Hari: Oktober 21, 2017

Pantangan Menikah Adat Jawa, Berani Langgar Demi Cinta?

Pantangan Menikah Adat Jawa, Berani Langgar Demi Cinta? – Pernikahan sejatinya adalah penyatuan dua hati antara pria dan wanita. Namun dalam adat Jawa sendiri ada beberapa hal yang pasti harus diperhatikan. Bahkan adat Jawa menyatakan ada beberapa pantangan sebelum orang melangsungkan pernikahan. Mitos pernikahan adat jawa ini biasanya menjadi satu halangan cinta kedua manusia, karena meski saling mencintai namun pernikahan mereka terhalang oleh mitos pernikahan adat Jawa. Pantangan menikah adat Jawa ini apa saja? Mari perhatikan 6 Mitos berikut ini!

Mitos Pernikahan Jilu (Siji karo Telu)

Pantangan menikah adat Jawa yang pertama adalah pernikahan Jilu atau pernikahan Siji karo Telu. Khususnya di Jawa Timur, pernikahan Jilu sangat sangat dilarang. Pernikahan Jilu adalah pernikahan antara anak pertama dengan anak ketiga. Baik pihak wanita yang anak pertama dan pria anak ketiga juga pihak pria anak pertama dan wanita anak ketiga sama sama tidak boleh menikah menurut adat Jawa.

Dalam kepercayaanya jika pernikahan ini tetap dilangsungkan maka akan mendatangkan sial bagi rumah tangganya kelak. Entah mitos ini benar atau tidak yang pasti kepercayaan ini sangat melekat di masyarakat hingga mereka banyak yang percaya bahwa pernikahan Jilu benar benar tak bisa dilangsungkan.

Mitos Menikah di Bulan Suro

Bulan Suro dianggap sebagai pantangan menikah adat Jawa, karena dianggap bulan keramat dan membuat malapetaka datang. Padahal dalam pandangan Islam, bulan Suro adalah bulan suci dan dinamakan Bulannya Allah. Lalu mengapa dianggap sebagai bulan penuh kesialan? Entah dari mana mitos ini bermula yang pasti sampai saat ini masyarakat Jawa tak mau melangsungkan pernikahan kala Bulan Suro tiba.

Pada bulan Suro ini masyarakat jawa banyak yang percaya tentang mitos terkait ratu pantai selatan atau yang lebih di kenal dengan nama ” Nyi Roro Kidul” tengah melangsungkan hajatan. Hingga jika acara pernikahan tetap di langsungkan pada bulan ini, akan menimbulkan balak bagi rumah tangga dan keluarganya kelak. Itulah asal usul mitos pernikahan bulan Suro dilarang dalam adat Jawa.

Rumah Berhadapan di Larang Menikah dalam Adat Jawa

Pantangan menikah adat Jawa berikutnya yaitu pernikahan yang mana Rumah mempelai berdua saling berhadapan. Para orang tua khususnya di Jawa banyak yang masih percaya mitos pernikahan tersebut. Entah apa yang mendasari mitos ini sebab jika mitos ini di langgar mereka percaya keluarga sang mempelai dari kedua belah pihak juga akan mengalami hal buruk di kemudian hari. Benar atau tidak masih menjadi teka teki tapi yang pasti banyak yang membuktikan mitos ini benar terjadi.

Posisi Rumah Ngalor Ngulon Dilarang Menikah

Sering kita mendengar bahwa menikah yang memiliki arah ke barat laut ataupun sering di sebut arah ngalor ngulon merupakan hal yang menjadi pantangan. Namun ada juga yang menganggap bahwa pernikahan arah ngalor ngulon di larang merupakan mitos belaka. Tidak tahu alasan yang pasti mengapa hal ini terus dipercaya turun temurun meskipun sudah memasuki era modern. Khususnya pada masyarakat yang tinggal di pedesaan, mitos ini sangat kental.

Orang tua keluarga Jawa sangat percaya dengan tradisi primbon dan weton mereka, sehingga sulit bagi mereka melepaskan diri dari kungkungan tradisi. Yang penting bagi generasi muda adalah jangan sampai mempercayai tradisi yang bertentangan dengan syariah Islam. Namun kembali lagi Pantangan menikah adat Jawa ini sudah terlanjur dipercaya dan biasanya akan terbukti karena keyakinan tersebut.

Pernikahan Siji Jejer Telu ( Satu Berjajar Tiga )

Berbeda dengan “Jilu” siji jejer telu maksutnya jika pasangan yang akan menikah sama-sama anak pertama serta salah satu orang tua dari pasangan juga merupakan anak pertama, sehingga jika disusun dalam angka menjadi 111 ( satu berjajar tiga). Sebagian orang jawa masih mempercayai jika hal ini di langgar maka rumah tangga pasangan tidak akan sejahtera. Entah benar atau tidak, yang pasti Pantangan menikah adat Jawa ini sangat diyakini masyarakat.

Larangan Menikah Jawa – Sunda

Pantangan menikah adat Jawa Sunda ini sudah terkenal sejak dahulu. Sebagian masyarakat Jawa masih juga ada yang mempercayai mitos tersebut. Yang mana jika hal ini dilanggar maka hidupnya akan sengsara. Sejarah dari munculnya mitos ini berasal dari kisah jaman dahulu yaitu terjadinya perang babat antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda. Sehingga antara Jawa dan Sunda dinilai tak pernah bisa akur bahkan meski dengan cara pernikahan sekalipun.

Itulah mitos pantangan menikah adat Jawa yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.

 

 

 

177 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini