Kategori: Legenda dan Supranatural

Legenda Kawah Candradimuka dan Kisah Kesaktian Gathot Kaca

Legenda Kawah Candradimuka dan Kisah Kesaktian Gathot Kaca – Dieng adalah kawasan gunung berapi, dimana pesona alam nya begitu luar biasa. Banyak cerita, Legenda dan mitos yang sampai saat ini masih diyakini kebenarannya oleh masyarakat sekitar dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Salah satunya adalah mitos mengenai kawah kawah yang ada di kawasan Gunung Api disana. Kawah yang menjadi salah satu tempat favorit para pengunjung atau para pendaki gunung di daerah Dieng.

Pernahkah anda berkunjung ke Dieng? Jika pernah maka tentu anda tak asing lagi bukan dengan nama Kawah Candradimuka? Sebuah kawah yang sangat terkenal karena pesona alamnya juga karena kisah di balik terbentuknya kawah tersebut. Kejadian sejarah yang terjadi tentang Kawah ini menimbulkan banyak pertanyaan, diantaranya kesaktian apa yang ada dalam kawah Candra dimuka ini?

Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah “Kesaktian yang dimiliki Gathot Kaca”. Ya, Gathot Kaca adalah seorang tokoh pewayangan yang merupakan anak dari salah satu pandawa lima yakni Werkudara atau Bima. Sewaktu bayi, Raden Gathot Kaca lahir dengan nama Jabang Tetuka. Sejak lahir dirinya digodog atau dimasukkan dalam Kawah Candradimuka. Dirinya digembleng di lahar panas tersebut guna membersihkan diri karena Jabang Tetuka wujudnya adalah seorang raksasa.

Sang ayah, Werkudara percaya bahwa anaknya tersebut kelak menjadi ksatria yang tangguh sehingga harus digembleng di kawah Candradimuka yang panas serta penuh dengan zat berbahaya itu. Namun anehnya si Jabang Tetuka tak mengalami sakit ataupun hal buruk lainnya. Justru dirinya terus tumbuh menjadi bayi yang sehat dan kuat.

Keajaiban Kawah Candradimuka, Otot Kawat Balung Wesi

Sang bayi yang dulu nya lemahpun berkembang menjadi sangat kuat dan sakti mandra guna, yang sering di  gambarkan menjadi berotot kawat bertulang besi, darah gala-gala kulit karet, rambut jarum, mata laksana sinar kilat yang bisa menghancur leburkan apa saja yang dia pandang dengan tajam. Setelah proses perebusan anak ajaib yang bernama Gathot kaca selesai, beberapa silang kemudian terjadi keributan di kahyangan dan akhirnya Gathot kaca pun diminta untuk pergi ke kahyangan.

Ternyata di kahyangan terjadi keributan akibat adanya gangguan oleh seorang monster atau raksasa yang di utus oleh seorang patih kala sekipu. Para Penghuni Kahyangan percaya bahwa hanya Gathot Kaca lah yang mampu menghadapi si raksasa karena bentuk / wujud asli dari Gathot Kaca yang juga seorang raksasa. Saat itulah pertama kalinya Gathot Kaca bertarung dan menghadapi musuh seorang raksasa. Akhirnya Gathot kaca membunuh raksasa itu dengan ilmu ajian aji semu gunting, dan usaha Gathot kaca itupun membuahkan hasil. Kemenangan Gathot kaca membuat kahyangan menjadi damai, aman dan tentram kembali seperti biasa

Hingga suatu saat dirinya membantu ayahnya dalam Perang Baratayudha. Sebuah perang saudara yang menumpas banyak nyawa, termasuk Gathot Kaca atau Jabang Tetuka yang akhirnya terbunuh di tangan Adipati Karna, sang Paman. Itulah kesaktian dari Kawah Candradimuka yang menjadi legenda di Tanah Jawa khususnya di daerah Dieng.

Itulah sekelumit tentang kisah sejarah atau legenda Kawah Candradimuka yang menjadi saksi bisu kehebatan Gathot Kaca.

435 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Legenda Gunung Semeru, Sejarah Paku Jawa dan Arwah Para Dewa

Legenda Gunung Semeru, Sejarah Paku Jawa dan Arwah Para Dewa – Apa yang anda ingat ketika melihat film 5 CM? Tentunya lokasi atau latar belakang dari film tersebut yang diambil di sebuah gunung indah bernama Semeru. Gunung Semeru merupakan salah satu gunung yang tinggi, yaitu Gunung Berapi Tertinggi ketiga di Indonesia setelah Kerinci dan Rinjani. Gunung Semeru memiliki pesona alam yang sangat memukau, bahkan meski gunung ini termasuk gunung yang masih aktif ternyata masih banyak juga para pendaki yang memilih gunung semeru untuk ditaklukkan. Mereka mendaki gunung ini hanya untuk melihat indahnya puncak Mahameru.

Puncak Mahameru memiliki ketinggian 3.670 MDPL. Dari atas puncak dapat anda saksikan kuasa Allah SWT yang Nampak dari indahnya pesona Alam Indonesia. Namun siapa sangka, dibalik keindahan Gunung tersebut menyimpan kisah Legenda Gunung Semeru yang membuat kita merinding. Sebuah kisah mistis yang cukup membuat kita menyadari akan kuasa Tuhan lainnya yang Maha menciptakan makhluk-NYA dengan segala rupa dan jenisnya.

Legenda Gunung Semeru dan Paku Jawa

Legenda Gunung Semeru dikenal dengan ceritanya sebagai Paku Tanah Jawa. Darimana kisah legenda ini berasal? Mari simak kisah legenda berikut ini!

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa tentang Legenda Gunung Semeru yang ditulis pada kitab kuno abad ke-15, bahwa jaman dahulu Pulau Jawa mengambang di lautan luas dan terombang-ambing dipermainkan ombak. Kemudian pada suatu saat, Sang Hyang Siwa (Dewa Siwa menurut kepercayaan Hindu) datang ke pulau tersebut. Dilihatnya banyak pohon Jawawut di kawasan itu, sehingga pulau yang terombang ambing tersebut dinamakan Jawa. Namun pulau tersebut masih terombang ambing tak menentu di lautan.

Selanjutnya para Dewa pun datang, mereka melihat sebuah Pulau terapung itu. Karena terombang ambing tak tentu arah, Para Dewa memutuskan untuk memaku pulau itu sehingga bisa menempel di daratan. Para Dewa itu memaku Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke Pulau Jawa. Untuk memindahkan Gunung Meru tersebut, Dewa Wisnu kemudian menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa dan menggendong gunung Meru di punggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut ke Pulau Jawa.

Kedua Dewa hebat itu meletakkan Gunung Meru di sebelah barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan sisi ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Dewa Wisnu dan Dewa Brahma selanjutnya memotong Gunung Meru. Merekapun meletakkan satu Gunung di ujung timur dan satu di sisi barat. Potongan gunung yang berada di sebelah barat membentuk Gunung Pawitra, yang kini lebih dikenal dengan nama Gunung Pananggungan. Sementara bagian utama dari Gunung Meru, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Iniah awal Legenda Gunung Semeru dimana di gunung inilah diyakini para dewa bersemayam.

Sejarah Mahameru Sebagai Rumah Para Dewa

Dari kisah Legenda Gunung Semeru yang dikarenakan awal pembentukannya adalah karena para Dewa yang memindahkan Gunung Meru di India ke Tanah Jawa untuk menggunakan Gunung ini sebagai Paku Bumi Jawa.

Dalam agama Hindu, Gunung Meru dianggap sebagai rumah para dewa dan sebagai sarana penghubung antara bumi (manusia) dan kayangan (akhirat). Jika manusia ingin mendengar suara dewa mereka harus semedi di puncak Gunung Meru. Sebab itulah hingga saat ini banyak masyarakat Jawa dan Bali masih menganggap gunung sebagai Semeru tempat kediaman Dewa-Dewa atau mahluk halus yang memiliki kekuatan positif dan menganggap Gunung Semeru adalah tempat suci yang tak boleh dikotori oleh apapun.

Tak heran pula, dari Legenda Gunung Semeru ini orang orang melakukan pertapaan atau semedi di puncak Gunung untuk mendapatkan wangsit atau suara ghaib dari para Dewa yang bersemayam di puncak tersebut. Mereka ada yang mencari ilmu spiritual atau mengasah kemampuan kebatinan di sana.

Demikian legenda Gunung Semeru. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. BARAKALLAH.

358 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

[KISAH NYATA] 8 Misteri Gunung Semeru Dibalik Keindahan Alamnya

[KISAH NYATA] 8 Misteri Gunung Semeru Dibalik Keindahan Alamnya – Gunung Semeru adalah salah satu kekayaan alam Indonesia, dimana Gunung Semeru secara administratif termasuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Gunung Semeru termasuk gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia dengan puncaknya yang bernama Mahameru dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Gunung ini menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus lokasi pendakian para pecinta alam.

Meski masih aktif, Gunung ini menjadi tempat favorit pendakian. Dibalik keindahan dan pesona alamnya yang menghijau, siapa sangka Gunung ini memiliki kisah misteri yang cukup membuat bulu kuduk merinding. Kisah Misteri Gunung Semeru, seperti apakah? Semenyeramkan apakah? Mari simak, 8 Kisah Misteri dibalik Gunung Semeru berikut ini!

8 Kisah Misteri Gunung Semeru

Di balik keindahan gunung semeru, terdapat beberapa misteri yang sampai saat ini belum terpecahkan. Berbagai cerita mistis dan aneh sering dialami para pendaki. Berikut ini adalah beberapa cerita misteri menarik yang terjadi di area gunung Semeru.

Kisah Mbah Dipo, Juru Kunci Gunung Semeru

Misteri Gunung Semeru yang pertama adalah tentang kisah mbah Dipo. Beliau merupakan juru kunci dari gunung berapi ini, layaknya gunung lainnya yang harus ada yang menunggui. Sama dengan Mbah Marijan yang terkenal sebagai tuan rumah Gunung Merapi di Yogyakarta, Mbah Dipo pun terkenal sebagai tuang rumah Gunung Semeru.

Menurut sebagian masyarakat, beliau adalah satu satunya orang yang mengetahui kapan meletusnya gunung Semeru. Sayangnya, sekarang mbah Dipo telah meninggal. Sebelum meninggal beliau berpesan, jika nanti Gunung Semeru Meletus jangan pernah lari ke arah desa Gunung Sawur, tapi larilah menuju arah sungai. Itulah satu pesan mbah Dipo yang masih misterius sampai saat ini, ada apa dibalik desa Gunung Sawur?

Misteri Arcopodo, Dua Patung Ghaib Sang Prajurit Kerajaan Majapahit

Sesuai namanya, Arcopodo yang artinya Patung Kembar selalu dikaitkan dengan dua patung ghaib dari dua orang prajurit di kerajaan Majapahit. Kawasan Arcopodo ini sering dijadikan tempat istirahat pendaki, karena kawasan ini memiliki dataran yang cukup luas. Konon menurut cerita, di kawasan ini terdapat dua patung prajurit dari Kerajaan Majapahit yang cuma bisa dilihat oleh orang yang punya mata batin. Orang yang punya kesaktian tinggi di bidang spiritual dan supranatural saja.

Ada dua versi orang yang mampu melihat arca ini, ada yang bilang jika ukuran patung ini sangat kecil ada juga yang mengatakan jika ukuran sebenarnya dari Arcopodo adalah sangat besar / ukuran raksasa. Entahlah, mengenai misteri Gunung Semeru tentang Arcopodo masih menjadi teka teki hingga saat ini.

 

Misteri Ikan Mas Ranu Kumbolo

Kisah misteri Gunung Semeru selanjutnya adalah kisah tentang Ikan Mas Ranu Kumbolo. Diyakini Ikan Mas ini adalah perwujudan dari Dewi Penjaga gunung tersebut. Ada suatu aturan bahwa para pengunjung / pendaki dilarang memancing / menangkap ikan mas di kawasan Ranu Kumbolo.

Namun masih saja orang yang datang ke kawasan ini tetap memancing ikan untuk dibakar. Ada desas desus yang menyatakan baran siapa melanggar aturan tersebut maka aka nada musibah dan kesialan yang datang dalam hidupnya tak lama setelah ia memancing ikan tersebut. Entah kehilangan, terkena musibah, kecelakaan atau hal buruk apapun. Jadi hati hati ya?

Hantu Wanita Ranu Kumbolo

Kisah Misteri Gunung Semeru selanjutnya adalah tentang Hantu Wanita di kawasan Ranu Kumbolo. Konon katanya hantu ini adalah seorang Dewi penunggu Gunung yang sering memakai kebaya warna kuning. Kemunculannya ditandai dengan adanya kepulan asap saat bulan purnama datang.  Biasanya orang yang punya mata batin tinggi mampu melihat keberadaannya secara jelas.

Warna kuning melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran, jadi mungkin saja keberadaan Dewi Penjaga ini adalah untuk menumbuhkan kemakmuran rakyat di sekitar kawasan Gunung Semeru.

Kisah Misteri Meninggalnya Soe Hok Gie

Anda yang pernah mendaki Semeru pasti pernah mendengar cerita tentang menyeramkannya kawasan Kelik. Disinilah kisah misteri Gunung Semeru ada. Kawasan Kelik adalah tempat di mana berada beberapa batu “in memoriam” yang menandakan adanya orang yang meninggal di Gunung Semeru. Salah satunya adalah batu  “in memoriam”  milik Soe Hok Gie.

Hal yang menyeramkan dari tempat ini adalah, seringnya terjadi kesurupan di antara pendaki yang sedang naik gunung Semeru. Konon para pendaki ini dirasuki oleh roh manusia atau juga roh binatang. Entah benar atau tidak kisah misteri Gunung Semeru yang satu ini masih menjadi pertanyaan yang jawabannya adalah semu.

Mitos Tanjakan Cinta di Ranu Kumbolo

Kisah misteri Gunung Semeru yang satu ini cukuplah unik. Ada sebuah kawasan yang dinamakan Tanjakan Cinta, dimana Tanjakan cinta merupakan jalur pendakian yang harus dilewati saat menuju puncak dari Ranu Kumbolo. Tanjakan ini sebetulnya tak terlalu terjal, namun sangatlah panjang untuk dilalui pendaki. Mitos menyatakan jika anda mampu melewati tanjakan ini tanpa istirahat dan tanpa menoleh kemanapun maka permohonan cinta anda akan terkabul.

Entah anda akan segera mendapat jodoh, akan lebih disayang suami / istri, akan mendapatkan kasih sayang dari orang orang disekitar dan lain sebagainya. Benar atau tidak yang pasti itulah kisah mistis dibalik keindahan Gunung Semeru.

Puncak Mahameru, Tempat Bersemayamnya Para Dewa

Satu lagi kisah misteri Gunung Semeru yang bikin bulu bergidik, yaitu tentang kisah Puncak Mahameru yang diyakini sebagai tempat bersemayamnya roh para Dewa. Puncak Mahameru adalah titik tertinggi di tanah Jawa. Keyakinan masyarakat kuno aalah puncak gunung ini merupakan tempat bersemayamnya para dewa. Maka dari itu, bagi siapapun yang ingin mendengarkan suara-suara dewa, mereka harus semedi dulu di puncak Gunung Semeru. Bersediakah anda bersemedi di Puncak Gunung Semeru ini?

Kisah Semeru Sebagai Paku Pulau Jawa

Kisah misteri Gunung Semeru yang terakhir adalah tentang cerita bahwa Gunung Semeru adalah pakunya pulau Jawa. Sebuah legenda yang konon tertulis di kitab kuno abad 15, bahwa Pulau Jawa dulunya mengambang di lautan dan terombang ambing. Lalu para dewa memutuskan untuk memaku Pulau Jawa dengan Gunung Meru. Gunung ini sendiri tadinya berada di India dan yang membawanya ke Pulau Jawa adalah Dewa Wisnu dan Dewa Brahma.

Mulanya Gunung Meru ini diletakkan di ujung barat Jawa, tapi ini membuat posisi pulau Jawa berat sebelah. Maka dibagi dualah gunung ini. Hingga menjadi Gunung Semeru yang diletakkan di sisi timur Jawa Timur, dan Gunung Penanggungan di sisi barat Jawa.

Itulah kisah misteri Gunung Semeru berserta kisah mitos dan legendanya. Semoga bermanfaat, BARAKALLAH.

 

264 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Ritual Seks Pesugihan Gunung Kemukus, Mitos Atau Fakta?

Ritual Seks Pesugihan Gunung Kemukus, Mitos Atau Fakta? – Gunung Kemukus, sebuah gunung yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia Karena mitos nya ini memiliki begitu banyak misteri. Cerita tentang pesugihan di GUnung Kemukus nampaknya masih menjadi teka teki hingga saat ini. Benarkah Gunung Kemukus adalah gunung yang dapat menjadi sumber pesugihan dan menggali kekayaan secara ghaib? Ini dia seputar mitos dan fakta Pesugihan Gunung Kemukus.

Gunung yang terletak di desa Soko Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen ini memang ramai di kunjungi para peziarah. Para peziarah ini kebanyakan mengaku ingin ngalap berkah di area pegunungan ini. Namun usut punya usut ternyata mereka datang untuk melakoni ritual, oleh karenanya para peziarah ini datang pada hari hari tertentu saja. Konon katanya ada malam tertentu dimana malam itu adalah malam melakukan ritual pesugihan yang paling tepat.

5 MItos dan Fakta Pesugihan Gunung Kemukus

Ritual Sakral Gunung Kemukus

Sama halnya dengan pesugihan di gunung keramat atau gunung suci lainnya seperti Gunung Kawi, Gunung Muria atau Gunung Jati para peziarah datang untuk berdoa. Orang mengatakan jika kita mau berdoa di sebuah tempat suci maka berkah dari orang suci yang bersemayam di dalamnya juga bisa kita dapatkan. Doa kita akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Para peziarah diharuskan untuk ‘nyekar’ mendatangi sebuah makam yang dianggap makam dari orang sakti pada masa hidupnya. Selain itu, di sekitar makam juga terdapat sumber mata air. Para peziarah juga diwajibkan untuk mandi di sumber mata air tersebut.

Pesugihan Gunung Kemukus Menyembah Arwah Pangeran Samudera

Konon katanya di Gunung Kemukus bersemayam arwah dari pangeran Samudera. Dan inilah yang menjadi sumber dari Pesugihan Gunung Kemukus. Makam yang dikunjungi oleh para peziarah di Gunung Kemukusdidalamnya bersemayam jasad dari Pangeran Samudra. Padahal bukan seperti itu, faktanya Pangeran Samudera adalah seorang pangeran dari Kerajaan Demak.

Namun Pangeran Samudra justru jatuh cinta pada ibunya sendiri, yakni R.A. Ontrowulan. Akibatnya, Pangeran Samudra diusir oleh ayahnya dari kerajaan. Hidupnya didedikasikan untuk mengembara hingga ia bertapa sampai meninggal di Gunung Kemukus.

Fakta Pangeran Samudera Mencintai Ibu Kandungnya

Setelah diusir ayahnya dari kerajaan, Pangeran Samudra kemudian mengembara. Pengembaraannya berakhir di Gunung Kemukus dan meninggal di lokasi tersebut dalam keadaan merana. R.A. Ontrowulan yang kemudian menyusul Pangeran Samudra juga meninggal di Gunung Kemukus.

Harapan Pangeran Samudera menikahi ibunya sendiri menjadi awal mula adanya ritual melakukan hubungan seks jika ingin mendapatkan pesugihan Gunung Kemukus.

Awal Mula Pesta Seks di Gunung Kemukus

Orang mengatakan jika ingin mendapatkan pesugihan Gunung Kemukus, orang harus melakukan ritual seks. Cerita ini berawal dari versi lain tentang pangeran Samudera yang jatuh hati pada ibunya. Misalnya cerita yang menyebutkan bahwa Pangeran Samudra dan R.A. Ontrowulan bertemu di kemudian hari di kawasan Gunung Kemukus.

Keduanya lantas tak bisa lagi menahan rasa rindu setelah lama tak bertemu. Mereka kemudian melakukan hubungan seperti layaknya suami istri. Namun aksi ibu dan anak ini keburu dipergoki oleh warga dan kemudian dibunuh. Sebelum ajal menjemput, Pangeran Samudra sempat berujar, bahwa siapa yang bisa melanjutkan hubungan intim mereka, maka segala permintaannya akan terkabul.

Adanya Sarung-Sarung Berisi Tumbal Manusia

Para peziarah yang ingin mencari berkah berbondong-bondong datang untuk melanjutkan ritual sesuai dengan cerita legenda Pangeran Samudra. Mereka melakukan hubungan badan dengan lawan jenis, namun harus bukan dengan istri atau suami sendiri.

Konon katanya, orang yang sudah melakukan ritual pesta seks pesugihan Gunung Kemukus ini mati secara tidak wajar. Kemudian arwahnya akan bersemayam di gunung ini dan seperti ada arwah dibungkus sarung. Arwah arwah inilah yang menjadi penghuni Gunung Kemukus dan sampai saat ini arwah mereka masih penasaran.

283 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Sejarah Meriam Jagur dan Mitos yang Mampu Memberikan Keturunan

Sejarah Meriam Jagur dan Mitos yang Mampu Memberikan Keturunan – Si jagur merupakan sebutan sebuah meriam peninggalan sejarah yang ada di Indonesia, meriam ini di buat oleh seorang pria portugis bernama Manuel Tavares Bocarro di Makau, Tiongkok pada tahun 1541 dengan bobot 3.5 ton dan panjang 3.85 meter, berdiameter 25 sentimer tersebut di persembahkan dan di tempatkan di benteng st jago de Barra di Makau sebelim akhirnya di bawa ke Malaka, Nama si jagur sendiri merupakan penyederhanaan dari nama orang suci St Jago de Barra. Continue reading “Sejarah Meriam Jagur dan Mitos yang Mampu Memberikan Keturunan”

539 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Kisah Saridin dari Lahir Hingga Bergelar Syekh Jangkung

Kisah Saridin dari Lahir Hingga Bergelar Syekh Jangkung – Nama Saridin tentu tidak asing lagi di Indonesia, khususnya bagi warga sekitar Pati dan Kudus, Jawa Tengah. Saridin memiliki nama lain Syekh Jangkung yang merupakan salah satu tokoh Agama yang dikenal sebagai keturunan dari Sunan Muria atau Sunan Kudus. Kisah Saridin tentu menarik untuk diketahui karena beliau sebagai tokoh bersejarah berdirinya kota Pati. Lalu seperti apa kisah hidup Syekh Jangkung yang bernama kecil Saridin ini? Mari simak selengkapnya!

Jaman dahulu kala tinggallah seorang Kiyai dan Nyai Gede Keringan di daerah Kudus bersama dengan anak gadisnya, Ni Branjung. Anak gadis mereka telah tumbuh menjadi seorang anak gadis remaja yang anggun dan cantik sehingga timbul niat Kiyai Keringan untuk menimang seorang anak laki-laki. Sebab itulah Kiai Keringan dan istrinya selalu bertafakur, memohon ridha Allah agar dikaruniai anak laki-laki yang tampan. Continue reading “Kisah Saridin dari Lahir Hingga Bergelar Syekh Jangkung”

737 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Kisah Pulau Seprapat Juwana Pati dan Asal Usulnya

Kisah Pulau Seprapat Juwana Pati dan Asal Usulnya – Pada zaman Majapahit di kisahkan ada seseorang yang tidak dikenal yang selalu menyendirioleh karena kesendirian itu orang ini pergi merantau dan mengasingkan diri di sebuah pulau yang sekarang sekarang ini di kenal dengan nama Pulau Seprapat yang ada di Juwana Pati. Di pulau ini dia melakukan ritual pertapaan. Setelah beberapa lama menjalankan pertapaan itu, akhirnya ia berhasil mendapat pusaka yang sangat ampuh dan berkasiat. Salah satu khasiatnya yaitu dapat menyembuhkan atau mengembalikan segala sesuatu yang telah terpisah. Untuk membuktikan kasiat benda tersebut, ia mencoba memotong ular hidup – hidup menjadi dua, kemudian meletakkan pusaka di atas badan ular yang terpotong. Seketika ular tersebut dapat tersambung dan masih hidup. Continue reading “Kisah Pulau Seprapat Juwana Pati dan Asal Usulnya”

960 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini