Hari: Oktober 19, 2017

Sejarah Prabu Siliwangi dan Mitos Maung Yang Melekat Pada Masyarakat Sunda

Sejarah Prabu Siliwangi dan Mitos Maung Yang Melekat Pada Masyarakat Sunda – Nama Siliwangi nampaknya tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, terlebih bagi warga Jawa Barat. Siliwangi adalah nama seorang penguasa tanah Pasundan pada jaman dahulu. Prabu Siliwangi seorang raja Pajajaran besar terpilih yang jago bertanding, sakti mandraguna, arif  serta bijaksana dalan memerintah rakyatnya. Prabu Siliwangi dikenal sebagai Sri Baduga Maharaja karena kehebatannya dalam membawa tanah Pajajaran menjadi sebuah kerajaan besar di Tanah Jawa waktu itu.

Beliau adalah putra dari Prabu Dewa Niskala putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana lahir 1401 M di Kawali Ciamis. Beliau mengawali pemerintahan zaman Pakuan Pajajaran Pasundan, dimana Prabu Siliwangi telah memerintah Kerajaan Sunda Galuh selama 39 tahun (1482-1521). Pada masa inilah Pakuan Pajajaran di Bogor mencapai puncak perkembangannya. Sejaran Prabu Siliwangi sendiri dikenal dengan pusaka Kujang nya serta khodam Macan putih.

Sejarah Prabu Siliwangi juga tak lepas dari arti namanya, yaitu berasal dari dua kata Silih dan wawangi. Silih artinya pengganti dan Wawangi adalah seorang nama Raja / Prabu, sehingga jika diartikan adalah Pengganti Prabu Wawangi. Prabu Siliwangi dikenal dengan kehebatan ilmu kanuragan maupun ilmu kepemimpinan. Bahkan dalam masa perjuangan bangsa Indonesia, nama Siliwangi selalu digunakan untuk menamai nama Pasukan Tentara atau prajurit agar lebih semangat dalam meraih kemenangan.

Sejarah Prabu Siliwangi dan Maung Putih

Dalam kebudayaan Tatar Sunda, maung atau harimau merupakan simbol yang melekat padanya. Beberapa hal yang berkaitan dengan kebudayaan dan eksistensi masyarakat Sunda dikorelasikan dengan simbol maung atau macan, baik simbol verbal maupun non-verbal. Misalnya, nama daerah (Cimacan), simbol Komando Daerah Militer (Kodam) Siliwangi, hingga julukan bagi klub sepak bola kebanggaan warga kota Bandung (Persib) yaitu dijuluki Maung Bandung. Lantas, bagaimana asal-muasal sejarah Prabu Siliwangi hingga melekatnya simbol maung pada masyarakat Sunda? Apa makna sesungguhnya dari simbol hewan berkuku dan bertaring tajam ini?

Simbol maung pada masyarakat Sunda erat kaitannya dengan legenda menghilangnya (nga-hyang) Prabu Siliwangi ( sejarah Prabu Siliwangi ) dan Kerajaan Pajajaran yang dipimpinnya. Dahulu kala terjadi penyerbuan pasukan Islam Banten dan Cirebon yang juga dipimpin oleh keturunan Prabu Siliwangi. Konon, sejarah Prabu Siliwangi mengatakan jika dirinya menghilang adalah untuk menghindari pertumpahan darah dengan anak cucunya yang telah memeluk Islam. Prabu Siliwangi beserta para pengikutnya yang masih setia memilih untuk tapadrawa di hutan sebelum akhirnya nga-hyang.

Berdasarkan kepercayaan yang hidup di sebagian masyarakat Sunda, sebelum Prabu Siliwangi nga-hyang / menghilang / moksa bersama para pengikutnya, beliau meninggalkan pesan atau wangsit yang dikemudian hari dikenal sebagai “Wangsit Siliwangi”.

Sejarah Wangsit Siliwangi

Wangsit Siliwangi yang terkenal di kalangan masyarakat Sunda adalah : “Lamun aing geus euweuh marengan sira, tuh deuleu tingkah polah maung”. Kisah mengenai wangsit ini telah menjadi semacam kisah yang sifatnya “tutur tinular” dari generasi ke generasi dalam masyarakat Sunda. Sehingga sulit dilacak dari mana sebenarnya cerita sejarah Prabu Siliwangi mengenai wangsit ini bermula.

Namun ada hal menarik berkaitan dengan kata-kata yang terkandung dalam wangsit Siliwangi tersebut. Kata-kata itu termasuk kategori bahasa sunda yang kasar bila merujuk pada strata bahasa yang digunakan oleh masyarakat Sunda Priangan (Undak Usuk Basa). Anehnya, Mengapa seorang raja yang terkenal arif dan sangat bijaksana itu berucap dalam bahasa yang tergolong kasar?

Bukti sejarah Prabu Siliwangi menunjukkan bahwa kemunculan undak usuk basa dalam masyarakat Sunda terjadi karena adanya hegemoni atau pencampuran budaya dan politik Mataram yang memang kental nuansa feodal, dan itu baru terjadi pada abad ke 17, beberapa abad pasca Prabu Siliwangi moksa atau nga-hyang.

Bagi masayarakat Sunda, Wangsit Siliwangi ini filosofi kehidupan dan menjadi semacam keyakinan bahwa Prabu Siliwangi telah berubah / menjelma menjadi maung (harimau) setelah tapadrawa (bertapa hingga akhir hidup) di hutan belantara. Yang menjadi pertanyaan besa adalah apakah memang pernyataan atau wangsit Siliwangi itu bermakna sebenarnya ataukah hanya kiasan?

Realitasnya, hingga kini masih banyak masyarakat Sunda (bahkan juga yang non-Sunda) meyakini metamorfosa Prabu Siliwangi menjadi harimau putih atau macan putih. Selain itu, wangsit tersebut juga menjadi pedoman hidup bagi sebagian orang Sunda yang menganggap sifat-sifat maung seperti pemberani dan tegas, namun sangat menyayangi keluarga sebagai lelaku yang harus dijalani dalam kehidupan nyata. Itulah beberapa filosifi yang melambangkan sifat asli dari Prabu Siliwangi semasa hidupnya.

Dari sini kita melihat terungkapnya sistem nilai dari simbol maung dalam masyarakat Sunda. Ternyata maung yang memiliki sifat-sifat seperti yang telah disebutkan sebelumnya menyimpan suatu tata nilai yang terdapat pada kebudayaan masyarakat Sunda, khususnya yang berkaitan dengan aspek perilaku (behaviour). Itulah sejarah Prabu Siliwangi yang dapat kami sampaikan beserta kisah sejarah dan mitos maung putih pada masyarakat sunda. Semoga bermanfaat, BARAKALLAH.

3,095 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

10 Mitos Tempat Wisata Bikin Putus Cinta, Berani Datang Sama Pacar?

10 Mitos Tempat Wisata Bikin Putus Cinta, Berani Datang Sama Pacar? – Dalam mitos Jawa dikatakan banyak tempat wisata yang dapat menimbulkan akibat cukup fatal bila didatangi Bersama pasangan yang belum sah. Konon, ada beberapa tempat wisata alam yang dapat menyebabkan putus cinta bila sengaja datang kesana Bersama pasangannya. Nah, tempat wisata mana saja yang dapat menyebabkan putus cinta? Ini dia 10 tempat wisata bikin putus cinta jika didatangi Bersama pacar.

Candi Prambanan, Jogjakarta

Sudah umum diketahui bahwa candi Prambanan adalah salah satu tempat wisata bikin putus cinta. Hal ini didasarkan pada kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso, yaitu tentang kisah cinta bertepuk sebelah tangan. Roro Jonggrang yang tak mau dinikahi Bandung memberikan syarat cukup berat kepadanya yaitu membuat 1000 candi. Dengan segala kelicikan Roro Jonggrang ia pun menggagalkan usaha Bandung Bondowoso. Akhirnya Bandung pun gagal menikahi Roro Jonggrang, bahkan Roro Jonggrang dikutuknya menjadi penggenap candi yang ke 1000.

Legenda itu kemudian berkembang menjadi mitos yang menyatakan bahwa setiap pasangan kekasih yang datang ke Candi Prambanan akan putus. Meski banyak orang yang tak percaya dengan mitos ini namun banyak juga yang mempercayainya dan takut membawa sang kekasih ke tempat wisata bikin putus cinta ini.

Candi Gedong Songo, Semarang

Tempat wisata bikin putus cinta berikutnya yaitu Candi Gedong Songo. Candi ini terletak di lereng Gunung Ungaran, Desa candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Dinamakan Gedong Songo karena memang ada 9 candi di kawasan tersebut. Percaya atau tidak, bila berada di kawasan candi ini, jangan coba-coba untuk menggombal kepada pasangan. Karena bila mengeluarkan rayuan gombal, dipercaya akan membuat hubungan percintaan akan putus di tengah jalan. Entah mengapa mitos ini berkembang luas dan dipercaya banyak orang, bahkan banyak yang terbukti kebenarannya.

Tanah Lot, di Bali

Di Bali juga terdapat mitos tempat wisata bikin putus cinta yaitu tepatnya ada di Tanah Lot. Tanah Lot merupakan sebuah pantai destinasi wisatawan yang begitu popular di Bali. Di Lokasi ini terdapat sebuah pulau dengan pura yang dijaga oleh ular suci. Konon, ular ini bisa mengabulkan doa orang yang berkunjung ke sana. Namun sayangnya ada sebuah mitos yang mengatakan untuk sepasang kekasih, oleh masyarakat setempat tidak dianjurkan masuk ke dalam pura dan menemui si ular-ular suci tersebut sebab akan menyebabkan putus hubungan. Entah benar atau tidak namun mitos ini cukup kuat dipercaya masyarakat khususnya Jawa dan Bali.

Tanjakan Cinta, Gunung Semeru

Di kawasan Gunung Semeru juga terdapat tempat wisata bikin putus cinta yang tepatnya ada di bagian tanjakan cinta. Tanjakan Cinta adalah nama sebuah tempat di bagian barat Ranu Kumbolo, pada jalur pendakian menuju puncak Mahameru. Legenda dan mitos tempat ini berawal dari dua sejoli yang sudah bertunangan lalu mereka mendaki gunung Semeru bersama. Ketika melewati jalur ini, si lelaki sudah sampai di atas lebih dulu sedangkan si wanita yang kepayahan jatuh terguling dan akhirnya meninggal dunia.

Kemudian timbul sebuah desas desus barang siapa yang bisa terus berjalan tanpa henti hingga di atas bukit dan tanpa menoleh ke belakang maka Jika sedang pacaran, hubungan akan berakhir bahagia. Namun bila berhenti di tengah-tengah, maka hubungan itu akan putus. Percaya?

Grajakan Nglirip, Tuban

Di Tuban juga terdapat satu tempat wisata bikin putus cinta yang cukup diyakini, yaitu Air Terjun Grajakan Nglirip. Pemandangan air terjunnya yang indah beserta kesegaran udara disini tak menutup mitos tentang tempat ini. Air terjun ini ternyata menyimpan sebuah mitos, barang siapa yang datang ke tempat ini dengan pasangan tidak resmi, maka dalam waktu 40 hari akan putus hubungan. Mitos itu dipercaya oleh banyak orang, bahkan ada yang lebih ekstrim mengatakan bila sudah bosan dengan pasangan, bawa saja ke Grajakan Nglirip. Niscaya 40 hari kemudian akan putus hubungan.

Baturaden, Malang

Tempat wisata ini terletak di Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Wisata Baturaden memiliki pesona air terjun dan goa yang begitu cantik lengkap dengan wahana dan arena wisatanya. Nama tempat ini berasal dari seorang anak bupati (Raden) yang ketahuan pacaran dengan anak pembantu (Batur). Karena hubungan mereka tidak disetujui, mereka berdua putus di sebuah hutan, lalu kemudian dinamakan Baturaden.  Mitos yang beredar menyatakan bahwa sebagian besar pasangan yang datang ke sana akan berakhir dengan putus.

Bukit Cinta Rawapening, Ambarawa

Tempat wisata bikin putus cinta ini terdapat di tepi Danau Rawa Pening, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabubapten Ambarawa Jawa Tengah. Di tempat wisata Bukit Cinta yang terkenal teduh dan sejuk ini terdapat mitos kalau bukan muhrim yang datang ke sana, maka hubungan mereka akan kandas di tengah jalan. Di sisi lain, tersebar mitos yang berbeda bahkan sangat bertolak belakang. Mitos tersebut menyebutkan bahwa pasangan yang ke sana justru berakhir di pelaminan sesuai namanya, Bukit Cinta berarti bukit yang dipenuhi perasaan cinta.

Air Terjun Coban Rondo, Malang

Air terjun Coban Rondo terkenal sebagai air terjun cantik yang dipenuhi unsur unsur mistis. Dahulu kala disana terdapat kisah seorang janda cantik yang ditinggal suaminya sesaat setelah pernikahan. Nama Coban Rondo sendiri berasal legenda seorang putri bernama Dewi Anjarwati yang merenungi nasibnya di batu besar di bawah air terjun setelah menjadi janda (rondo dalam bahasa Jawa) karena ditinggal mati Raden Baron Kusumo. Entah dari mana awalnya, tempat wisata ini dikenal ‘angker’ bagi mereka yang pacaran di tempat itu. Konon katanya mereka yang berani memadu kasih, membawa pacar ke tempat ini maka hubungannya tak akan sampai ke pelaminan.

Kebun Raya Bogor, Bogor

Satu lagi tempat wisata bikin putus cinta yang ada di tanah Jawa yaitu Kebun Raya Bogor. Selain sebagai tempat wisata, kebun ini juga bisa menjadi tempat anak-anak untuk belajar tentang alam dan tumbuhan. Namun siapa sangka di balik pesona alam tempat tersebut, terdapat sebuah mitos. Barang siapa yang datang ke sana dalam kondisi lajang, maka akan mendapatkan jodoh bila duduk di bawah pohon jodoh. Dan sebaliknya, bila datang ke tempat itu dalam keadaan berpasangan, maka akan kandas jalinan asmaranya bila menyeberang di jembatan warna merah yang letaknya paling utara. Padahal jembatan warna merah ini sangat bagus bila digunakan sebagai spot untuk berfoto Bersama pasangan.

Pantai Balekambang, Malang

Pantai berpasir putih ini terletak di daerah Malang Selatan, Jawa Timur. Tepatnya di Kecamatan Bantur, sekitar 65 km dari pusat  Kota Malang. Pantai yang terkenal dengan pasir putih dan pura yang ada di pulau kecil di bibir pantainya ini ternyata menyimpan sebuah mitos. Barang siapa berani pacaran di tempat ini, niscaya akan putus. Namun hal itu tidak berlaku untuk pasangan suami istri karena mereka sudah sah dan tidak akan mendapatkan kesialan misalnya berceraian atau perpisahan.

Itulah 10 tempat wisata bikin putus cinta yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.

 

 

1,712 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini