Hari: Oktober 17, 2017

Misteri Air Terjun Sri Gethuk Gunung Kidul dan Suara Ghaib Gamelan

Misteri Air Terjun Sri Gethuk Gunung Kidul dan Suara Ghaib Gamelan – Selain Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu, ada sebuah air terjun yang tak kalah popular yang sangat ramai dikunjungi banyak orang. Air terjun tersebut sering dinamakan Air Terjun Sri Gethuk yang terletak di Gunung Kidul, Bantul, Yogyakarta. Disana ditemukan pemandangan alam yang begitu asri dan mempesona dengan airnya yang jernih dan pohon yang menghijau. Namun dibalik pemandangan indahnya, ada banyak desas desus yang menunjukkan adanya mitos dan misteri Air terjun Sri Getuk.

Misteri yang sama dengan Alas Purwo, bahwa Air Terjun Sri Gethuk juga disebut sebagai pusatnya kerajaan jin atau kerajaan ghaib yang dipenuhi dengan para jin. Air Terjun Sri Gethuk tepat berada di Dusun Menggoran, Bleberan Playen, Gunung Kidul, yang mana area Gunung Kidul ini dipercaya menjadi salah satu wilayah angker dan cukup keramat.

Kisah Misteri Air Terjun Sri Gethuk

Misteri Air Terjun Sri Gethuk ini dipercaya karena pada zaman dahulu dikenal sebuah nama Slempet yang menjadi legenda dari desa Bleberan. Banyak orang berpendapat bahwa disana menjadi salah satu tempat kerajaan Jin yang cukup angker. Di Air Terjun itulah semua mahkluk ghaib akan berkumpul, yang dipimpin oleh jin Anggo Meduro merupakan raja Jin. Semua Jin disana tunduk dan takut kepada Anggo Meduro.

Sebagai raja Jin, ternyata Anggo Meduro menyukai suatu hal yang unik seperti gamelan, kesenian Jawa maupun karawitan. Memang sedikit aneh, entah mengapa Anggo Meduro sangat menyukai hal hal yang berbau kesenian tradisional yang jelas tentu ada asal usulnya. Sebab itulah, misteri Air Terjun Sri Gethuk dipenuhi dengan kabar bahwa apabila disana para pengunjung seringkali mendengar suara – suara seperti gamelan, akan tetapi tidak ada orang yang memainkannya. Hal ini dipercaya bahwa Jin Anggo Meduro lah yang telah memainkannya. Sang Raja Jin kerap hadir di Area Air Terjun Sri Gethuk untuk menyalurkan hobi nya memainkan gamelan.

Banyak orang berpendapat bahwa gamelan itu juga berasal dari Alam Ghaib yang artinya manusia biasa tidak bisa melihat alat gamelan tersebut kecuali orang yang memiliki ilmu kebatinan atau Ilmu Mata Batin. Alat gaib itu akan di simpan salah satu dari dua tempat, yang pertama di Sri Gethuk dan yang kedua di Mergangsan. Kedua tempat itu menjadi tempat gaib menyimpan alat ghaib seperti gamelan yang di simpan sendiri oleh Anggo Meduro. Menurut beberapa orang berpendapat bahwa konon suatu tempat untuk menyimpan instrumen gamelan dengan nama yakni Gethuk. Itulah mengapa air terjun ini dikenal dengan nama AIR TERJUN SRI GETHUK.

Itulah kisah misteri Air Terjun Sri Gethuk di Gunung Kidul Yogyakarta, semoga bermanfaat untuk anda. BARAKALLAH.

 

3,308 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Mitos Weton Jodoh Ketemu 25 dalam Adat Jawa Sebabkan Kematian, Benarkah?

Mitos Weton Jodoh Ketemu 25 dalam Adat Jawa Sebabkan Kematian, Benarkah? – Dalam adat Jawa, segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan manusia ke depannya sangatlah diatur. Termasuk pernikahan. Pernikahan Jawa menganjurkan untuk melakukan prosesi prosesi yang cukup ribet, dimana salah satunya adalah perhitungan weton. Jika weton kedua pasangan tidak cocok sudah barang tentu adat Jawa melarang berlangsungnya pernikahan tersebut. Lalu bagaimana jika keduanya sudah saling mencintai dan mantap menikah namun terhalang weton yang tidak cocok hitungannya?

Ada salah satu mitos bahwa weton jodoh ketemu 25 adalah tidak cocok. Bila ada pasangan yang bilamana weton keduanya dijumlahkan adalah 25 maka pernikahan ini tidaklah direstui dalam adat Jawa. Menurut mitosnya, weton jodoh ketemu 25 jika dipaksakan menikah maka akan menimbulkan kematian bagi salah satu orang tua mempelai. Bahkan ada yang mengatakan bahwa salah satu mempelai akan meninggal tak lama setelah pernikahan dilangsungkan. Mengerikan bukan? Lalu apakah benar demikian?

Fakta Weton Jodoh Ketemu 25

Faktanya tidak semua weton jodoh ketemu 25 sesuai dengan mitosnya. Faktanya banyak pasangan yang rela menikah meski weton mereka berjumlah 25, alasannya adalah karena cinta yang sudah terlanjut tertanam dalam hati. Niat baik pasti akan mendapatkan ridho Allah, hanya itu pegangan para pasangan yang terhalang weton 25. Banyak juga yang mampu membina rumah tangga bahagia hingga masa tuanya. Mempunyai anak dan cucu yang semuanya berbakti, dan rukun serta damai Bersama pasangannya. Bahkan orang tuanya pun panjang umur. Tak sesuai mitos yang beredar.

Namun ada juga yang memang terbukti adanya jika weton jodoh ketemu 25 bisa menyebabkan kematian salah satu orangtuanya. Meski baru menikah 1 bulan, pasangan yang wetonnya ketemu 25 harus menelan pil pahit sang orang tua harus meninggalkan mereka. Namun kembali lagi ini adalah takdir tuhan dimana setiap orang pasti akan menghadapi kematian. Tak peduli besok, saat ini atau kapan saja yang ALLAH sudah tentukan.

Bagaimana Solusi Weton Jodoh Ketemu 25?

Ada banyak solusi dari masalah weton jodoh ketemu 25 ini. Salah satunya yaitu tetap percaya dan yakin bahwa semua itu adalah kehendak-NYA. Jodoh adalah teka teki jika jodoh sudah mampu anda temukan tak usah peduli apapun yang penting akhlak dan imannya pada Allah. Jika anda mantap melangkah dengannya maka menikahlah segera tak peduli weton dan hitungannya. Jodoh dan maut sudah menjadi takdir-NYA.

Kedua, bila anda masih ragu maka berdoalah pada-NYA, minta pada-NYA yang terbaik untuk pernikahan anda berdua meski hitungan weton ketemu 25. Tak usah pedul dengan mitos dan tetap berteguh hati.

Ketiga, jika anda benar benar merasa takut maka lakukan ritual Kejawen untuk membersihkan aura negatif dalam diri anda sehingga wetpon jodoh ketemu 25 tak akan berdampak negatif pada pernikahan anda. Gunakanlah cara RUWATAN sebelum pernikahan untuk menghindari kesialan dan malapetaka yang mengancam.

Itulah mitos dan fakta dari weton ketemu 25 dalam adat Jawa. Semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.

 

14,007 kali dilihat, 14 kali dilihat hari ini

Fakta dan Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama dalam Adat Jawa

Fakta dan Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama dalam Adat Jawa – Dalam adat Jawa dikatakan pula bahwa jika ada anak pertama yang nekat menikah dengan anak pertama maka rumah tangganya tak akan berlangsung harmonis. Percaya atau tidak, ternyata mitos ini sudah sangat kuat mengakar pada hati sanubari seluruh masyarakat Jawa. Tak jarang banyak pasangan gagal menikah hanya gara gara mitos ini. Bagi anda yang menjadi anak pertama dalam keluarga dan saat ini hendak menikah dengan pasangan anda yang juga sebagai anak pertama tidak usah khawatir, Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama akan kita bahas lengkap disini. Mitos atau Fakta?

Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama masih menjadi teka teki, tidak semuanya benar karena faktanya banyak yang menganggap jika pernikahan keduanya justru sangatlah baik. Meski begitu, mitos masih memegang tinggi kepercayaan masyarakat. Masyarakat Jawa kadang tak peduli fakta bila mitos sudah berbicara. Karena itulah penting bagi anda untuk tahu bagaimana fakta tentang Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama ini.

7 Fakta tentang Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama

Ada sekitar 7 Fakta yang membuktikan benar atau tidaknya Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama, diantaranya sebagai berikut :

  1. Mitos Mengatakan Pernikahannya Tak Harmonis

Menurut orang Jawa banyak yang berpendapat bahwa apabila tetap menikah dengan sama-sama sulung / sama sama anak pertama, maka yang didapatkan yakni selalu bertengkar, keluarga tak harmonis dan selalu berdebat karena memiliki sifat yang sama.  Jadi akan tetap pada pendapat dan pikiran sendiri, susah untuk saling mengerti. Oleh sebab itu orang Jawa menilai bahwa pernikahan anak pertama dan anak pertama adalah tidak cocok.

  1. Anggapan Negatif Masyarakat

Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama memang mendapatkan sambutan negatif dari masyarakat sekitar dimana mereka mengatakan akan terjadi hal buruk bila tetap memaksakan diri untuk menikah. Bukan berarti pernikahan tersebut berdampak negatif tapi karena masyarakat berpikir bahwa anak pertama memiliki pemikiran yang sama-sama egois. Meskipun demikian, banyak pula masyarakat yang menilai bahwa pemikiran tersebut sangatlah generalis. Mengapa demikian?

Hal ini karena mereka menyamakan sikap dan sifat seseorang hanya karena sama-sama anak pertama. Pemikiran generalis ini juga bisa menimbulkan persepsi bahwa orang jawa begitu, orang sunda begini dan lain sebagainya. Padahal sikap dan sifat seseorang tidak bisa disamakan dari daerah asalnya atau sebagai anak keberapa dia dilahirkan.

  1. Terkenal sama sama Tangguh

Meski banyak berita miring yang menjelekkan adanya Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama namun nyatanya keduanya memiliki sikap yang sama sama tangguh. Anak pertama biasanya diajarkan untuk hidup yang prihatin sebab kondisi keuangan keluarga masih belum stabil dan merintis. Karena pengalaman hidup masa masa sulit di awal kehidupan orang tua merintis usaha itulah anak pertama memiliki sifat dan sikap yang lebih tangguh dibandingkan dengan adik-adinyak. Dengan begitu, saat menjalani pernikahan mereka dan pasangan bisa saling memotivasi agar bisa bertahan dalam menghadapi masalah pernikahan, terutama yang berkaitan dengan finansial / ekonomi.

  1. Sikap Tak Mau Mengalah

Mitos Anak Pertama Menikah Dengan Anak Pertama dibenarkan pula dengan pernyataan diatas. Sikap keduanya yang katanya tak mau mengalah menjadi salah satu alasan orang tua melarang pernikahan mereka terjadi. Sifat tak mau mengalah ini memang memberikan dampak yang buruk pada pernikahan. Tapi jika mereka berdua bersungguh-sungguh dalam melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, maka sifat egois yang tidak mau mengalah tersebut pastinya bisa diatasi dengan baik. Meski mitos berkata hubungan mereka tak berlangsung harmonis, lawan dan buktikan dengan sikap saling mencintai antara mereka berdua.

  1. Sama Sama Berjiwa Pemimpin

Kedua pasangan yang sama sama anak pertama menjadikan mereka memiliki jiwa yang sama yaitu sebagai pemimpin. Ini berdampak pada mitos anak pertama menikah dengan anak pertama, dimana keduanya akan berebut tampuk kepemimpinan dalam rumah tangga. Meski demikian, hal ini tidak selalu berdampak negatif karena mereka yang memiliki jiwa kemimpinan dapat menyelesaikan masalah dengan baik, dengan kepala dingin. Mereka berdua harus bisa menyelesaikan masalah dengan baik tanpa ada rasa egois. Sebagai perempuan, maka sudah seharusnya menuruti kata-kata suami. Tapi sebagai suami, si suami juga harus menghargai keinginan dan kebutuhan istri.

  1. Bisa menjadi contoh untuk anak-anak nanti

Mitos anak pertama menikah dengan anak pertama juga bisa disangkal dengan fakta bahwa mereka nantinya bisa menjadi contoh untuk anak-anaknya. Anak pertama sudah terbiasa membantu orang tuanya untuk mengurusi adik-adiknya. Karena itulah anak pertama biasanya memiliki perhatian yang tinggi kepada anak-anak. Kualitas Mereka berdua dalam berhubungan baik dengan para adik bisa memperlihatkam bagaimana nantinya dia bisa mengurus anak. Selain itu, anak pertama juga menjadi contoh bagi adik-adiknya. Jika Mereka berdua gagal dalam pernikahan, maka bukan tidak mungkin jika adik-adik akan memiliki penilaian yang negatif terhadap pernikahan.

  1. Analisis Karakter Anak Pertama dan Anak Pertama

Anak pertama memiliki beberapa kecenderungan psikologis seperti memimpin, melindungi, suka mengatur, mandiri, memiliki keputusan sendiri, memiliki empati yang tinggi dan lain sebagainya. Jika semua sifat tersebut bisa Anda dan pasangan antisipasi dengan baik maka pernikahan yang indah dan harmonis bukanlah sekedar impian.

Itulah fakta dan mitos anak pertama menikah dengan anak pertama. Apapun itu yakin saja dengan jodoh anda jika anda berdua memang niat menikah hanya karena ALLAH. Semoga bermanfaat, BARAKALLAH.

 

11,128 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Mitos Jodoh Anak Pertama Dengan Anak Ketiga dalam Pernikahan Adat Jawa

Mitos Jodoh Anak Pertama Dengan Anak Ketiga dalam Pernikahan Adat Jawa – Pernahkah anda mendengar desas desus dan kabar miring mengenai mitos anak pertama yang menikah dengan anak ketiga adalah dilarang dalam pernikahan adat Jawa? Jika memang benar adanya bila dalam Adat Jawa anak pertama tak boleh menikah dengan anak ketiga dari sebuah keluarga, lalu bagaimana jika Allah sudah menuliskan mereka sebagai jodoh? Nah, dalam artikel ini akan kami bahas tentang mitos jodoh anak pertama dengan anak ketiga yang masih menjadi teka teki hingga saat ini. Mari kit aulas selengkapnya.

Mitos jodoh anak pertama dengan anak ketiga nampaknya masih dipercaya hingga kini. Tak jarang pasangan yang memutuskan untuk menikah pun justru kandas di tengah jalan karena kedua orang tua mereka menentang hubungan keduanya. Alasannya hanyalah karena di satu pihak sebagai anak pertama dan pihak satunya merupakan anak ketiga. Tak peduli yang sebagai anak pertama adalah dari pihak wanita atau pria, begitupun sebagai anak ketiga baik perempuan atau laki-lakinya. Nyatanya jodoh anak pertama dengan anak ketiga adalah dilarang dalam adat Jawa.

Pembuktian Mitos Jodoh Anak Pertama Dengan Anak Ketiga

Dalam ajaran Kejawen, banyak hal hal yang perlu diperhatikan dalam pernikahan. Salah satunya adalah Mitos Jodoh Anak Pertama Dengan Anak Ketiga. Mitos yang sudah lama dipercaya ini ternyata jika dilanggar katanya akan menyebabkan hal buruk terjadi pada pernikahan keduanya.

Ada beberapa alasan mengapa Mitos Jodoh Anak Pertama Dengan Anak Ketiga ini dipercaya hingga sampai saat ini. Yang pertama mungkin karena sifat dan psikologis dari anak pertama dan anak ketiga adalah jauh berbeda. Anak pertama dikatakan cendurung lebih dewasa, menjadi panutan bagi adik-adiknya, hingga memiliki jiwa pemimpin yang baik. Sementara anak ketiga memiliki sifat yang sebaliknya dimana mereka cenderung manja, sulit untuk diatur atau bahkan suka semaunya sendiri. Anak ketiga dikatakan sebagai anak yang merasa semua keinginannya harus bisa dituruti. Sebab itulah, bila mereka berumah tangga maka perselisihan akan terus mewarnai rumah tangga mereka. Namun ini bisa diakali dengan sikap saling mengerti dan sikap mengalah dari salah satu pihak.

Akibat Jodoh Anak Pertama Dengan Anak Ketiga, Seret Rezeki

Mitos Jodoh Anak Pertama Dengan Anak Ketiga selanjutnya, pernikahan tersebut diprediksi akan sangat kesulitan dalam masalah ekonomi. Apa pun usaha yang mereka lakukan dalam mencari rezeki biasanya lebih sering gagal dibandingkan berhasilnya sehingga perekonomian keluarga menjadi masalah utamanya. Padahal, setiap rezeki itu sudah ada yang mengatur, kalaupun gagal mungkin usahanya kurang maksimal.

Jodoh Anak Pertama Dengan Anak Ketiga, Sebabkan Kematian

Bahkan yang lebih mengerikan dari Mitos Jodoh Anak Pertama Dengan Anak Ketiga adalah orang Jawa mengatakan, bila pernikahan tersebut tetap dijalankan maka akan ada sanak saudara terdekat yang tertimpa musibah berat. Musibah kematian sanak saudara / orang tua digadang gadang sebagai efek dari pernikahan tersebut. Padahal kematian pasti akan dialami oleh setiap orang.

Mitos Jodoh Anak Pertama Dengan Anak Ketiga menjadi salah satu mitos terberat bagi para calon pengantin adat Jawa. Bahkan, bisa saja mereka akan membatalkan pernikahannya karena percaya dengan mitos ini dan nggak mau kehilangan orang-orang yang mereka sayangi. Namun kembali lagi, anda harus percaya bahwa takdir Tuhan adalah yang terbaik. Bahkan bila menurut manusia buruk bagi Allah belum tentu buruk. Begitupun sebaliknya, jadi percayalah bila keduanya mantap dan siap menghadapi bahtera rumah tangga maka menikahlah niat karena mengharap Ridho Allah SWT. BARAKALLAH.

3,001 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Mitos Foto Bertiga, Benarkah yang Tengah Akan Mati?

Mitos Foto Bertiga, Benarkah yang Tengah Akan Mati? – Selain angka 13, angka 3 juga merupakan salah satu angka yang dianggap keramat. Bahkan sebagian orang menyatakan bahwa 3 adalah angka setan. Benarkah demikian? Darimana bisa menyimpulkan bahwa angka 3 adalah angka kesialan? Dalam artikel ini kami akan membahas sebuah mitos keramat tentang angka 3. Masih ingatkah anda dengan mitos foto bertiga, dimana yang ada di posisi tengah akan mendapatkan kematiannya? Mitos ini memang tanpa alasan, bagaimana bisa foto bertiga dan yang tengah akan meninggal?

Terlepas dari apapun alasannya, ternyata mitos foto bertiga ini benar benar dipercaya masyarakat. Bahkan mereka merasa takut kalau nanti benar terjadi, orang yang ada di tengah akan meninggal dunia. Hidup dan mati memang ada ditangan Allah, lalu mengapa masih saja banyak orang percaya tentang mitos foto ber-3 ini menyebabkan kematian seseorang?

Hal ini karena angka ganjil memang dianggap sebagai angka kesialan, keganjilan dan menyebabkan terjadinya hal hal ganjil. Parahnya lagi ada orang percaya bahwa kematian orang yang ada di tengah adalah secara tidak wajar. Nah, bagaimana kebenaran mitos foto bertiga ini?

Sampai saat ini, di era modern seperti sekarang bahkan orang tua melarang keras anaknya dengan tegas tidak melarang foto bertiga. Mungkin karena orang tua pasti juga khawatir dan takut apabila anak yang disayangi terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu cerita mitos ini masih dalam perbincangan hangat di masyarakat terutama di Jawa Tengah, Jawa Barat ataupun Jawa Timur.

Mitos Foto Bertiga Menurut Pandangan Islam

Dalam Islam sendiri mitos foto bertiga ataupun foto ganjil tidak ada terkaitnya dengan kematian seseorang tersebut. Apalagi bertofo bertiga bersama teman-teman kemudian yang ditengah akan meninggal dunia. Sebab kematian itu milik Allah SWT saja, sebab itulah kita tidak tahu kapan kita akan meninggal. Kematian sudah di tuliskan (takdir kita) tentu takdir merupakan ketentuan dari Allah.

Di dalam Al Qur’an tepatnya pada Surat Al Baqarah ayat 170, Allah Berfirman :

“Ikuti apa diturunkan pada Allah. Mereka menjawab “Tidak”. Tetapi kami hanya mengikuti dari nenek moyang kami. Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang itu tidak tahu suatau apapun dan tidak mendapatkan petunjuk?”

Jadi mitos foto bertiga yang dapat menyebabkan orang yang ada ditengah meninggal itu bukanlah fakta meski terkadang ada yang terbukti. Namun bukti ini hanyalah kebetulan semata dimana memang ajal sudah waktunya tiba baginya. Karena kematian semua sudah ketentuan Allah SWT. Akan tetapi saat ini masih ada sedikit dari banyaknya orang yang masih percaya tentang mitos ini.

Demikian mitos foto bertiga yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk anda. BARAKALLAH.

 

1,462 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini