Hari: September 22, 2017

Ritual Seks Pesugihan Gunung Kemukus, Mitos Atau Fakta?

Ritual Seks Pesugihan Gunung Kemukus, Mitos Atau Fakta? – Gunung Kemukus, sebuah gunung yang terkenal di kalangan masyarakat Indonesia Karena mitos nya ini memiliki begitu banyak misteri. Cerita tentang pesugihan di GUnung Kemukus nampaknya masih menjadi teka teki hingga saat ini. Benarkah Gunung Kemukus adalah gunung yang dapat menjadi sumber pesugihan dan menggali kekayaan secara ghaib? Ini dia seputar mitos dan fakta Pesugihan Gunung Kemukus.

Gunung yang terletak di desa Soko Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen ini memang ramai di kunjungi para peziarah. Para peziarah ini kebanyakan mengaku ingin ngalap berkah di area pegunungan ini. Namun usut punya usut ternyata mereka datang untuk melakoni ritual, oleh karenanya para peziarah ini datang pada hari hari tertentu saja. Konon katanya ada malam tertentu dimana malam itu adalah malam melakukan ritual pesugihan yang paling tepat.

5 MItos dan Fakta Pesugihan Gunung Kemukus

Ritual Sakral Gunung Kemukus

Sama halnya dengan pesugihan di gunung keramat atau gunung suci lainnya seperti Gunung Kawi, Gunung Muria atau Gunung Jati para peziarah datang untuk berdoa. Orang mengatakan jika kita mau berdoa di sebuah tempat suci maka berkah dari orang suci yang bersemayam di dalamnya juga bisa kita dapatkan. Doa kita akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Para peziarah diharuskan untuk ‘nyekar’ mendatangi sebuah makam yang dianggap makam dari orang sakti pada masa hidupnya. Selain itu, di sekitar makam juga terdapat sumber mata air. Para peziarah juga diwajibkan untuk mandi di sumber mata air tersebut.

Pesugihan Gunung Kemukus Menyembah Arwah Pangeran Samudera

Konon katanya di Gunung Kemukus bersemayam arwah dari pangeran Samudera. Dan inilah yang menjadi sumber dari Pesugihan Gunung Kemukus. Makam yang dikunjungi oleh para peziarah di Gunung Kemukusdidalamnya bersemayam jasad dari Pangeran Samudra. Padahal bukan seperti itu, faktanya Pangeran Samudera adalah seorang pangeran dari Kerajaan Demak.

Namun Pangeran Samudra justru jatuh cinta pada ibunya sendiri, yakni R.A. Ontrowulan. Akibatnya, Pangeran Samudra diusir oleh ayahnya dari kerajaan. Hidupnya didedikasikan untuk mengembara hingga ia bertapa sampai meninggal di Gunung Kemukus.

Fakta Pangeran Samudera Mencintai Ibu Kandungnya

Setelah diusir ayahnya dari kerajaan, Pangeran Samudra kemudian mengembara. Pengembaraannya berakhir di Gunung Kemukus dan meninggal di lokasi tersebut dalam keadaan merana. R.A. Ontrowulan yang kemudian menyusul Pangeran Samudra juga meninggal di Gunung Kemukus.

Harapan Pangeran Samudera menikahi ibunya sendiri menjadi awal mula adanya ritual melakukan hubungan seks jika ingin mendapatkan pesugihan Gunung Kemukus.

Awal Mula Pesta Seks di Gunung Kemukus

Orang mengatakan jika ingin mendapatkan pesugihan Gunung Kemukus, orang harus melakukan ritual seks. Cerita ini berawal dari versi lain tentang pangeran Samudera yang jatuh hati pada ibunya. Misalnya cerita yang menyebutkan bahwa Pangeran Samudra dan R.A. Ontrowulan bertemu di kemudian hari di kawasan Gunung Kemukus.

Keduanya lantas tak bisa lagi menahan rasa rindu setelah lama tak bertemu. Mereka kemudian melakukan hubungan seperti layaknya suami istri. Namun aksi ibu dan anak ini keburu dipergoki oleh warga dan kemudian dibunuh. Sebelum ajal menjemput, Pangeran Samudra sempat berujar, bahwa siapa yang bisa melanjutkan hubungan intim mereka, maka segala permintaannya akan terkabul.

Adanya Sarung-Sarung Berisi Tumbal Manusia

Para peziarah yang ingin mencari berkah berbondong-bondong datang untuk melanjutkan ritual sesuai dengan cerita legenda Pangeran Samudra. Mereka melakukan hubungan badan dengan lawan jenis, namun harus bukan dengan istri atau suami sendiri.

Konon katanya, orang yang sudah melakukan ritual pesta seks pesugihan Gunung Kemukus ini mati secara tidak wajar. Kemudian arwahnya akan bersemayam di gunung ini dan seperti ada arwah dibungkus sarung. Arwah arwah inilah yang menjadi penghuni Gunung Kemukus dan sampai saat ini arwah mereka masih penasaran.

1,700 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Mitos Daun Kelor, Anti Santet dan Penangkal Ilmu Hitam

Mitos Daun Kelor, Anti Santet dan Penangkal Ilmu Hitam – Di Indonesia, santer terdengar sebuah pohon yang dikeramatkan dan begitu melegenda sebagai pohon yang mampu menangkal ilmu hitam. Ya, daun kelor. Padahal jika dilihat secara kasat mata daun kelor memiliki bentuk yang biasa saja bahkan enak dimakan. Namun mitos yang terdengar bahkan daun kelor nampu menjadi penangkal ilmu hitam seperti ilmu santet, ilmu pelet, guna guna dan juga tenung / teluh.

Kang Masrukhan, seorang pakar Ilmu Spiritual dan Supranatural menyatakan bahwa mitos daun kelor ini berkembang bukan hanya tanpa fakta / bukti. Sejak jaman nenek moyang daun kelor banyak digunakan sebagai senjata dalam rumah agar ilmu hitam tak dapat masuk. Dahulu kala, banyak orang menggunakan jasa dukun untuk mencelakai musuh. Banyak juga yang menggunakan ilmu pelet untuk mendapatkan hati wanita / pria idamkannya meski di pria / wanita itu tak mencintainya. Mitos daun kelor juga berkembang untuk menangkal ilmu pelet aliran hitam.

Padahal, mitos daun kelor tak hanya dalam bidang mistis dan klenik saja. Secara ilmiah ternyata daun ini bisa memberikan segudang manfaat kesehatan. Seperti mengobati penyakit asam urat, diabetes, darah tinggi dan penyakit lainnya. Bahkan hebatnya lahi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan bayi dan balita mengonsumsi daun kelor untuk masa pertumbuhanya. Selain itu, daun kelor dinobatkan sebagai pohon ajaib setelah melakukan studi dan menemukan bahwa kelor berjasa sebagai penambah kesehatan murah selama 40 tahun di negara-negara termiskin di dunia. Luar biasa bukan?

Dari Mana Mitos Daun Kelor Berasal?

Budaya, adat dan kepercayaan dari para leluruh masih sangat melekat di sebagian besar masyarakat tanah air. Kita tidak dapat memungkiri jika hal-hal gaib yang ada disekitar kita itu sudah dipercaya sejak era leluruh yang terus diturunkan kepada anak cucunya, seperti keyakinan akan kekuatan gaib dari mitos daun kelor yang sampai saat ini menyebar luas.

Daun kelor yang sebenarnya hanya berupa tanaman dipercaya memiliki kekuatan gaib yang sangat berkhasiat. Setidaknya seperti itulah mitos yang selama ini beredar di kalangan masyarakat tanah air dan cukup diyakini kebenarannya. Hal tersebut pun bukannya tanpa alasan karena konon sudah banyak orang yang membuktikan langsung kekuatannya.

Bukti Mitos Daun Kelor Masih Dipercaya Hingga Kini

Pohon kelor secara tradisional ditanam untuk mengusir makhluk halus. Selain itu pohon ini juga digunakan agar makhluk halus tidak berani mendekat. Bahkan sampai sekarang, di jaman yang modern dan tinggi teknologi dengan keamanan serba canggih, banyak orang masih meletakkan seikat daun kelor di atas pintu sebagai penolak bala dengan sengaja. Tujuannya ya untuk keselamatan dan untuk penangkal segala ilmu hitam.

Apalagi jika si empunya rumah merasa banyak musuh. Atau mungkin merasa ada orang yang ingin menjahatinya secara gaib, melalui ilmu hitam kiriman dukun. Dengan ini maka kemungkinan besar pohon yang pertama ingin ditanamnya adalah pohon kelor. Karena itulah diharapkan ilmu hitam dalam bentuk apapun akan dapat dinetralkan dan dihalau sebelum menyebabkan banyak keburukan bagi penghuni kediaman.

Bagaimana dengan anda? Apakah masih belum percaya dengan mitos daun kelor sebagai penangkal ilmu hitam?

2,188 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini