Hari: Februari 27, 2015

Asal Usul dan Sejarah Keris di Indonesia

Asal Usul dan Sejarah Keris di Indonesia – Keris diprediksikan sudah dipakai di Indonesia terutama oleh orang-orang Jawa seputar era ke-9 Masehi. Hal yang membuktikannya yaitu salah satu panel relief Candi Borobudur dari era ke-9 menunjukkan seorang memegang benda yang mirip keris, walau demikian belum mempunyai derajat kecondongan serta hulu/deder nya masih tetap menyatu dengan bilah senjata. Senjata ini juga disangka adalah senjata tajam peninggalan Kebudayaan Dongson (Vietnam) serta Tiongkok Kuno.

Keris diperkirakan masuk dari tiongkok lewat dongson lalu masuk nusantara. Sangkaan itu bisa saja lantaran ada kemiripan bentuk dengan senjata yang datang dari dua kebudayaan itu. Di saat itu senjata ini juga dianggap benda yang suci, karenanya pemakaiannya bukan sekedar dipakai dalam peperangan atau juga sebagai senjata saja namun sebagai pelengkap sesaji.

Mulai sejak saat itu, keris jadi salah satu benda yang diakui memilki kemampuan spiritual hingga mesti dikerjakan ritual penghormatan atau Benda Ghaib. Penghormatan pada benda-benda garapan logam disangka adalah dampak dari kebudayaan India (Siwaisme). Hal semacam ini dikuatkan oleh penemuan dari Prasasti Dakuwu dari era ke-6 yang tunjukkan ikonografi India yang menghadirkan wesi aji seperti trisula, kudhi, arit, serta keris sombro.

Sejarah KerisDalam perubahannya, penemuan Prasasti Karangtengah dari th. 824 Masehi mengatakan arti keris dalam satu daftar peralatan sedang Prasasti Poh di 904 M menyebutkan sebagai sisi dari sesaji dalam ritual persembahan. Walau demikian, info itu belum dapat di pastikan bahwa keris yang disebut dalam ke-2 prasasti itu di kenal saat ini. Dalam pengetahuan perkerisan jawa (padhuwungan) pada masa kediri-singasari adalah keris budha atau sombro.

Beberapa ilmuwan meyakini bahwa keris budha yaitu bentuk awal saat sebelum di temukan bentuk yang lebih khas. Bentuk keris pada saat itu serupa dengan belati style india. Berdasar pada catatan Ma Huan dari th. 1416 yang disebut angggota ekspedisi ceng ho mengatakan “Orang-orang ini Majapahit senantiasa kenakan pu-la-t ou (belati? atau beladau?) yang diselipkan pada ikat pinggang yang terbuat dari baja, dengan pola yang rumit serta bergaris-garis halus pada daunnya. Hulunya terbuat dari emas, cula, atau gading yang diukir berupa manusia atau muka raksasa dengan garapan yang sangatlah halus serta rajin.

Hal semacam ini memberikan indikasi bahwa keris adalah senjata yang senantiasa digunakan oleh orang-orang waktu itu membuat perlindungan diri. Bersamaan dengan perubahannya, pada era ke 14 keris beroleh memiliki bentuk yang lebih khas atau lebih pribumi. Sebagian senjata ini diyakini oleh masyarakat jawa memiliki kekuatan karena makhluk yang bersemayam didalamnya seperti halnya Benda Ghaib. Untuk lebih jelasnya mengenai Benda Ghaib bisa anda kunjungi “ Benda Ghaib”.

1,811 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Sejarah Ilmu pengasihan sebagai Ilmu Legenda di Indonesia

Sejarah Ilmu pengasihan sebagai Ilmu Legenda di Indonesia Ilmu Pengasihan, Pelet adalah ilmu yang sudah ada sejak jaman dahulu. Ilmu pelet dulu di ciptakan oleh Ki Buyut Mangun Tapa dengan tujuan kebaikan untuk orang-orang yang membutuhkan dan sebagai pembelajaran mengenai hal Asmara dan percintaan. Kemudian dijadikanlah sebuah buku dan diberi nama Kitab Mantra Asmara. Namun buku itu telah direbut oleh seseorang yang kita kenal dengan sebutan nini Pelet. Ilmu yang di ciptakan oleh ki Buyut Mangun Tapa itu di salah gunakan oleh Nini Pelet.

Ilmu Pengasihan, ilmu pelet merupakan Ilmu yang dicptakan untuk masalah Asmara dengan tujuan yang baik. Cinta yaitu kata yang senantiasa ada di kehidupan keseharian. Cinta pada keluarga, istri, anak serta cinta lingkungan. Tetapi Pengetahuan pengasihan yang di maksud kesempatan ini yaitu perihal cinta pada pasangan. Menjalin kasih sayang, cinta serta kalimat indah lain yaitu idaman untuk kebanyakan orang. Dapat menyukai seorang merupakan keindahan serta di cintai orang yang kita sayangi adalah kebahagiaan. Keduanya sama saja kebahagiaan.

Walaupun tidak dapat mempunyai seorang yang kita cintai, bila lihat dia bahagia kita juga terasa bahagia. Tetapi seorang kadang-kadang terasa cemburu, geram lantaran si dia dekat dengan orang lain. Atau seorang yang geram, sedih serta sakit hati lantaran cinta yang bertepuk sebelah tangan. Terasa kesepian walaupun berdiri di dalam pasar. Terasa sendiri walaupun tawa bergemuruh di telinganya.

Ilmu PengasihanPengetahuan pengasihan diperuntukan pada mereka, beberapa orang yang alami persoalan dalam percintaan. Hal seperti itu dapat di pengaruhi oleh aspek dalam diri seseorng itu sendiri, ntah lantaran yakin dirinya yang kurang atau terasa dirinya tak baik untuk dia. Namun orang yang telah senantiasa berupaya dengan yakin diri yang kuatpun tergadang masih tetap tidak berhasil untuk memperoleh cintanya.

Cinta memanglah sulit disangka, namun terkecuali aspek itu, hal itu berlangsung lantaran jodohnya yang jauh hingga sulit menemukannya. Pengetahuan Pengasihan bermanfaat untuk mendekatkan jodoh yang jauh, istri yang sudah meninggalkannya atau pacar. Sampai kini pengasihan dipandang negatif oleh orang-orang. Di balik seluruhnya kenegatifan itu, nyatanya pengasihan sangat-sangat menolong untuk beberapa orang yang memerlukan.

Banyak beragam jenis pengetahuan pengasihan yang ada. Dengan pengetahuan pengasihan, orang yang kita cintai bakal terasa nyaman pada kita. Yang pada awal mulanya dia terasa kita banyak kekurangan, dengan pengetahuan pengasihan si dia bakal lihat keunggulan kita dari pada kekurangan. Sedikit demi sedikit hingga dapat menerima semua keadaan kita dari kekurangan terlebih keunggulan kita.

Itu merupakan salah satu manfaat pengetahuan pengasihan untuk asmara pada pacar, gebetan, istri atau suami. Untuk lebih detilnya perihal Ilmu-ilmu pengasihan dapat anda kunjungi “ Ilmu Pengasihan “.

1,140 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Mengenal Walisongo dan Kisah Asal Usulnya

Mengenal Walisongo dan Kisah Asal Usulnya – Walisongo merupakan sebuah majelis dakwah yang pertama kali. Kisah Walisongo diawali dari Wali songo yang didirikan oleh Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) pada tahun 1404 Masehi (808 Hijriah). Anggota majelis dakwah Walisongo saat itu antara lain: Maulana Malik Ibrahim sendiri, Maulana Ishaq (Sunan Wali Lanang), Maulana Ahmad Jumadil Kubro (Sunan Kubrawi); Maulana Muhammad Al-Maghrabi (Sunan Maghribi); Maulana Malik Isra’il (dari Champa), Maulana Muhammad Ali Akbar, Maulana Hasanuddin, Maulana ‘Aliyuddin, dan Syekh Subakir. Dari nama para Walisongo tersebut, terdapat sembilan nama yang dikenal masyarakat sebagai anggota Walisongo yang paling terkenal, ialah :

  • Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim – Gapura Wetan, Gresik
  • Sunan Ampel atau Raden Rahmat – Ampeldenta, Surabaya
  • Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim – Tuban
  • Sunan Drajat atau Raden Qasim – Paciran
  • Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq -Kudus
  • Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin – Giri, Gresik
  • Sunan Kalijaga atau Raden Said – Kadilangu, Demak
  • Sunan Muria atau Raden Umar Said – Kolo, Gunung Muria
  • Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah – Gunung Sembung, Cirebon

Maulana Malik Ibrahim merupakan anggota tertua. Sunan Ampel merupakan anak Maulana Malik Ibrahim. Sunan Giri adalah anak saudara dari Maulana Malik Ibrahim yang merupakan sepupu Sunan Ampel. Sunan Bonang dan Sunan Drajad adalah anak dari Sunan Ampel. Sunan Kalijaga merupakan sahabat dan sekaligus murid dari Sunan Bonang. Sunan Muria anak dari Sunan Kalijaga. Sunan Kudus murid dari Sunan Kalijaga. Sunan Gunung Jati adalah sahabat para Sunan lain, kecuali Maulana Malik Ibrahim yang sudah lebih dahulu meninggal.

Beliau-beliau menyebarkan agama Islam dengan cara halus dan tidak langsung melarang adat-istiadat jawa yang pada saat itu sebagian berlainan dengan ajaran Islam. Beberapa walisongo mempunyai ilmu-ilmu tertentu. Ilmu-ilmu diperoleh karena taqwa dan keimanan beliau-beliau yang sangat tinggi dan mendekatkan diri selalu kepada Allah SWT. Setiap saat berzikir dan wilid hanya kepada Allah SWT.

Makam-makan Walisongo hingga sekarangpun tidak pernah sepi dari pengunjung dan peziarah. Semoga sejarah tersebut membuat kita lebih ingin selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Sebagai referensi agar selalu ingat kepada-Nya dan lebih rajin beribadah, bisa anda kunjungi >> “ Tasbih Karomah”.

1,041 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini