering dinamakan Air Terjun Sri Gethuk yang terletak di Gunung Kidul, Bantul, Yogyakarta. Disana ditemukan pemandangan alam yang begitu asri dan mempesona dengan airnya yang jernih dan pohon yang menghijau. Namun dibalik pemandangan indahnya, ada banyak desas desus yang menunjukkan adanya mitos dan misteri Air terjun Sri Getuk.

Misteri yang sama dengan Alas Purwo, bahwa Air Terjun Sri Gethuk juga disebut sebagai pusatnya kerajaan jin atau kerajaan ghaib yang dipenuhi dengan para jin. Air Terjun Sri Gethuk tepat berada di Dusun Menggoran, Bleberan Playen, Gunung Kidul, yang mana area Gunung Kidul ini dipercaya menjadi salah satu wilayah angker dan cukup keramat.

Kisah Misteri Air Terjun Sri Gethuk

Misteri Air Terjun Sri Gethuk ini dipercaya karena pada zaman dahulu dikenal sebuah nama Slempet yang menjadi legenda dari desa Bleberan. Banyak orang berpendapat bahwa disana menjadi salah satu tempat kerajaan Jin yang cukup angker. Di Air Terjun itulah semua mahkluk ghaib akan berkumpul, yang dipimpin oleh jin Anggo Meduro merupakan raja Jin. Semua Jin disana tunduk dan takut kepada Anggo Meduro.

Sebagai raja Jin, ternyata Anggo Meduro menyukai suatu hal yang unik seperti gamelan, kesenian Jawa maupun karawitan. Memang sedikit aneh, entah mengapa Anggo Meduro sangat menyukai hal hal yang berbau kesenian tradisional yang jelas tentu ada asal usulnya. Sebab itulah, misteri Air Terjun Sri Gethuk dipenuhi dengan kabar bahwa apabila disana para pengunjung seringkali mendengar suara – suara seperti gamelan, akan tetapi tidak ada orang yang memainkannya. Hal ini dipercaya bahwa Jin Anggo Meduro lah yang telah memainkannya. Sang Raja Jin kerap hadir di Area Air Terjun Sri Gethuk untuk menyalurkan hobi nya memainkan gamelan.

Banyak orang berpendapat bahwa gamelan itu juga berasal dari Alam Ghaib yang artinya manusia biasa tidak bisa melihat alat gamelan tersebut kecuali orang yang memiliki ilmu kebatinan atau Ilmu Mata Batin. Alat gaib itu akan di simpan salah satu dari dua tempat, yang pertama di Sri Gethuk dan yang kedua di Mergangsan. Kedua tempat itu menjadi tempat gaib menyimpan alat ghaib seperti gamelan yang di simpan sendiri oleh Anggo Meduro. Menurut beberapa orang berpendapat bahwa konon suatu tempat untuk menyimpan instrumen gamelan dengan nama yakni Gethuk. Itulah mengapa air terjun ini dikenal dengan nama AIR TERJUN SRI GETHUK.

Itulah kisah misteri Air Terjun Sri Gethuk di Gunung Kidul Yogyakarta, semoga bermanfaat untuk anda. BARAKALLAH.

 

412 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Mitos Weton Jodoh Ketemu 25 dalam Adat Jawa Sebabkan Kematian, Benarkah?

Mitos Weton Jodoh Ketemu 25 dalam Adat Jawa Sebabkan Kematian, Benarkah? – Dalam adat Jawa, segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan manusia ke depannya sangatlah diatur. Termasuk pernikahan. Pernikahan Jawa menganjurkan untuk melakukan prosesi prosesi yang cukup ribet, dimana salah satunya adalah perhitungan weton. Jika weton kedua pasangan tidak cocok sudah barang tentu adat Jawa melarang berlangsungnya pernikahan tersebut. Lalu bagaimana jika keduanya sudah saling mencintai dan mantap menikah namun terhalang weton yang tidak cocok hitungannya?

Ada salah satu mitos bahwa weton jodoh ketemu 25 adalah tidak cocok. Bila ada pasangan yang bilamana weton keduanya dijumlahkan adalah 25 maka pernikahan ini tidaklah direstui dalam adat Jawa. Menurut mitosnya, weton jodoh ketemu 25 jika dipaksakan menikah maka akan menimbulkan kematian bagi salah satu orang tua mempelai. Bahkan ada yang mengatakan bahwa salah satu mempelai akan meninggal tak lama setelah pernikahan dilangsungkan. Mengerikan bukan? Lalu apakah benar demikian?

Fakta Weton Jodoh Ketemu 25

Faktanya tidak semua weton jodoh ketemu 25 sesuai dengan mitosnya. Faktanya banyak pasangan yang rela menikah meski weton mereka berjumlah 25, alasannya adalah karena cinta yang sudah terlanjut tertanam dalam hati. Niat baik pasti akan mendapatkan ridho Allah, hanya itu pegangan para pasangan yang terhalang weton 25. Banyak juga yang mampu membina rumah tangga bahagia hingga masa tuanya. Mempunyai anak dan cucu yang semuanya berbakti, dan rukun serta damai Bersama pasangannya. Bahkan orang tuanya pun panjang umur. Tak sesuai mitos yang beredar.

Namun ada juga yang memang terbukti adanya jika weton jodoh ketemu 25 bisa menyebabkan kematian salah satu orangtuanya. Meski baru menikah 1 bulan, pasangan yang wetonnya ketemu 25 harus menelan pil pahit sang orang tua harus meninggalkan mereka. Namun kembali lagi ini adalah takdir tuhan dimana setiap orang pasti akan menghadapi kematian. Tak peduli besok, saat ini atau kapan saja yang ALLAH sudah tentukan.

Bagaimana Solusi Weton Jodoh Ketemu 25?

Ada banyak solusi dari masalah weton jodoh ketemu 25 ini. Salah satunya yaitu tetap percaya dan yakin bahwa semua itu adalah kehendak-NYA. Jodoh adalah teka teki jika jodoh sudah mampu anda temukan tak usah peduli apapun yang penting akhlak dan imannya pada Allah. Jika anda mantap melangkah dengannya maka menikahlah segera tak peduli weton dan hitungannya. Jodoh dan maut sudah menjadi takdir-NYA.

Kedua, bila anda masih ragu maka berdoalah pada-NYA, minta pada-NYA yang terbaik untuk pernikahan anda berdua meski hitungan weton ketemu 25. Tak usah pedul dengan mitos dan tetap berteguh hati.

Ketiga, jika anda benar benar merasa takut maka lakukan ritual Kejawen untuk membersihkan aura negatif dalam diri anda sehingga wetpon jodoh ketemu 25 tak akan berdampak negatif pada pernikahan anda. Gunakanlah cara RUWATAN sebelum pernikahan untuk menghindari kesialan dan malapetaka yang mengancam.

Itulah mitos dan fakta dari weton ketemu 25 dalam adat Jawa. Semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.

 

201 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Fakta dan Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama dalam Adat Jawa

Fakta dan Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama dalam Adat Jawa – Dalam adat Jawa dikatakan pula bahwa jika ada anak pertama yang nekat menikah dengan anak pertama maka rumah tangganya tak akan berlangsung harmonis. Percaya atau tidak, ternyata mitos ini sudah sangat kuat mengakar pada hati sanubari seluruh masyarakat Jawa. Tak jarang banyak pasangan gagal menikah hanya gara gara mitos ini. Bagi anda yang menjadi anak pertama dalam keluarga dan saat ini hendak menikah dengan pasangan anda yang juga sebagai anak pertama tidak usah khawatir, Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama akan kita bahas lengkap disini. Mitos atau Fakta?

Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama masih menjadi teka teki, tidak semuanya benar karena faktanya banyak yang menganggap jika pernikahan keduanya justru sangatlah baik. Meski begitu, mitos masih memegang tinggi kepercayaan masyarakat. Masyarakat Jawa kadang tak peduli fakta bila mitos sudah berbicara. Karena itulah penting bagi anda untuk tahu bagaimana fakta tentang Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama ini.

7 Fakta tentang Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama

Ada sekitar 7 Fakta yang membuktikan benar atau tidaknya Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama, diantaranya sebagai berikut :

  1. Mitos Mengatakan Pernikahannya Tak Harmonis

Menurut orang Jawa banyak yang berpendapat bahwa apabila tetap menikah dengan sama-sama sulung / sama sama anak pertama, maka yang didapatkan yakni selalu bertengkar, keluarga tak harmonis dan selalu berdebat karena memiliki sifat yang sama.  Jadi akan tetap pada pendapat dan pikiran sendiri, susah untuk saling mengerti. Oleh sebab itu orang Jawa menilai bahwa pernikahan anak pertama dan anak pertama adalah tidak cocok.

  1. Anggapan Negatif Masyarakat

Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama memang mendapatkan sambutan negatif dari masyarakat sekitar dimana mereka mengatakan akan terjadi hal buruk bila tetap memaksakan diri untuk menikah. Bukan berarti pernikahan tersebut berdampak negatif tapi karena masyarakat berpikir bahwa anak pertama memiliki pemikiran yang sama-sama egois. Meskipun demikian, banyak pula masyarakat yang menilai bahwa pemikiran tersebut sangatlah generalis. Mengapa demikian?

Hal ini karena mereka menyamakan sikap dan sifat seseorang hanya karena sama-sama anak pertama. Pemikiran generalis ini juga bisa menimbulkan persepsi bahwa orang jawa begitu, orang sunda begini dan lain sebagainya. Padahal sikap dan sifat seseorang tidak bisa disamakan dari daerah asalnya atau sebagai anak keberapa dia dilahirkan.

  1. Terkenal sama sama Tangguh

Meski banyak berita miring yang menjelekkan adanya Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama namun nyatanya keduanya memiliki sikap yang sama sama tangguh. Anak pertama biasanya diajarkan untuk hidup yang prihatin sebab kondisi keuangan keluarga masih belum stabil dan merintis. Karena pengalaman hidup masa masa sulit di awal kehidupan orang tua merintis usaha itulah anak pertama memiliki sifat dan sikap yang lebih tangguh dibandingkan dengan adik-adinyak. Dengan begitu, saat menjalani pernikahan mereka dan pasangan bisa saling memotivasi agar bisa bertahan dalam menghadapi masalah pernikahan, terutama yang berkaitan dengan finansial / ekonomi.

  1. Sikap Tak Mau Mengalah

Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama dibenarkan pula dengan pernyataan diatas. Sikap keduanya yang katanya tak mau mengalah menjadi salah satu alasan orang tua melarang pernikahan mereka terjadi. Sifat tak mau mengalah ini memang memberikan dampak yang buruk pada pernikahan. Tapi jika mereka berdua bersungguh-sungguh dalam melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, maka sifat egois yang tidak mau mengalah tersebut pastinya bisa diatasi dengan baik. Meski mitos berkata hubungan mereka tak berlangsung harmonis, lawan dan buktikan dengan sikap saling mencintai antara mereka berdua.

  1. Sama Sama Berjiwa Pemimpin

Kedua pasangan yang sama sama anak pertama menjadikan mereka memiliki jiwa yang sama yaitu sebagai pemimpin. Ini berdampak pada mitos anak pertama menikah dengan anak pertama, dimana keduanya akan berebut tampuk kepemimpinan dalam rumah tangga. Meski demikian, hal ini tidak selalu berdampak negatif karena mereka yang memiliki jiwa kemimpinan dapat menyelesaikan masalah dengan baik, dengan kepala dingin. Mereka berdua harus bisa menyelesaikan masalah dengan baik tanpa ada rasa egois. Sebagai perempuan, maka sudah seharusnya menuruti kata-kata suami. Tapi sebagai suami, si suami juga harus menghargai keinginan dan kebutuhan istri.

  1. Bisa menjadi contoh untuk anak-anak nanti

Mitos anak pertama menikah dengan anak pertama juga bisa disangkal dengan fakta bahwa mereka nantinya bisa menjadi contoh untuk anak-anaknya. Anak pertama sudah terbiasa membantu orang tuanya untuk mengurusi adik-adiknya. Karena itulah anak pertama biasanya memiliki perhatian yang tinggi kepada anak-anak. Kualitas Mereka berdua dalam berhubungan baik dengan para adik bisa memperlihatkam bagaimana nantinya dia bisa mengurus anak. Selain itu, anak pertama juga menjadi contoh bagi adik-adiknya. Jika Mereka berdua gagal dalam pernikahan, maka bukan tidak mungkin jika adik-adik akan memiliki penilaian yang negatif terhadap pernikahan.

  1. Analisis Karakter Anak Pertama dan Anak Pertama

Anak pertama memiliki beberapa kecenderungan psikologis seperti memimpin, melindungi, suka mengatur, mandiri, memiliki keputusan sendiri, memiliki empati yang tinggi dan lain sebagainya. Jika semua sifat tersebut bisa Anda dan pasangan antisipasi dengan baik maka pernikahan yang indah dan harmonis bukanlah sekedar impian.

Itulah fakta dan mitos anak pertama menikah dengan anak pertama. Apapun itu yakin saja dengan jodoh anda jika anda berdua memang niat menikah hanya karena ALLAH. Semoga bermanfaat, BARAKALLAH.

 

190 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini