Kategori: Cerita Legenda

Misteri Nyi Roro Kidul dan Mitos Selendang Hijau di Pantai Selatan

Misteri Nyi Roro Kidul dan Mitos Selendang Hijau di Pantai Selatan – Selendang hijau indentik dengan Nyi Roro Kidul, seorang Ratu Penguasa dari Pantai Selatan. Pantai Selatan Jawa yang umumnya orang sering mengunjungi Pantai Parangtritis di Jogjakarta adalah tempat yang diyakini sebagai persinggahan Nyi Roro Kidul. Disanalah kerajaan ghaib terbesar di Indonesia berdiri yang dipimpin Ratu Roro Kidul. Pantai Selatan yang sangat mempesona acapkali menjadi obyek wisata keluarga yang sangat diminati. Banyak pemuda pemudi atau remaja sampai orang tua mendatangi pantai ini. Pantai ini tak hanya digunakan sebagai obyek swisata, tapi lebih jauh kadang orang mendatangi tempat ini untuk melakukan ritual tertentu. Baik ritual pesugihan, pengasihan, pelet dan ilmu ghaib lainnya.

Pernahkah anda mendengar sebuah cerita tentang misteri Nyi Roro Kidul dan kisah mitos selendang hijau? Mitos menyatakan bahwa barang siapa datang ke pantai Selatan dengan menggunakan pakaian warna hijau maka akan mendapatkan kesialan. Bahkan didatangi kematian. Benarkah demikian? Ya, agaknya mitos ini sudah meluas hingga ke nusantara. Misteri Nyi Roro Kidul yang suka mengenakan pakaian hijau lengkap dengan selendangnya yang berwarna hijau telah berubah menjadi mitos hebat yang mendunia.

Kisah Selendang Hijau Pantai Selatan

Jika anda datang ke pantai selatan jangan sekali sekali mengenakan sesuatu yang berbau hijau atau jika anda nekat anda akan mendapatkan akibatnya. Bila ada pengunjung pantai selatan yang juga memakai pakaian hijau, Nyi Roro Kidul akan menyeret rohnya untuk dijadikan abdi. Jadi misteri Nyi Roro Kidul yang tersebar luas adalah adanya larangan memakai pakaian berwarna hijau jika berkunjung ke Pantai Selatan.

Warna hijau sejatinya adalah lambang dari warna keraton. Warna ini adalah warna yang kerap dipakai oleh keraton-keraton di Jawa. Secara logis karena mitos-mitos ini berkembang dari lingkungan keraton terutama keraton di Selatan Jawa ( Yogya dan Solo) maka sosok misteri Nyi Roro Kidul divisualisasikan sebagai peri cantik dengan balutan kebaya dan selendang hijaunya. Selanjutnya muncul kepercayaan bahwa penguasa Pantai Selatan mengambil pengunjung pantai yang berpakaian hijau sebagai prajuritnya. Padahal sebenarnya tidak ada hubungannya secara ilmiah antara laut selatan dengan pakaian hijau ini.

Apalagi di saat bulan purnama dan ada pengunjung datang memakai warna hijau, sudah pasti dia akan terseret ombak dengan cepatnya. Saat bulan purnama, ombak di pantai semakin besar. Penduduk tidak diperbolehlan berada di sekitarnya apalagi mengenakan warna hijau. Diyakini ini sebagai pertanda bahwa sang ratu penguasa Pantai Selatan akan keluar dan menampakan diri. Dia tidak ingin wujudnnya terlihat oleh manusia. Maka, diutuslah para pengawal sang ratu untuk membuat hantaman badai lebih besar daripada siang. Pertanda supaya manusia secepatnya meninggalkan tempat tersebut.

Misteri Nyi Roro Kidul hingga saat ini masih menjadi mitos yang beredar dan diyakini kepercayaannya meski secara logika sangat susah untuk dijelaskan. Tapi sangat benar adanya bila pengunjung datang memakai warna hijau pasti akan terseret arus ombak pantai selatan yang amat dahsyat. Anda bisa percaya bisa saja tidak namun ini benar adanya. Mitos memang bukan sebuah kebenaran yang hakiki namun mitos adalah keyakinan yang pasti yang sulit untuk diubah dan biasanya lebih kerap terjadi.

Sehingga tulisan ini hanyalah sebuah cara mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan terjadi pada anda tatkala mengunjungi Pantai Selatan. Ingat, meski anda tak percaya tahayul atau mitos namun berhati hati untuk tidak mengenakan baju hijau taka da salahnya bukan? Toh saya yakin baju anda untuk bepergian terutama ke pantai tak hanya warna hijau bukan?

Demikian misteri Nyi Roro Kidul mengenai mitos selendang hijau di pantai selatan. Semoga bermanfaat untuk anda.

3,577 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Legenda Kawah Candradimuka dan Kisah Kesaktian Gathot Kaca

Legenda Kawah Candradimuka dan Kisah Kesaktian Gathot Kaca – Dieng adalah kawasan gunung berapi, dimana pesona alam nya begitu luar biasa. Banyak cerita, Legenda dan mitos yang sampai saat ini masih diyakini kebenarannya oleh masyarakat sekitar dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Salah satunya adalah mitos mengenai kawah kawah yang ada di kawasan Gunung Api disana. Kawah yang menjadi salah satu tempat favorit para pengunjung atau para pendaki gunung di daerah Dieng.

Pernahkah anda berkunjung ke Dieng? Jika pernah maka tentu anda tak asing lagi bukan dengan nama Kawah Candradimuka? Sebuah kawah yang sangat terkenal karena pesona alamnya juga karena kisah di balik terbentuknya kawah tersebut. Kejadian sejarah yang terjadi tentang Kawah ini menimbulkan banyak pertanyaan, diantaranya kesaktian apa yang ada dalam kawah Candra dimuka ini?

Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah “Kesaktian yang dimiliki Gathot Kaca”. Ya, Gathot Kaca adalah seorang tokoh pewayangan yang merupakan anak dari salah satu pandawa lima yakni Werkudara atau Bima. Sewaktu bayi, Raden Gathot Kaca lahir dengan nama Jabang Tetuka. Sejak lahir dirinya digodog atau dimasukkan dalam Kawah Candradimuka. Dirinya digembleng di lahar panas tersebut guna membersihkan diri karena Jabang Tetuka wujudnya adalah seorang raksasa.

Sang ayah, Werkudara percaya bahwa anaknya tersebut kelak menjadi ksatria yang tangguh sehingga harus digembleng di kawah Candradimuka yang panas serta penuh dengan zat berbahaya itu. Namun anehnya si Jabang Tetuka tak mengalami sakit ataupun hal buruk lainnya. Justru dirinya terus tumbuh menjadi bayi yang sehat dan kuat.

Keajaiban Kawah Candradimuka, Otot Kawat Balung Wesi

Sang bayi yang dulu nya lemahpun berkembang menjadi sangat kuat dan sakti mandra guna, yang sering di  gambarkan menjadi berotot kawat bertulang besi, darah gala-gala kulit karet, rambut jarum, mata laksana sinar kilat yang bisa menghancur leburkan apa saja yang dia pandang dengan tajam. Setelah proses perebusan anak ajaib yang bernama Gathot kaca selesai, beberapa silang kemudian terjadi keributan di kahyangan dan akhirnya Gathot kaca pun diminta untuk pergi ke kahyangan.

Ternyata di kahyangan terjadi keributan akibat adanya gangguan oleh seorang monster atau raksasa yang di utus oleh seorang patih kala sekipu. Para Penghuni Kahyangan percaya bahwa hanya Gathot Kaca lah yang mampu menghadapi si raksasa karena bentuk / wujud asli dari Gathot Kaca yang juga seorang raksasa. Saat itulah pertama kalinya Gathot Kaca bertarung dan menghadapi musuh seorang raksasa. Akhirnya Gathot kaca membunuh raksasa itu dengan ilmu ajian aji semu gunting, dan usaha Gathot kaca itupun membuahkan hasil. Kemenangan Gathot kaca membuat kahyangan menjadi damai, aman dan tentram kembali seperti biasa

Hingga suatu saat dirinya membantu ayahnya dalam Perang Baratayudha. Sebuah perang saudara yang menumpas banyak nyawa, termasuk Gathot Kaca atau Jabang Tetuka yang akhirnya terbunuh di tangan Adipati Karna, sang Paman. Itulah kesaktian dari Kawah Candradimuka yang menjadi legenda di Tanah Jawa khususnya di daerah Dieng.

Itulah sekelumit tentang kisah sejarah atau legenda Kawah Candradimuka yang menjadi saksi bisu kehebatan Gathot Kaca.

3,072 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Legenda Gunung Semeru, Sejarah Paku Jawa dan Arwah Para Dewa

Legenda Gunung Semeru, Sejarah Paku Jawa dan Arwah Para Dewa – Apa yang anda ingat ketika melihat film 5 CM? Tentunya lokasi atau latar belakang dari film tersebut yang diambil di sebuah gunung indah bernama Semeru. Gunung Semeru merupakan salah satu gunung yang tinggi, yaitu Gunung Berapi Tertinggi ketiga di Indonesia setelah Kerinci dan Rinjani. Gunung Semeru memiliki pesona alam yang sangat memukau, bahkan meski gunung ini termasuk gunung yang masih aktif ternyata masih banyak juga para pendaki yang memilih gunung semeru untuk ditaklukkan. Mereka mendaki gunung ini hanya untuk melihat indahnya puncak Mahameru.

Puncak Mahameru memiliki ketinggian 3.670 MDPL. Dari atas puncak dapat anda saksikan kuasa Allah SWT yang Nampak dari indahnya pesona Alam Indonesia. Namun siapa sangka, dibalik keindahan Gunung tersebut menyimpan kisah Legenda Gunung Semeru yang membuat kita merinding. Sebuah kisah mistis yang cukup membuat kita menyadari akan kuasa Tuhan lainnya yang Maha menciptakan makhluk-NYA dengan segala rupa dan jenisnya.

Legenda Gunung Semeru dan Paku Jawa

Legenda Gunung Semeru dikenal dengan ceritanya sebagai Paku Tanah Jawa. Darimana kisah legenda ini berasal? Mari simak kisah legenda berikut ini!

Menurut kepercayaan masyarakat Jawa tentang Legenda Gunung Semeru yang ditulis pada kitab kuno abad ke-15, bahwa jaman dahulu Pulau Jawa mengambang di lautan luas dan terombang-ambing dipermainkan ombak. Kemudian pada suatu saat, Sang Hyang Siwa (Dewa Siwa menurut kepercayaan Hindu) datang ke pulau tersebut. Dilihatnya banyak pohon Jawawut di kawasan itu, sehingga pulau yang terombang ambing tersebut dinamakan Jawa. Namun pulau tersebut masih terombang ambing tak menentu di lautan.

Selanjutnya para Dewa pun datang, mereka melihat sebuah Pulau terapung itu. Karena terombang ambing tak tentu arah, Para Dewa memutuskan untuk memaku pulau itu sehingga bisa menempel di daratan. Para Dewa itu memaku Pulau Jawa dengan cara memindahkan Gunung Meru di India ke Pulau Jawa. Untuk memindahkan Gunung Meru tersebut, Dewa Wisnu kemudian menjelma menjadi seekor kura-kura raksasa dan menggendong gunung Meru di punggungnya, sementara Dewa Brahma menjelma menjadi ular panjang yang membelitkan tubuhnya pada gunung dan badan kura-kura sehingga gunung itu dapat diangkut ke Pulau Jawa.

Kedua Dewa hebat itu meletakkan Gunung Meru di sebelah barat Pulau Jawa. Tetapi berat gunung itu mengakibatkan sisi ujung pulau bagian timur terangkat ke atas. Dewa Wisnu dan Dewa Brahma selanjutnya memotong Gunung Meru. Merekapun meletakkan satu Gunung di ujung timur dan satu di sisi barat. Potongan gunung yang berada di sebelah barat membentuk Gunung Pawitra, yang kini lebih dikenal dengan nama Gunung Pananggungan. Sementara bagian utama dari Gunung Meru, sekarang dikenal dengan nama Gunung Semeru. Iniah awal Legenda Gunung Semeru dimana di gunung inilah diyakini para dewa bersemayam.

Sejarah Mahameru Sebagai Rumah Para Dewa

Dari kisah Legenda Gunung Semeru yang dikarenakan awal pembentukannya adalah karena para Dewa yang memindahkan Gunung Meru di India ke Tanah Jawa untuk menggunakan Gunung ini sebagai Paku Bumi Jawa.

Dalam agama Hindu, Gunung Meru dianggap sebagai rumah para dewa dan sebagai sarana penghubung antara bumi (manusia) dan kayangan (akhirat). Jika manusia ingin mendengar suara dewa mereka harus semedi di puncak Gunung Meru. Sebab itulah hingga saat ini banyak masyarakat Jawa dan Bali masih menganggap gunung sebagai Semeru tempat kediaman Dewa-Dewa atau mahluk halus yang memiliki kekuatan positif dan menganggap Gunung Semeru adalah tempat suci yang tak boleh dikotori oleh apapun.

Tak heran pula, dari Legenda Gunung Semeru ini orang orang melakukan pertapaan atau semedi di puncak Gunung untuk mendapatkan wangsit atau suara ghaib dari para Dewa yang bersemayam di puncak tersebut. Mereka ada yang mencari ilmu spiritual atau mengasah kemampuan kebatinan di sana.

Demikian legenda Gunung Semeru. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. BARAKALLAH.

2,653 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Legenda Roro Jonggrang, Mengungkap Misteri Candi Prambanan

Legenda Roro Jonggrang, Mengungkap Misteri Candi Prambanan – Cerita tentang Roro Jonggrang memang sudah taka sing lagi ditelinga kita. Ketika kita menyebutkan namanya pasti kita akan teringat sebuah situs bersejarah bernama Candi Prambanan. Ya, kisah Roro Jonggrang adalah sama halnya kita menceritakan kisah sejarah Candi Prambanan. Awal terbentuknya candi hingga menjadi cagar budaya. Sebuah kompleks candi megah di kawasan Yogyakarta ini memiliki seribu pesona. Selain pemandangannya yang indah juga cerita terbentuknya yang penuh aura mistik. Simak ceritanya berikut ini.

Legenda Roro Jonggrang berawal dari dirinya yang dicintai oleh Bandung Bondowoso. Sosok Ksatria bengis yang memiliki ilmu ghaib tinggi. Namanya menjadi salah satu ukiran sejarah berdirinya Candi Prambanan dimana Prambanan sendiri adalah nama dari Kerajaan di kawasan Candi tersebut.

Awal kisah dari Legenda Roro Jonggrang, dahulu kala berdirilah sebuah kerajaan sangat besar bernama Prambanan. Rakyat Kerajaan Prambanan hidup sejahtera, makmur dan damai di bawah kepemimpinan raja bernama Prabu Baka. Kerajaan-kerajaan kecil di sekitar Kerajaan Prambanan juga tunduk dan hormat pada kepemimpinan Prabu Baka.

Sementara itu, di wilayah lain terdapat satu kerajaan yang tidak kalah besar dari Kerajaan Prambanan, bernama Kerajaan Pengging. Raja dari kerajaan tersebut terkenal arogan dan selalu ingin memperluas wilayah kekuasaan. Kerajaan Pengging memiliki seorang kesatria sakti bernama Bondowoso. Bandung adalah nama senjatanya yang amat sakti dan digunakan untuk memperluas kerajaan dengan cara merebutnya secara paksa dan membunuh musuh musuhnya.

 

Pasukan Bengis Bandung Bondowoso

Bandung Bondowoso memiliki pasukan jin dan bala tantara ghaib, disamping memiliki senjata ampuh bernama Bandung. Bala tentara jin tersebut ia gunakan untuk membantunya dalam menyerang kerajaan lain dan juga memenuhi segala keinginannya. Suatu Ketika Raja Pengging memerintahkan Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan. Esok harinya, bandung Bondowoso memanggil seluruh bala tentara jinnya dan berangkat ke Kerajaan Prambanan.

Sampai disana, langsung saja Bandung Bondowoso dan pasukan jin nya itu memporak porandakan kerajaan Prambanan di bawah kepemimpinan Raja Baka. Sang Raja pun tewas beserta prajurit dsan panglimanya. Kemenangan ini pun membuat Raja Pengging mengutus Bandung Bondowoso memerintahkan kerajaan Prambanan, termasuk mempersunting anak Raja Baka bernama Roro Jonggrang.

Lamaran Bandung Bondowoso dan Syarat Roro Jonggrang

“Wahai Roro Jonggrang yang cantik jelita, bersediakah engkau menjadi permaisuriku?” tanya Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang.

Mendengar pertanyaan dari Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang terdiam dan bingung. Pasalnya ia sangat benci melihat Bandung Bondowoso karena telah membunuh ayahhanda tercinta. Namun ia juga tak kuasa menolak lamaran Bandung Bondowoso. Setelah Roro Jonggrang berfikir sejenak, ia menemukan satu cara agar Bandung Bondowoso tidak jadi untuk menikahinya. Disinilah Legenda Roro Jonggrang dimulai.

“Baiklah aku menerima lamaranmu, Bandung Bondowoso. Namun setelah kamu memenuhi satu syarat dariku.” Jawah Roro Jonggang.

“Apakah Syaratmu itu wahai Roro Jonggrang? tanya Bandung Bondowoso.

“Buatkan aku seribu candi dan dua buah sumur dalam satu malam”. Jawab Roro Jonggrang memberikan syarat yang ia minta.

Mendengar syarat yang diberikan oleh Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso pun langsung menyetujuinya. Syarat yang Roro Jonggrang berikan, ia anggap sangat mudah karena ia mempunyai balatentara jin yang sangat banyak dan akan membantunya. Namun apa yang terjadi selanjutnya?

Kegagalan Bandung Bondowoso dan Berdirinya Candi Prambanan

Legenda Roro Jonggrang adalah awal berdirinya Candi Prambanan. Dan ini adalah hasil dari kegagalan Bandung Bondowoso memenuhi syarat dari Roro Jonggrang. Kisahnya cukup menarik karena kelicikan Roro Jonggrang untuk menggagalkan usaha dari Bandung Bondowoso.

Roro jonggrang berfikir keras bagaimana cara menggagalkan pembangunan candi dan membuatnya tidak jadi menikah dengan Bandung Bondowoso. Jika syarat tersebut tidak dipenuhi tentunya pernikahan mereka tidak akan terlaksana. Roro Jonggrang pergi untuk mengumpulkan para dayang-dayang yang ada di dalam istana Prambanan. Para dayang-dayang tersebut ia beri tugas untuk membakar jerami, membunyikan lesung dan menaburkan bunga berbau semerbak mewangi. Hal ini membuat ayam pun berkokok lebih dini dari biasanya. Hal ini menjadi tanda bahwa waktu pembangunan candi habis.

Bandung Bondowoso pun gagal memenuhi syarat yang diberikan Roro Jonggrang untuk menikahi putri Prabu Baka tersebut. Bondowoso marah sembari berteriak, “Kau yang curang Roro Jonggrang. Kamulah yang menggagalkan pembangunan seribu candi yang sedang aku bangun. Untuk itu, aku kutuk kau menjadi arca yang ada di dalam candi keseribu!!!”

Dengan kesaktian Bandung Bondowoso, Roro Jonggang menjadi arca keseribu dari Candi seribu yang ia syaratkan kepada Bandung Bondowoso. Keseribu candi ini berada di kawasan Candi Prambanan. Arca Roro Jonggrang pun dikenal dengan candi Roro Jonggarang diantara seribu candi lainnya yang diberi nama candi sewu.

Di kawasan Candi Prambanan anda bisa melihat Candi Roro Jonggrang dikelilingi oleh candi-candi lain yang dibangun oleh para bala tentara jin Bandung Bondowoso. Legenda Roro JOnggrang ini sampai saat ini masih menjadi topik menarik untuk dibicarakan.

Bahkan sampai saat ini, arca tersebut dipercaya masih bersemayam arwah Roro Jonggrang dan mampu memancarkan aura pengasihan. Siapa saja yang berdoa disini insya Allah dikabulkan. Selain itu juga ada beberapa pusaka yang kadang ditemukan disini dan menjadi sarana pengasihan ampuh untuk membuka keberuntungan dalam hidup.

Ingin tahu koleksi benda pusaka hasil tarikan ghaib? YUK KLIK DISINI!

 

 

2,064 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

7 Keris dan Tombak Pusaka Paling Ampuh Di Nusantara

7 Keris dan Tombak Pusaka Paling Ampuh Di Nusantara – Indonesia merupakan negeri yang kaya akan budaya yang begitu beragam. Budaya hindu budha yang pertama kali masuk di Indonesia dan mulai menyebar di seluruh nusantara ini meninggalkan begitu banyak budaya dan senjata pusaka. Salah satu pusaka yang sampai saat ini dikenal di seluruh Indonesia bahkan manca negara adalah  keris dan tombak. Kedua pusaka ini seakan menjadi simbol bagi negara Indonesia. Lalu, keris dan tombak apa saja yang menjadi pusaka paling ampuh di Nusantara?

Ini Dia, 7 Keris dan Tombak Pusaka Paling Ampuh Di Nusantara

Keris Mpu Gandring

Keris Mpu gandring menjadi salah satu bagian dari sejarah negeri ini. Keris ini merupakan peninggalan kerajaan Singosari. Adalah Ken Arok seorang raja kerajaan Singosari yang memiliki keris Mpu Gandring. Beliau menyuruh Mpu Gandring membuat keris sakti hanya dalam satu malam saja. Sebuah hal mustahil bagi orang biasa, akan tetapi sang Mpu bisa menyelesaikannya.

Akan tetapi ketika Mpu Gandring tengah membuat sarung keris, Ken Arok tiba-tiba datang karena menurut dia waktunya telah 1 hari. Mpu Gandring ditusuk Ken Arok karena dianggap tidak menepati janji untuk menyelesaikan keris dalam waktu 1 malam. Karena kejadian inilah dalam keadaan meregang nyawa, Mpu Gandring mengutuk Ken Arok bahwa suatu saat Keris itulah yang akan membunuh dirinya.

Terbukti, Keris tersebut meminta korban nyawa tujuh turunan dari Ken Arok. Dalam perjalanannya, keris ini terlibat dalam perselisihan dan pembunuhan elit kerajaan Singasari dengan korban Tunggul Ametung, Kebo Ijo, Ken Arok, Anusapati dan Tohjaya. Meski saat ini Keris Mpu Gandring menjadi pusaka paling ampuh di Nusantara.

Keris Kyai Setan Kober

Pemegang keris ini adalah Adipati dari Kadipaten Jipang Panolang yang juga sangat legendaris, Arya Penangsang. Konon, bila dicabut dari warangkanya maka keris ini akan menimbulkan sugesti yang hebat bagi orang orang yang ada disekitarnya. Keris ini akan mengeluarkan angina yang sangat besar dan seperti banyak setan yang berkeliaran. Sarana keris Setan Kober Inilah yang digunakan oleh Arya Penangsang untuk menguasai ilmu kebal.

Konon ceritanya, dari keris Setan Kober inilah muncul tradisi mengalungkan keris dengan rangkaian bunga melati dan sampai sekarang tradisi inipun masih berjalan sampai sekarang. Dulu orang menggunakan usus manusia / hewan untuk mengalungi keris ini sebagai pusaka sakti. Namun sekarang orang Jawa mengalungkan keris keris mereka (entah keris berisi khodam ataupun tidak) dengan roncean / rangkaian bunga melati. Karena itulah keris ini menjadi salah satu pusaka paling ampuh di Nusantara.

Keris Kyai Carubuk

Keris Kyai Carubuk adalah salah satu pusaka paling ampuh di Nusantara. Keris ini adalah peninggalan dari Sunan Kalijaga. Dalam satu legenda dikisahkan Sunan Kalijaga meminta tolong untuk dibuatkan keris coten-sembelih (pegangan lebai untuk menyembelih kambing). Lalu oleh beliau diberikan calon besi yang ukurannya sebesar biji asam jawa. Mengetahui besarnya calon besi tersebut, Mpu Supa sedikit terkejut.

Ia berkata besi ini bobotnya berat sekali, tak seimbang dengan besar wujudnya dan tidak yakin apakah cukup untuk dibuat sebilah keris. Kemudian Sunan Kalijaga berkata bahwa besi itu tidak hanya sebesar biji asam jawa tetapi besarnya seperti gunung. Karena ampuh perkataan Sunan Kalijaga, pada waktu itu juga besi menjelma sebesar gunung. Jadilah keris Kyai Carubuk yang sakti mandraguna.

Pada akhirnya, keris ini menjadi milik Sultan Hadiwijaya, bahkan sanggup mengalahkan Keris Setan Kober milik Arya Penangsang ketika pesuruh Arya Penangsang melakukan percobaan pembunuhan pada Sultan Hadiwijaya dengan memakai keris setan kober.

Tombak Kyai Plered

Pusaka paling ampuh di Nusantara berikutnya yaitu Tombak Kyai Plered. Salah satu tombak koleksi Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat. Setiap tahunnya, di malam 1 Suro keris ini dijamasi / dimandikan. Senjata ini merupakan pegangan Raja Mataram Pertama yang bernama Panembahan Senapati (Nama Asli : Danang Sutawijaya) dan digunakan untuk mengalahkan Bupati Jipang Arya Penangsang dalam perang tanding di pinggir Bengawan Solo.

Tombak Baru Klinting

Berdasarkan legenda, khodam dalam pusaka paling ampuh di Nusantara ini adalah sesosok Naga Baru Klinting. Konon Naga Baru Klinting dihukum oleh ayahnya (Ki Ageng Mangir Wanabaya) karena gagal melingkari gunung merapi. Pusaka sakti berwujud tombak ini sebelumnya adalah pusaka milik Ki Ageng Mangir Wanabaya yang memberontak kepada panembahan Senopati. Keampuhan senjata ini membuat panembahan Senapati terpaksa mengutus Putrinya Nyi Ageng Pembayun untuk mengelabuhi Ki Ageng Mangir. Sekarang tombak ini tersimpan di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat (D.I Yogyakarta) sebagai senjata pusaka pendamping tombak Kanjeng Kyai Plered.

Keris Pusaka Nagasasra Sabuk Inten

Sebenarnya Pusaka Nagasasra Sabuk Inten adalah dua jenis pusaka peninggalan Raja Majapahit, yaitu Keris Pusaka Nagasasra dan Sabuk Inten. Nama Nagasasra merupakan nama salah satu dapur (bentuk) keris luk tiga belas dan ada pula yang luk-nya berjumlah sembilan dan sebelas. Karena itulah penyebutan nama dapur ini harus disertai dengan jumlah luk-nya. Pada keris dapur Nagasasra yang asli, sebagian besar bilahnya diberi kinatah emas, dan pembuatan kinatah emas semacam ini tidak disusulkan setelah wilah ini selesai, tetapi telah dirancang oleh sang Mpu sejak awal pembuatannya. Mpu Ki Nom adalah salah satu pembuat keris Nagasasra paling baik di era Kerajaan Majapahit.

Keris Kyai Sengkelat

Kyai Sengkelat adalah keris pusaka luk tiga belas yang diciptakan di jaman Majapahit (1466 – 1478). Tepatnya yaitu pada masa pemerintahan Prabu Kertabhumi (Brawijaya V). salah satu pusaka paling ampuh di Nusantara ini merupakan karya Mpu Supa Mandagri. Mpu Supa adalah salah satu santri Sunan Ampel. Konon bahan untuk membuat Keris Kyai Sengkelat adalah cis, sebuah besi runcing yang umunya digunakan untuk menggiring onta. Konon, besi tersebut didapat Sunan Ampel ketika sedang bermunajat. Ketika ditanya besi itu berasal darimana, dijawab lah bahwa besi itu milik Rasulullah Muhammad SAW. Maka diberikan lah besi itu kepada Mpu Supa untuk dibuat menjadi sebilah pedang, sebuah pedang sakti yang dinamakan Keris Kyai Sangkelat.

Demikian, 7 Keris dan Tombak Pusaka Paling Ampuh Di Nusantara. Semoga menambah manfaat dan pengetahuan tentang sejarah Indonesia. BARAKALLAH.

 

3,247 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Mengungkap Fakta Istana Nabi Sulaiman Di Pulau Jawa

Mengungkap Fakta Istana Nabi Sulaiman Di Pulau Jawa – Nabi Sulaiman adalah seorang Nabi dengan kekayaan melimpah dan juga seorang Raja yang memiliki kewibawaan tinggi. Selain itu Nama Sulaiman menjadi satu satunya nama Nabi dari 25 Nabi lainnya yang diawali dengan suku kata “SU”. Dalam Bahasa Jawa sendiri SU berarti lelaki yang baik (bijak). Nama ini memang sangat umum dalam nama-nama di Jawa samma halnya dengan nama Presiden Sukarno, Suharto, dan Susilo. Nabi Sulaiman dikatakan memiliki banyak peninggalan di negeri Yaman. Namun ternyata di Indonesia sendiri nabi Sulaiman juga dikatakan memiliki peninggalan. Apa sajakah itu?

Ya, ada kabar yang mengatakan bahwa Nabi Sulaiman memiliki sebuah Istana di Indonesia dimana istana tersebut dikabarkan berada di pulau Jawa. Ya, dikatakan bahwa Istana Nabi Sulaiman di Pulau Jawa adalah Candi Borobudur.

Borobodur ditengarai oleh para peneliti Barat berdiri pada abad ke-7. Akan tetapi sampai saat ini pembuktian karbon pada batuan Borobudur tidak bisa membuktikan sejak kapan sesungguhnya bangunan megah tersebut berdiri.

Bukti Istana Nabi Sulaiman Di Pulau Jawa

Candi Borobudur dipercaya sebagai Istana Nabi Sulaiman Di Pulau Jawa, lalu apa buktinya? Begitu banyak bukti yang menyatakan bahwa Candi Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman.

Salah satu bukti bahwa Bangunan Borobodur adalah peninggalan Nabi Sulaiman Diantaranya adalah fenomena jumlah 19 pada bangunan yang sama dengan jumlah huruf pada BISMILLAHIRROMANIRROHIM. Basmalah adalah Kop surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Balqis agar menyembah hanya kepada Allah. Surat ini konon dikirimkan melalui burung hud hud.

Bukti selanjutnya yaitu bahwa Ratu Balqis juga dikatakan memiliki istana di Pulau Jawa. Ratu Balqis sendiri dikenal dengan sebutan Ratu Boqo dalam pengucapan kini orang Jawa. Kop surat Nabi Sulaiman sendiri terbuat dari lempengan emas yang ditemukan di kolam pemandian Ratu Boqo.

Candi Borobudur sendiri sebenarnya adalah singgasana Ratu Balqis yang dipindah oleh para pasukan jin Nabi Sulaiman. Pemindahan Istana dari Yaman ke negeri Saba tersebut dilakukan dalam upaya pembuktian bagaimana kekuatan Allah SWT dan keagungannya. Uniknya, Candi Mendut dan Candi Pawon memiliki garis lurus. Garis lurus ini hanya bisa dilakukan oleh mereka yang bisa terbang di atas pada awal pembangunan.

Relief Patung Istana Nabi Sulaiman di Pulau Jawa

Sebenanrnya patung patung yang ada di Candi Borobudur cukup menandankan bahwa candi ini adalah Istana Nabi Sulaiman di Pulau Jawa. Patung-patung pada Borbodur sebenarnya adalah penampakan figur Nabi Sulaiman yang ‘dipahat’ oleh pasukan jin. Rambut keriting merupakan ciri pada masyarakat di Pulau Jawa pada waktu itu, yang sesungguhnya keturanan dari Bani Lukman.

Bahkan dalam Al Quran disebutkan bahwa Nabi Sulaiman sering melakukan perjalanan ke timur untuk mengembara. Sedangkan pada daerah timur Indonesia terdapat pulau bernama Pulau Solomon. Kota Sleman sendiri diduga berasa dari namanya. Orang Jawa biasa menyingkat dua pengucapan misal Siti Hinggil menjadi Stinggil, bisa juga Sulaiman menjadi Sleman.

Pada akhirnya Nabi Sulaiman meninggalkan peradaban Nusantara namun dengan bukti tersebut jelas bahwa Indonesia adalah salah satu negara berpengaruh dalam sejarah peradaban manusia di dunia. Sekaranglah saatnya mengubah Indonesia menjadi pusat Dunia.

Itulah bukti bahwa Istana Nabi Sulaiman di Pulau Jawa adalah Candi Borobudur. Semoga dapat menambah wawasan dan manfaat bagi kita semua. BARAKALLAH.

 

2,120 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Candi Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman, Ini Dia Buktinya!

Candi Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman, Ini Dia Buktinya! – Legenda Candi Borobudur menjadi salah satu cerita legenda di Indonesia yang cukup menarik. Banyak Versi cerita yang menuliskan bagaimana terbentuknya Candi bersejarah ini dan siapa yang membangun Candi Borobudur. Candi yang terletak di Magelang – Jawa Tengah ini menjadi salah satu obyek wisata yang banyak dijunjungi oleh wisatawan. Baik wisatawan local maupun internasional. Tak heran karena Candi Borobudur adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Mengapa Demikian?

Apakah Hal ini salah satunya adalah karena desas desus bahwa Candi Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman ? Pernahkah Anda mendengar tentang kabar ini? Jika belum mari kita ulas cerita tentang Sejarah Candi Borobudur berikut ini.

Sejarah Pembangunan Candi Borobudur

Candi Borobudur termasuk candi Budha yang berdekatan dengan Candi Pawon dan Candi Mendut. Beberapa kilometer dari Candi Borobudur, terdapat Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Plaosan, dan candi candi lainnya. Semua candi ini termasuk candi Budha yang didirikan sekitar tahun 772 dan 778 Masehi.

Lalu bagaimana kabar tentang Candi Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman? Ada beberapa bukti bahwa Candi Borobudur adalah Peninggalan dari Nabi Sulaiman as. Bukti – bukti tersebut di antaranya, hutan atau negeri Saba, makna Saba, nama Sulaiman, buah maja yang pahit, dipindahkannya istana Ratu Saba ke wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman, bangunan yang tidak terselesaikan oleh para jin, tempat berkumpulnya Ratu Saba, dan lainnya.

Simbol Relief Candi Borobudur Bukti Peninggalan Nabi Sulaiman

Relief yang ada pada Candi Borobudur terdapat beberapa simbol, yang mirip dengan kisah Sulaiman dan Ratu Saba, sebagaimana keterangan Alquran. Ada sebuah kisah tentang TABUT yaitu sebuah kotak peti milik Nabi Daud AS yang diwariskan pada Nabi Sulaiman. Peti tersebut terdapat kitab di dalamnya yaitu kitab Zabur, Taurat, dan Tingkat Musa.

Bukti selanjutnya bahwa Candi Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman adalah adanya Pekerjaan jin yang tidak selesai ketika mengetahui Sulaiman telah wafat. Terdapat pada (QS Saba [34]: 14). Saat mengetahui Sulaiman wafat, para jin pun menghentikan pekerjaannya. Buktinya di Borobudur terdapat patung yang belum tuntas diselesaikan.

Selanjutnya Jin Jin itu diperintahkan membangun gedung yang tinggi dan membuat patung-patung. Cerita tersebut ada pada (QS Saba [34]: 13). Seperti diketahui, banyak patung Buddha yang ada di Borobudur. Sedangkan gedung atau bangunan yang tinggi itu adalah Candi Prambanan.

Candi Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman  juga terbukti saat Nabi Sulaiman berbicara dengan burung-burung dan hewan-hewan. Kisah (QS An-Naml [27]: 20-22). Relief di candi borobudur juga ada, sejumlah frame relief Borobudur bermotifkan bunga dan burung. Terdapat pula sejumlah relief hewan lain, seperti gajah, kuda, babi, anjing, monyet, dan lainnya.

Itulah tadi beberapa alasan dan bukti bahwa Candi Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman. Semoga dapat menambah informasi bagi kita semua. BARAKALLAH.

1,609 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini