Tahun: 2017

Mitos Jumlah Neptu Yang Tidak Boleh Menikah Menurut Primbon Jawa Kuno

Mitos Jumlah Neptu Yang Tidak Boleh Menikah Menurut Primbon Jawa Kuno – Dalam adat Jawa, sebelum kedua orang melangsungkan pernikahan maka ada beberapa proses yang harus dilakukan yaitu salah satunya yang paling penting adalah perhitungan weton. Weton kedua mempelai harus dihitung dan dicocokkan, mengapa? Hal ini ternyata menurut adat Jawa sangat berpengaruh pada kelangsungan rumah tangga keduanya juga berpengaruh pada hubungan kedua keluarga. Nah, mitos yang beredar ternyata ada jumlah neptu yang tidak boleh menikah.

Mitos tentang jumlah neptu yang tidak boleh menikah inilah yang kadang membuat kedua mempelai takut melangkah ke pelaminan. Kadang, ada dua insan yang siap menikah dan saling mencintai namun pernikahan mereka terhalang oleh hitungan weton. Hal inilah yang kadang menjadi kontroversi di kalangan masyarakat. Entah percaya atau tidak yang pasti ada beberapa jumlah neptu yang tidak boleh menikah dalam adat Jawad an terbukti membawa nasib buruk jika dilanggar.

jumlah neptu yang tidak boleh menikah itu berapa saja sih? Dalam artikel ini akan kami bahas secara lengkap untuk anda. Mari baca seterusnya!

Jumlah Neptu Yang Tidak Boleh Menikah

Ada beberapa jumlah neptu yang tidak boleh menikah yang ada dalam primbon Jawa Kuno, dan berikut adalah jumlah neptu tersebut :

Jumlah Neptu 25

Ternyata jika kedua mempelai wetonnya dijumlah dan ketemu 25 maka pernikahan ini dilarang dalam adat Jawa. Jika hal ini dilanggar dan kedua pasangan tetap menikah maka salah satu orang tua akan meninggal. Percaya tak percaya tapi mitos ini sudah terlanjur dipercaya masyarakat dan banyak yang sudah membuktikannya. Meski pada beberapa kasus mitos ini tidak terjadi.

Jumlah neptu yang tidak boleh menikah ini menjadi tantangan bagi kedua pasangan pengantin untuk mencari solusi terbaik. Biasanya jika keduanya yakin tak akan terjadi dan pasrah pada yang Maha Kuasa justru mitos menakutkan ini tak terjadi. Bahkan ada sebuah solusi mudah yaitu melakukan ruwatan pengantin untuk menghindari sengkala / kesialan karena jumlah weton terlarang ini.

Misalnya weton pasangan ketemu 25 adalah Minggu Kliwon – Senin Kliwon, Minggu Wage – Kamis Kliwon, Senin Wage – Minggu Kliwon, Jumat Legi – Sabtu Legi, Minggu Legi – Jumat Pahing, Jumat Pon  – Selasa Pahing, Rabu Wage – Sabtu Legi dan masih banyak lagi weton jodoh yang ketemu 25 jika dijumlahkan.

Jumlah Neptu 26

Jumlah neptu yang tidak boleh menikah beriktunya adalah 26. Bila kedua calon pengantin memiliki neptu weton yang bertemu 26 jika dijumlah maka mitos Jawa Kuno mengatakan bahwa pernikahan keduanya sangatlah berat. Akan mengalami rintangan yang teramat berat dari segi apapun. Perjalanan terjal akan menghiasai keluarga mereka ke depannya.

Untuk jumlah neptu 26, istilahnya adalah Satrio Penantang, atau Beddu dan banyak istilahnya, yang menyatakan bahwa apapun alasannya pernikahan dengan jumlah neptu 26 adalah TIDAK BOLEH menurut adat Jawa. Jumlah neptu yang tidak boleh menikah ini misalnya antara weton Kamis Wage – Jumat Kliwon, Minggu Legi – Rabu Pahing, Minggu Wage – Kamis Pahing, Sabtu Wage – Jumat Pon, Jumat Legi – Jumat Pahing, Rabu Kliwon – Senin Pon, Kamis Pahing – Senin Legi, Selasa Kliwon – Kamis Pon, dan lain sebagainya.

Weton Wage Pahing

Selain Jumlah neptu yang tidak boleh menikah, jenis pasaran dari hari kelahiran juga dilarang untuk menikah dalam adat Jawa. Misalnya, pasaran Wage dan Pahing. Dalam adat jawa dikatakan pernikahan wage pahing selalu dihiasi dengan perdebatan. Keluarga mereka tak akan harmonis karena sering bertengkar.

Banyak sekali pasangan yang gagal menikah hanya karena weton mereka yang berseberangan. Weton Wage dan Pahing adalah weton terlarang menikah karena dipercaya kedua weton tersebut memiliki prinsip berseberangan sehingga akan terus mengalami cek cok jika dipaksakan untuk menikah. Keduanya akan saling berbeda pendapat, tidak ada yang mau mengalah dan maunya menang sendiri.

Entah benar atau tidak mitos ini, namun ada seorang paranormal yang mengatakan bahwa pernikahan keduanya antara wage dan pahing ternyata sangatlah bagus.

“Wage adalah lambang kekuatan, sedang pahing adalah lambang dari kemasyuran. Ketika kombinasi ini diletakkan pada tempat yang tepat, dari mereka akan terlahir pemimpin – pemimpin besar revolusi. Kerjasama antara matahari dengan samudra salah satunya mampu “menjadikan” hujan. Jika wage pahing dapat memaksimalkan diri, dari mereka akan dapat menumbuhkan kembali kehidupan”, Ujar Kang Masrukhan (Sumber : www.Parapsikologi.Co.Id)

Itulah Jumlah neptu yang tidak boleh menikah, anda boleh percaya boleh tidak karena semua ini hanyalah prediksi manusia. Semua ada di tangan Tuhan / Allah SWT. Namun lebih amannya saya sarankan anda untuk menghindari balak atau kesialan dengan cara perbanyak berdoa, lebih mendekatkan diri kepada-NYA atau melakukan pembersihan diri / ruwatan. Dengan berbagai cara bisa dengan bantuan orang pintar untuk memberkahi anda berdua dengan doa ataupun dengan melakukan tirakat batin / spiritual sendiri.

Demikian semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.

173 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Pantangan Menikah Adat Jawa, Berani Langgar Demi Cinta?

Pantangan Menikah Adat Jawa, Berani Langgar Demi Cinta? – Pernikahan sejatinya adalah penyatuan dua hati antara pria dan wanita. Namun dalam adat Jawa sendiri ada beberapa hal yang pasti harus diperhatikan. Bahkan adat Jawa menyatakan ada beberapa pantangan sebelum orang melangsungkan pernikahan. Mitos pernikahan adat jawa ini biasanya menjadi satu halangan cinta kedua manusia, karena meski saling mencintai namun pernikahan mereka terhalang oleh mitos pernikahan adat Jawa. Pantangan menikah adat Jawa ini apa saja? Mari perhatikan 6 Mitos berikut ini!

Mitos Pernikahan Jilu (Siji karo Telu)

Pantangan menikah adat Jawa yang pertama adalah pernikahan Jilu atau pernikahan Siji karo Telu. Khususnya di Jawa Timur, pernikahan Jilu sangat sangat dilarang. Pernikahan Jilu adalah pernikahan antara anak pertama dengan anak ketiga. Baik pihak wanita yang anak pertama dan pria anak ketiga juga pihak pria anak pertama dan wanita anak ketiga sama sama tidak boleh menikah menurut adat Jawa.

Dalam kepercayaanya jika pernikahan ini tetap dilangsungkan maka akan mendatangkan sial bagi rumah tangganya kelak. Entah mitos ini benar atau tidak yang pasti kepercayaan ini sangat melekat di masyarakat hingga mereka banyak yang percaya bahwa pernikahan Jilu benar benar tak bisa dilangsungkan.

Mitos Menikah di Bulan Suro

Bulan Suro dianggap sebagai pantangan menikah adat Jawa, karena dianggap bulan keramat dan membuat malapetaka datang. Padahal dalam pandangan Islam, bulan Suro adalah bulan suci dan dinamakan Bulannya Allah. Lalu mengapa dianggap sebagai bulan penuh kesialan? Entah dari mana mitos ini bermula yang pasti sampai saat ini masyarakat Jawa tak mau melangsungkan pernikahan kala Bulan Suro tiba.

Pada bulan Suro ini masyarakat jawa banyak yang percaya tentang mitos terkait ratu pantai selatan atau yang lebih di kenal dengan nama ” Nyi Roro Kidul” tengah melangsungkan hajatan. Hingga jika acara pernikahan tetap di langsungkan pada bulan ini, akan menimbulkan balak bagi rumah tangga dan keluarganya kelak. Itulah asal usul mitos pernikahan bulan Suro dilarang dalam adat Jawa.

Rumah Berhadapan di Larang Menikah dalam Adat Jawa

Pantangan menikah adat Jawa berikutnya yaitu pernikahan yang mana Rumah mempelai berdua saling berhadapan. Para orang tua khususnya di Jawa banyak yang masih percaya mitos pernikahan tersebut. Entah apa yang mendasari mitos ini sebab jika mitos ini di langgar mereka percaya keluarga sang mempelai dari kedua belah pihak juga akan mengalami hal buruk di kemudian hari. Benar atau tidak masih menjadi teka teki tapi yang pasti banyak yang membuktikan mitos ini benar terjadi.

Posisi Rumah Ngalor Ngulon Dilarang Menikah

Sering kita mendengar bahwa menikah yang memiliki arah ke barat laut ataupun sering di sebut arah ngalor ngulon merupakan hal yang menjadi pantangan. Namun ada juga yang menganggap bahwa pernikahan arah ngalor ngulon di larang merupakan mitos belaka. Tidak tahu alasan yang pasti mengapa hal ini terus dipercaya turun temurun meskipun sudah memasuki era modern. Khususnya pada masyarakat yang tinggal di pedesaan, mitos ini sangat kental.

Orang tua keluarga Jawa sangat percaya dengan tradisi primbon dan weton mereka, sehingga sulit bagi mereka melepaskan diri dari kungkungan tradisi. Yang penting bagi generasi muda adalah jangan sampai mempercayai tradisi yang bertentangan dengan syariah Islam. Namun kembali lagi Pantangan menikah adat Jawa ini sudah terlanjur dipercaya dan biasanya akan terbukti karena keyakinan tersebut.

Pernikahan Siji Jejer Telu ( Satu Berjajar Tiga )

Berbeda dengan “Jilu” siji jejer telu maksutnya jika pasangan yang akan menikah sama-sama anak pertama serta salah satu orang tua dari pasangan juga merupakan anak pertama, sehingga jika disusun dalam angka menjadi 111 ( satu berjajar tiga). Sebagian orang jawa masih mempercayai jika hal ini di langgar maka rumah tangga pasangan tidak akan sejahtera. Entah benar atau tidak, yang pasti Pantangan menikah adat Jawa ini sangat diyakini masyarakat.

Larangan Menikah Jawa – Sunda

Pantangan menikah adat Jawa Sunda ini sudah terkenal sejak dahulu. Sebagian masyarakat Jawa masih juga ada yang mempercayai mitos tersebut. Yang mana jika hal ini dilanggar maka hidupnya akan sengsara. Sejarah dari munculnya mitos ini berasal dari kisah jaman dahulu yaitu terjadinya perang babat antara Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda. Sehingga antara Jawa dan Sunda dinilai tak pernah bisa akur bahkan meski dengan cara pernikahan sekalipun.

Itulah mitos pantangan menikah adat Jawa yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.

 

 

 

177 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Sejarah Prabu Siliwangi dan Mitos Maung Yang Melekat Pada Masyarakat Sunda

Sejarah Prabu Siliwangi dan Mitos Maung Yang Melekat Pada Masyarakat Sunda – Nama Siliwangi nampaknya tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, terlebih bagi warga Jawa Barat. Siliwangi adalah nama seorang penguasa tanah Pasundan pada jaman dahulu. Prabu Siliwangi seorang raja Pajajaran besar terpilih yang jago bertanding, sakti mandraguna, arif  serta bijaksana dalan memerintah rakyatnya. Prabu Siliwangi dikenal sebagai Sri Baduga Maharaja karena kehebatannya dalam membawa tanah Pajajaran menjadi sebuah kerajaan besar di Tanah Jawa waktu itu.

Beliau adalah putra dari Prabu Dewa Niskala putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana lahir 1401 M di Kawali Ciamis. Beliau mengawali pemerintahan zaman Pakuan Pajajaran Pasundan, dimana Prabu Siliwangi telah memerintah Kerajaan Sunda Galuh selama 39 tahun (1482-1521). Pada masa inilah Pakuan Pajajaran di Bogor mencapai puncak perkembangannya. Sejaran Prabu Siliwangi sendiri dikenal dengan pusaka Kujang nya serta khodam Macan putih.

Sejarah Prabu Siliwangi juga tak lepas dari arti namanya, yaitu berasal dari dua kata Silih dan wawangi. Silih artinya pengganti dan Wawangi adalah seorang nama Raja / Prabu, sehingga jika diartikan adalah Pengganti Prabu Wawangi. Prabu Siliwangi dikenal dengan kehebatan ilmu kanuragan maupun ilmu kepemimpinan. Bahkan dalam masa perjuangan bangsa Indonesia, nama Siliwangi selalu digunakan untuk menamai nama Pasukan Tentara atau prajurit agar lebih semangat dalam meraih kemenangan.

Sejarah Prabu Siliwangi dan Maung Putih

Dalam kebudayaan Tatar Sunda, maung atau harimau merupakan simbol yang melekat padanya. Beberapa hal yang berkaitan dengan kebudayaan dan eksistensi masyarakat Sunda dikorelasikan dengan simbol maung atau macan, baik simbol verbal maupun non-verbal. Misalnya, nama daerah (Cimacan), simbol Komando Daerah Militer (Kodam) Siliwangi, hingga julukan bagi klub sepak bola kebanggaan warga kota Bandung (Persib) yaitu dijuluki Maung Bandung. Lantas, bagaimana asal-muasal sejarah Prabu Siliwangi hingga melekatnya simbol maung pada masyarakat Sunda? Apa makna sesungguhnya dari simbol hewan berkuku dan bertaring tajam ini?

Simbol maung pada masyarakat Sunda erat kaitannya dengan legenda menghilangnya (nga-hyang) Prabu Siliwangi ( sejarah Prabu Siliwangi ) dan Kerajaan Pajajaran yang dipimpinnya. Dahulu kala terjadi penyerbuan pasukan Islam Banten dan Cirebon yang juga dipimpin oleh keturunan Prabu Siliwangi. Konon, sejarah Prabu Siliwangi mengatakan jika dirinya menghilang adalah untuk menghindari pertumpahan darah dengan anak cucunya yang telah memeluk Islam. Prabu Siliwangi beserta para pengikutnya yang masih setia memilih untuk tapadrawa di hutan sebelum akhirnya nga-hyang.

Berdasarkan kepercayaan yang hidup di sebagian masyarakat Sunda, sebelum Prabu Siliwangi nga-hyang / menghilang / moksa bersama para pengikutnya, beliau meninggalkan pesan atau wangsit yang dikemudian hari dikenal sebagai “Wangsit Siliwangi”.

Sejarah Wangsit Siliwangi

Wangsit Siliwangi yang terkenal di kalangan masyarakat Sunda adalah : “Lamun aing geus euweuh marengan sira, tuh deuleu tingkah polah maung”. Kisah mengenai wangsit ini telah menjadi semacam kisah yang sifatnya “tutur tinular” dari generasi ke generasi dalam masyarakat Sunda. Sehingga sulit dilacak dari mana sebenarnya cerita sejarah Prabu Siliwangi mengenai wangsit ini bermula.

Namun ada hal menarik berkaitan dengan kata-kata yang terkandung dalam wangsit Siliwangi tersebut. Kata-kata itu termasuk kategori bahasa sunda yang kasar bila merujuk pada strata bahasa yang digunakan oleh masyarakat Sunda Priangan (Undak Usuk Basa). Anehnya, Mengapa seorang raja yang terkenal arif dan sangat bijaksana itu berucap dalam bahasa yang tergolong kasar?

Bukti sejarah Prabu Siliwangi menunjukkan bahwa kemunculan undak usuk basa dalam masyarakat Sunda terjadi karena adanya hegemoni atau pencampuran budaya dan politik Mataram yang memang kental nuansa feodal, dan itu baru terjadi pada abad ke 17, beberapa abad pasca Prabu Siliwangi moksa atau nga-hyang.

Bagi masayarakat Sunda, Wangsit Siliwangi ini filosofi kehidupan dan menjadi semacam keyakinan bahwa Prabu Siliwangi telah berubah / menjelma menjadi maung (harimau) setelah tapadrawa (bertapa hingga akhir hidup) di hutan belantara. Yang menjadi pertanyaan besa adalah apakah memang pernyataan atau wangsit Siliwangi itu bermakna sebenarnya ataukah hanya kiasan?

Realitasnya, hingga kini masih banyak masyarakat Sunda (bahkan juga yang non-Sunda) meyakini metamorfosa Prabu Siliwangi menjadi harimau putih atau macan putih. Selain itu, wangsit tersebut juga menjadi pedoman hidup bagi sebagian orang Sunda yang menganggap sifat-sifat maung seperti pemberani dan tegas, namun sangat menyayangi keluarga sebagai lelaku yang harus dijalani dalam kehidupan nyata. Itulah beberapa filosifi yang melambangkan sifat asli dari Prabu Siliwangi semasa hidupnya.

Dari sini kita melihat terungkapnya sistem nilai dari simbol maung dalam masyarakat Sunda. Ternyata maung yang memiliki sifat-sifat seperti yang telah disebutkan sebelumnya menyimpan suatu tata nilai yang terdapat pada kebudayaan masyarakat Sunda, khususnya yang berkaitan dengan aspek perilaku (behaviour). Itulah sejarah Prabu Siliwangi yang dapat kami sampaikan beserta kisah sejarah dan mitos maung putih pada masyarakat sunda. Semoga bermanfaat, BARAKALLAH.

446 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

10 Mitos Tempat Wisata Bikin Putus Cinta, Berani Datang Sama Pacar?

10 Mitos Tempat Wisata Bikin Putus Cinta, Berani Datang Sama Pacar? – Dalam mitos Jawa dikatakan banyak tempat wisata yang dapat menimbulkan akibat cukup fatal bila didatangi Bersama pasangan yang belum sah. Konon, ada beberapa tempat wisata alam yang dapat menyebabkan putus cinta bila sengaja datang kesana Bersama pasangannya. Nah, tempat wisata mana saja yang dapat menyebabkan putus cinta? Ini dia 10 tempat wisata bikin putus cinta jika didatangi Bersama pacar.

Candi Prambanan, Jogjakarta

Sudah umum diketahui bahwa candi Prambanan adalah salah satu tempat wisata bikin putus cinta. Hal ini didasarkan pada kisah Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso, yaitu tentang kisah cinta bertepuk sebelah tangan. Roro Jonggrang yang tak mau dinikahi Bandung memberikan syarat cukup berat kepadanya yaitu membuat 1000 candi. Dengan segala kelicikan Roro Jonggrang ia pun menggagalkan usaha Bandung Bondowoso. Akhirnya Bandung pun gagal menikahi Roro Jonggrang, bahkan Roro Jonggrang dikutuknya menjadi penggenap candi yang ke 1000.

Legenda itu kemudian berkembang menjadi mitos yang menyatakan bahwa setiap pasangan kekasih yang datang ke Candi Prambanan akan putus. Meski banyak orang yang tak percaya dengan mitos ini namun banyak juga yang mempercayainya dan takut membawa sang kekasih ke tempat wisata bikin putus cinta ini.

Candi Gedong Songo, Semarang

Tempat wisata bikin putus cinta berikutnya yaitu Candi Gedong Songo. Candi ini terletak di lereng Gunung Ungaran, Desa candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Dinamakan Gedong Songo karena memang ada 9 candi di kawasan tersebut. Percaya atau tidak, bila berada di kawasan candi ini, jangan coba-coba untuk menggombal kepada pasangan. Karena bila mengeluarkan rayuan gombal, dipercaya akan membuat hubungan percintaan akan putus di tengah jalan. Entah mengapa mitos ini berkembang luas dan dipercaya banyak orang, bahkan banyak yang terbukti kebenarannya.

Tanah Lot, di Bali

Di Bali juga terdapat mitos tempat wisata bikin putus cinta yaitu tepatnya ada di Tanah Lot. Tanah Lot merupakan sebuah pantai destinasi wisatawan yang begitu popular di Bali. Di Lokasi ini terdapat sebuah pulau dengan pura yang dijaga oleh ular suci. Konon, ular ini bisa mengabulkan doa orang yang berkunjung ke sana. Namun sayangnya ada sebuah mitos yang mengatakan untuk sepasang kekasih, oleh masyarakat setempat tidak dianjurkan masuk ke dalam pura dan menemui si ular-ular suci tersebut sebab akan menyebabkan putus hubungan. Entah benar atau tidak namun mitos ini cukup kuat dipercaya masyarakat khususnya Jawa dan Bali.

Tanjakan Cinta, Gunung Semeru

Di kawasan Gunung Semeru juga terdapat tempat wisata bikin putus cinta yang tepatnya ada di bagian tanjakan cinta. Tanjakan Cinta adalah nama sebuah tempat di bagian barat Ranu Kumbolo, pada jalur pendakian menuju puncak Mahameru. Legenda dan mitos tempat ini berawal dari dua sejoli yang sudah bertunangan lalu mereka mendaki gunung Semeru bersama. Ketika melewati jalur ini, si lelaki sudah sampai di atas lebih dulu sedangkan si wanita yang kepayahan jatuh terguling dan akhirnya meninggal dunia.

Kemudian timbul sebuah desas desus barang siapa yang bisa terus berjalan tanpa henti hingga di atas bukit dan tanpa menoleh ke belakang maka Jika sedang pacaran, hubungan akan berakhir bahagia. Namun bila berhenti di tengah-tengah, maka hubungan itu akan putus. Percaya?

Grajakan Nglirip, Tuban

Di Tuban juga terdapat satu tempat wisata bikin putus cinta yang cukup diyakini, yaitu Air Terjun Grajakan Nglirip. Pemandangan air terjunnya yang indah beserta kesegaran udara disini tak menutup mitos tentang tempat ini. Air terjun ini ternyata menyimpan sebuah mitos, barang siapa yang datang ke tempat ini dengan pasangan tidak resmi, maka dalam waktu 40 hari akan putus hubungan. Mitos itu dipercaya oleh banyak orang, bahkan ada yang lebih ekstrim mengatakan bila sudah bosan dengan pasangan, bawa saja ke Grajakan Nglirip. Niscaya 40 hari kemudian akan putus hubungan.

Baturaden, Malang

Tempat wisata ini terletak di Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Wisata Baturaden memiliki pesona air terjun dan goa yang begitu cantik lengkap dengan wahana dan arena wisatanya. Nama tempat ini berasal dari seorang anak bupati (Raden) yang ketahuan pacaran dengan anak pembantu (Batur). Karena hubungan mereka tidak disetujui, mereka berdua putus di sebuah hutan, lalu kemudian dinamakan Baturaden.  Mitos yang beredar menyatakan bahwa sebagian besar pasangan yang datang ke sana akan berakhir dengan putus.

Bukit Cinta Rawapening, Ambarawa

Tempat wisata bikin putus cinta ini terdapat di tepi Danau Rawa Pening, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru, Kabubapten Ambarawa Jawa Tengah. Di tempat wisata Bukit Cinta yang terkenal teduh dan sejuk ini terdapat mitos kalau bukan muhrim yang datang ke sana, maka hubungan mereka akan kandas di tengah jalan. Di sisi lain, tersebar mitos yang berbeda bahkan sangat bertolak belakang. Mitos tersebut menyebutkan bahwa pasangan yang ke sana justru berakhir di pelaminan sesuai namanya, Bukit Cinta berarti bukit yang dipenuhi perasaan cinta.

Air Terjun Coban Rondo, Malang

Air terjun Coban Rondo terkenal sebagai air terjun cantik yang dipenuhi unsur unsur mistis. Dahulu kala disana terdapat kisah seorang janda cantik yang ditinggal suaminya sesaat setelah pernikahan. Nama Coban Rondo sendiri berasal legenda seorang putri bernama Dewi Anjarwati yang merenungi nasibnya di batu besar di bawah air terjun setelah menjadi janda (rondo dalam bahasa Jawa) karena ditinggal mati Raden Baron Kusumo. Entah dari mana awalnya, tempat wisata ini dikenal ‘angker’ bagi mereka yang pacaran di tempat itu. Konon katanya mereka yang berani memadu kasih, membawa pacar ke tempat ini maka hubungannya tak akan sampai ke pelaminan.

Kebun Raya Bogor, Bogor

Satu lagi tempat wisata bikin putus cinta yang ada di tanah Jawa yaitu Kebun Raya Bogor. Selain sebagai tempat wisata, kebun ini juga bisa menjadi tempat anak-anak untuk belajar tentang alam dan tumbuhan. Namun siapa sangka di balik pesona alam tempat tersebut, terdapat sebuah mitos. Barang siapa yang datang ke sana dalam kondisi lajang, maka akan mendapatkan jodoh bila duduk di bawah pohon jodoh. Dan sebaliknya, bila datang ke tempat itu dalam keadaan berpasangan, maka akan kandas jalinan asmaranya bila menyeberang di jembatan warna merah yang letaknya paling utara. Padahal jembatan warna merah ini sangat bagus bila digunakan sebagai spot untuk berfoto Bersama pasangan.

Pantai Balekambang, Malang

Pantai berpasir putih ini terletak di daerah Malang Selatan, Jawa Timur. Tepatnya di Kecamatan Bantur, sekitar 65 km dari pusat  Kota Malang. Pantai yang terkenal dengan pasir putih dan pura yang ada di pulau kecil di bibir pantainya ini ternyata menyimpan sebuah mitos. Barang siapa berani pacaran di tempat ini, niscaya akan putus. Namun hal itu tidak berlaku untuk pasangan suami istri karena mereka sudah sah dan tidak akan mendapatkan kesialan misalnya berceraian atau perpisahan.

Itulah 10 tempat wisata bikin putus cinta yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.

 

 

157 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

8 Mitos Gunung Slamet dan Kisah Terbelahnya Pulau Jawa

8 Mitos Gunung Slamet dan Kisah Terbelahnya Pulau Jawa – Gunung Slamet merupakan sebuah gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Gunung yang terletak di lima kabupaten sekaligus ini, yaitu kabupaten Banyumas, Brebes, Tegal, Purbalingga, dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia ini menjadi gunung kedua paling tinggi di Tanah Jawa. Gunung Slamet memiliki ketinggian 3.428 mdpl (11.247 kaki). Banyak para pendaki yang datang ke gunung ini untuk menaklukkan ketinggiannya. Selain keindahannya yang memukau dengan pemandangan alamnya yang penuh pesona, ternyata banyak cerita tentang mutos Gunung Slamet yang begitu mengerikan.

Mitos Gunung Slamet yang paling mengerikan adalah dijadikannya gunung ini sebagai tanda terbelahnya pulau jawa. Tak hanya itu saja, bahkan ada 7 mitos mengerikan tentang gunung berapi ini. Dalam mendaki puncak gunung slamet tentu para pendaki dapat melewati beberapa jalur diantaranya, jalur guci, jalur bambangan, jalur baturaden, ataupun jalur dukuhliwung. Adapun mitos dan misteri Gunung Slamet yang cukup membuat bulu kita merinding adalah sebagai berikut!

8 Mitos Gunung Slamet yang Mengerikan

Ada sekitar 8 mitos Gunung Slamet yang tak banyak orang tau. Mitos tersebut diantaranya :

Terdapat Makhluk Kecil

Mengenai mitos dan misteri Gunung Slamet yang satu ini, konon kabarnya ada seorang manusia tersesat dan tidak dapat kembali kerumahnya. Dia bertahan hidup dengan cara memakan daun-daunan disana. Hingga pada akhirnya seiring dengan kebiasaan seperti hewan tersebut dia kehilangan jati dirinya sebagai manusia normal. Apabila ada pendaki sedang lewat, makluk kecil itu lari ketakutan dan bersembunyi. Tak heran apabila orang melewatinya tidak mengetahui tentang keberadaan mahkluk tersebut. Seperti hewan, jika ada seorang pendaki atau pengunjung datang ke gunung ini secara buru-buru ia akan bersembunyi untuk mengamankan diri sehingga mereka tidak mengetahui keberadaannya.

Lokasi Gunung Angker

Gunung Slamet dikenal sebagai salah satu gunung angker yang ada di Jawa. Mitos ini sudah beredar di berbagai daerah bahwa gunung slamet dikenal sebagai tempat angker dalam arti banyak jin, hantu ataupun demit bergentayangan. Jadi jangan kaget apabila anda sedang berfoto disana tidak sengaja merekam penampakan.

Sebagai Pintu Kerajaan Ghaib

Tak hanya di pantai selatan saja yang menjadi pintu gerbang kerajaan gaib, ternyata Gunung Slamet juga menjadi pintu gerbang kerajaan gaib. Salah satu jalur pendakian, yaitu jalur Bambangan. Jalur ini dikenal angker, sehingga usut punya usut jalur ini menjadi pintu gerbang kerajaan ghaib. Di jalur ini anda akan melihat 2 pohon besar yang layaknya sebuah pintu gerbang yang amat besar. Ada sebuah mitos yang masih dipercaya hingga kini, ialah mitos tentang pos samarantu. Pos inilah yang kabarnya cukup angker dan terdapat banyak hantu tidak terlihat. Cocok dengan nama pos tersebut, SAMARANTU yang juga berarti hantu.

Pos Samarantu

Mitos Gunung Slamet mengenai pos samarantu masih dipertanyakan hingga kini. Banyak yang percaya meski tak banyak yang mampu membuktikan keberadaan tempat ini. Salah satu pos yang cukup dibilang angker yakni pos bernama samarantu, konon pos tersebut banyak sekali hantu ataupun demit bergentayangan. Walaupun banyak yang gentayangan penting tidak mengganggu saja.

Terdapat Pasar Hantu

Selain di Gunung Merapi, ternyata mitos Gunung Slamet juga menceritakan adanya pasar hantu atau pasar gaib. Konon, kabarnya dahulu ada orang yang mendengar suara birisik di punggung bukit saat malam hari. Tentu suara tersebut bukan dari angin bertiup kencang melainkan suara tersebut layaknya seperti suasana pasar. Kemudian orang setempat menyatakan daerah punggung bukit ini sebagai daerah pasar setan atau pasar hantu. Sebab suara berisik itu layaknya suasana pasar yang tidak dapat terlihat namun suaranya dapat didengar.

Air Terjun Guci

Mitos Gunung Slamet selanjutnya adalah tentang adanya air terjun Guci. Air terjun Guci yang terletak di lereng gunung slamet Yakni tepatnya di kota slawi adalah air terjun yang cukup populer hingga saat ini sebagai objek wisata. Konon kabarnya air tersebut memiliki khasiat dan manfaat dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit, selain itu air tersebut juga mampu untuk meningkatkan daya tarik lawan jenis sensual untuk kaum perempuan.

Sebagai Tempat Pesugihan

Selain Gunung Kemukus, Gunung Slamet menjadi tempat mendapatkan pesugihan. Pesugihan ini tepatnya ada di Air Terjun Guci. Selain mampu menyembuhkan bermacam penyakit kulit, konon kabarnya air terjun guci tersebut juga dapat sebagai tempat pesuihan dan terdapat siluman yang menyebutnya warna disana ialah naga cerek.

Gunung Pembelah Pulau Jawa

Walaupun hanya cerita mitos Gunung Slamet saja, tetapi sungguh mengerikan. Mitos ini menceritakan jika Gunung Slamet mengalami erupsi, meletusnya gunung slamet akan mampu membelah pulau jawa menjadi dua bagian. Tidak terbayang jika memang benar gunung slamet benar benar meletus, sebab gunung slamet merupakan gunung kedua tertinggi pulau jawa. Tentu sekitar wilayah tersebut masuk dalam jangkuan terkena semburan awan panas.

Itulah mitos Gunung Slamet yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk anda. BARAKALLAH.

 

405 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Mitos Dan Solusi Pernikahan Ngalor Ngulon Yang Terlarang Dalam Adat Jawa

Mitos Dan Solusi Pernikahan Ngalor Ngulon Yang Terlarang Dalam Adat Jawa – Begitu banyak mitos dan larangan dalam pernikahan adat Jawa. Mulai dari larangan weton, misalnya weton Wage dan Pahing. Kemudian masalah posisi rumah atau letak rumah kedua mempelai / calon pengantin yang dikatakan pernikahan ngalor ngulon juga ternyata terlarang. lalu bagaimana jika keduanya mantap menikah? Apakah harus pindah rumah lebih dahulu? Dalam artikel ini akan kami bahas mengenai mitos dan solusi pernikahan ngalor ngulon yang ternyata dilarang dalam kepercayaan adat Jawa.

Kepercayaan adat Jawa memang sangat kental dan begitu diyakini kebenarannya. Mitos tentang pernikahan ngalor ngulon katanya menyebabkan ketidak harmonisan, menyebabkan bencana bagi kedua pengantin dan banyak terjadi hal hal buruk dalam pernikahannya. Namun jika dipikirkan dengan logika dimana hubungannya antara letak atau posisi rumah dengan hal hal yang terjadi sepanjang pernikahan? Ya, itulah mitos Kejawen. Apapun alasannya, entah logis atau tidak namun sudah menjadi kepercayaan yang mengakar pada diri masyarakat Jawa. Lalu, bagaimana juga solusi pernikahan ngalor ngulon? Baca selengkapnya!

Alasan Mitos Pernikahan Ngalor Ngulon

Sebelum mengetahui solusi pernikahan ngalor ngulon. Mengapa ada larangan melangsungkan pernikahan jika rumah calon pengantin memenuhi kondisi posisi rumah Ngalor Ngulon?

Seperti yang dikisahkan oleh seorang paranormal asal Kudus – Jawa tengah bernama Kang Masrukhan dimana arah ngalor itu adalah arah orang mati yang dikuburkan. Arah ngulon itu arah wajah orang mati yang dikuburkan. Jadi ngalor ngulon itu sama seperti orang mati dikuburkan. Kepercayaan yang muncul akibat ngalor-ngulon ini adalah nantinya kehidupan berumah tangga akan seperti orang mati. Rasanya seperti kematian. Bencana besar sehingga menyebabkan rumah tangga seperti mati. Bahkan sampai kepercayaan yaa anggota keluarga baik suami atau istri akan mati jika melanggar perhitungan ngalor-ngulon ini. Filosofinya pernikahan ngalor ngulon menurut orang Jawa adalah seperti itu.

Solusi Pernikahan Ngalor Ngulon Menurut Islam

Meski dalam Islam tidak ada larangan seperti ini namun solusi pernikahan ngalor ngulon dalam Islam adalah tetap berpegang pada kepercayaan Islam, percaya pada hidayah dan karunia ALLAH. Yakinlah bahwa Allah adalah yang menentukan, kematian, jodoh dan rezeki seseorang. Niat baik seperti menikah adalah niat yang diridhoi Allah sehingga tak ada yang menghalangi selama niat baik itu anda laksanakan sebagai mana mestinya.

Tetapi mitos pernikahan ngalor ngulon ini adalah sebuah kebenaran bagi penganut kepercayaan kejawen. Ada orang yang sudah mengerti ajaran islam, tetapi mati-matian mempertahankan ajaran kejawennya. Ada pula orang yang marah dan tersinggung ketika disampaikan padanya tentang ajaran islam mengenai ilmu ketuhanan yang benar benar bersih tanpa campur tangan adat istiadat. Bahkan ada orang yang dengan logikanya tetap membenarkan kedua ajaran ini dan memakai keduanya.

Solusi Pernikahan Ngalor Ngulon Versi Kejawen

Dalam adat jawa, solusi pernikahan ngalor ngulon ini adalah dengan melakukan ruwatan ghaib. Untuk membuang pengaruh negatif dari mitos yang ada. Dengan melakukan ruwatan ghaib ini insya ALLAH pernikahan ngalor ngulon yang tetap dilangsungkan ini akan tetap selamat. Kedua pengantin akan langgeng hingga mau memisahkan. Hanya Allah yang berhak mematikan seseorang.

Ruwatan ini dilakukan dengan tata cara adat Jawa yang biasanya dilakukan oleh orang pintar atau paranormal. Mendatangi paranormal menurut adat Jawa buaknlah sikap syirik atau musyrik selama paranormal ini berkiblat pada ajaran Islam, pada doa doa, wirid dan energi spiritual.

Itulah solusi pernikahan ngalor ngulon dan mitosnya yang sangat kental di kalangan masyarakat Jawa. Semoga bermanfaat untuk anda, BARAKALLAH.

 

206 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Misteri Air Terjun Sri Gethuk Gunung Kidul dan Suara Ghaib Gamelan

Misteri Air Terjun Sri Gethuk Gunung Kidul dan Suara Ghaib Gamelan – Selain Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu, ada sebuah air terjun yang tak kalah popular yang sangat ramai dikunjungi banyak orang. Air terjun tersebut sering dinamakan Air Terjun Sri Gethuk yang terletak di Gunung Kidul, Bantul, Yogyakarta. Disana ditemukan pemandangan alam yang begitu asri dan mempesona dengan airnya yang jernih dan pohon yang menghijau. Namun dibalik pemandangan indahnya, ada banyak desas desus yang menunjukkan adanya mitos dan misteri Air terjun Sri Getuk.

Misteri yang sama dengan Alas Purwo, bahwa Air Terjun Sri Gethuk juga disebut sebagai pusatnya kerajaan jin atau kerajaan ghaib yang dipenuhi dengan para jin. Air Terjun Sri Gethuk tepat berada di Dusun Menggoran, Bleberan Playen, Gunung Kidul, yang mana area Gunung Kidul ini dipercaya menjadi salah satu wilayah angker dan cukup keramat.

Kisah Misteri Air Terjun Sri Gethuk

Misteri Air Terjun Sri Gethuk ini dipercaya karena pada zaman dahulu dikenal sebuah nama Slempet yang menjadi legenda dari desa Bleberan. Banyak orang berpendapat bahwa disana menjadi salah satu tempat kerajaan Jin yang cukup angker. Di Air Terjun itulah semua mahkluk ghaib akan berkumpul, yang dipimpin oleh jin Anggo Meduro merupakan raja Jin. Semua Jin disana tunduk dan takut kepada Anggo Meduro.

Sebagai raja Jin, ternyata Anggo Meduro menyukai suatu hal yang unik seperti gamelan, kesenian Jawa maupun karawitan. Memang sedikit aneh, entah mengapa Anggo Meduro sangat menyukai hal hal yang berbau kesenian tradisional yang jelas tentu ada asal usulnya. Sebab itulah, misteri Air Terjun Sri Gethuk dipenuhi dengan kabar bahwa apabila disana para pengunjung seringkali mendengar suara – suara seperti gamelan, akan tetapi tidak ada orang yang memainkannya. Hal ini dipercaya bahwa Jin Anggo Meduro lah yang telah memainkannya. Sang Raja Jin kerap hadir di Area Air Terjun Sri Gethuk untuk menyalurkan hobi nya memainkan gamelan.

Banyak orang berpendapat bahwa gamelan itu juga berasal dari Alam Ghaib yang artinya manusia biasa tidak bisa melihat alat gamelan tersebut kecuali orang yang memiliki ilmu kebatinan atau Ilmu Mata Batin. Alat gaib itu akan di simpan salah satu dari dua tempat, yang pertama di Sri Gethuk dan yang kedua di Mergangsan. Kedua tempat itu menjadi tempat gaib menyimpan alat ghaib seperti gamelan yang di simpan sendiri oleh Anggo Meduro. Menurut beberapa orang berpendapat bahwa konon suatu tempat untuk menyimpan instrumen gamelan dengan nama yakni Gethuk. Itulah mengapa air terjun ini dikenal dengan nama AIR TERJUN SRI GETHUK.

Itulah kisah misteri Air Terjun Sri Gethuk di Gunung Kidul Yogyakarta, semoga bermanfaat untuk anda. BARAKALLAH.

 

412 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini